//
you're reading...
Agama dan BUdaya, Ekonomi Politik

Dorce lebih bijak daripada “Ulama” negeri ini


Siapa yang nggak kenaL syafi’i maarif? dia adalah mantan ketua Muhammadiyah dan Rektor IKIP Yogyakarta. Jadi untuk masalah ke ilmuan agama tentu tidak diragukan kepakarannya. Dan ingat kadar Keilmuan dengan kadar Kepercayaan (iman) itu tidaklah identik kadang malah berlawanan.

Sedang Dorce tentu kenal juga karena dia artis jengki yang terkenal di negeri ini. Dan kayaknya walau ada kendala dari keaadaanya yang bias gender kita lihat semangatnya untuk beragama kuat sekali, mungkin kepercayaanya terhadap kebenaran agama melebihi mereka yang mempunyai ilmu lebih.

Terus Siapa yang tidak kenal dengan MUI, pasti dipimpin oleh orang2 alim yang sangat mengerti Ilmu Agama Islam, dewan ketua pasti lah orang yang pakar (alim) di masing2 furu’ agama islam.

Dan Juga siapa yang tak kenal PKS, tentunya ketua fraksinya pun orang2 yang faham dan mengerti tentang Agama Islam, mereka selalu berslogan dengan agama islam sebagai anutan dalam berpartai.

Berita tentang komentar mereka terhadap kasus exsekusi terdakwa pelaku Bom Bali diatas bertebaran di media tanah air.

Tapi dari yang saya sebutkan diatas saya malah salut kepada Dorce atas keyakinan terhadap agamanya, disaat yang lain mau mengatakan ini benar atau ini salah tetapi lihat dulu kiri, lihat kanan.. lihatkepentingan kiri lihat kepentingan kanan sehingga yang keluar dari mulutnya bukanlah pengetahuan yang berada didalam pikirannya atau kebenaran dihatinya. Sedang Dorce mengatakan apa yang dihatinya berkaitan dengan kasus eksekusi bom bali ini…Tanpa lihat kanan, lihat kiri kepentingan kanan kepentingan kiri seperti tokoh agama dan tokoh politik lainnya.

Berikut cuplikan beritanya (yang berita tentang Dorce saja tentunya karena yang dari ulama MUI, mantan ketua PP Mohamadiyah, Pengurus NU atau tokoh partai politik diatas kurang bermutu..kasihan mereka terlalu banyak kepentingan disekitarnya..).

Dorce Hadiri Pemakaman Imam Samudra

Minggu, 09 November 2008 | 12:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Eksekusi mati tiga terpidana Bom Bali I ternyata mengundang keprihatinan mendalam dari artis serba bisa Dorce Gamalama. Dorce pun menyempatkan diri untuk menghadiri pemakaman Imam Samudra di Serang Utara, Banten, Jawa Barat, Minggu (9/11).

“Sebagai muslim, kita kan ibarat kepala sama kaki. Kita ini bersaudara,” ujar Dorce ketika dihubungi dalam perjalanan dari Serang menuju Jakarta, Minggu. “Sebagai seorang muslim saya sangat prihatin.”

Menurut Dorce, ia mengetahui kabar mengenai eksekusi mati tiga terpidana mati Bom Bali I–Amrozi, Muklas, Imam Samudra–dari televisi pada malam hari. Mendengar berita tersebut, Dorce langsung mendaraskan surah al-Fatihah. Setelah shalat subuh, Dorce mengaku tergerak untuk menghadiri pemakaman Imam Samudra. Sebab, jarak Jakarta ke Serang tidak terlalu jauh.

Namun, Dorce terlebih dulu meminta izin dari penasehat spiritualnya, Ustadz Taufiqqurrahman. Setelah itu, Dorce bergegas menuju Serang untuk menyaksikan pemakaman Imam Samudra.

Meski menghadiri pemakaman Imam Samudra, Dorce mengaku belum sempat menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga Imam Samudra. Pasalnya, ia tidak bisa mendekati keluarga Imam Samudra karena banyak orang yang menghadiri pemakaman tersebut.

Oleh sebab itu, pembawa acara ‘Dorce Show’ ini berniat untuk menziarahi makam dan mendatangi keluarga Imam Samudra di lain waktu. “Saya ingin silaturahim dengan mereka,” ujar Dorce yang lahir 21 Juli 1963.

Dorce juga mendoakan kepada Imam Samudra agar amal ibadahnya diterima di sisi-Nya, sementara keluarga Imam Samudra diberi ketabahan. Dorce pun merasa kagum dengan ketegaran istri Imam Samudra, Zakiah binti Syaiful Fauzan, yang tidak meneteskan air mata saat pemakaman Imam Samudra.

Dorce juga berharap keluarga korban Bom Bali I bisa memaafkan apa yang telah diperbuat Imam Samudra. “Marilah kita saling memaafkan. Mudah-mudahan kita bisa hidup dengan baik,” ujar Dorce.

Mengenai prosesi pemakaman Imam Samudra, Dorce menyatakan pujian kepada masyarakat dan aparat keamanan. Pasalnya, keamanan cukup kondusif meski begitu banyak orang yang menghadiri pemakaman Imam Samudra.

Dorce sendiri mengaku menentang hukuman mati terhadap Imam Samudra dkk. “Jujur saja mas, kalau betul mereka bersalah, lebih baik mereka dihukum penjara seumur hidup,” ujar Dorce.

Kodrat Setiawan

About these ads

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

One thought on “Dorce lebih bijak daripada “Ulama” negeri ini

  1. itu mah hanya kepura-puraan dorce aja.kenyataannya dia itu orang yang sangat kejam dan ringan tangan. coba aja searching di google, gelar hajjahnya hanya selimut saja.

    Posted by yadi | Januari 27, 2009, 1:34 pm

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: