PENGETAHUAN untuk mengenali bakat diri atau anak kita sangatlah penting karena akan mempengaruhi keberhasilan masa depannya, bagai mana mengelola, mengetahui dan mengembangkan potensi bakat yang ada, yang kita tahu setiap individu dilahirkan adalah UNIK? Berikut kompilasi tulisan yang di sadur kan habis dari Kompas untuk pengetahuan kita semua.
Dari Mana Bakat Anda? (Bagian I)
shutterstock
Meskipun terdapat aspek bakat yang dibawa sejak lahir, kita juga punya kekuatan lain untuk membentuk bakat apapun yang kita inginkan. Hanya saja, hal itu harus dilakukan sejak balita hingga usia belasan tahun
Selasa, 12 Mei 2009 | 11:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Apakah bakat Anda muncul sejak lahir atau sengaja Anda ciptakan lewat latihan-latihan tertentu? Membincangkan asal-muasal bakat memang menarik dan seolah tak berujung.
Saat lahir, kita memiliki 100 miliar neuron. Tiga bulan atau 60 hari menjelang kelahiran, neuron yang kita miliki itu sudah berkomunikasi satu sama lain. Mereka bahkan membentuk jalinan yang dinamakan dengan axon. Lalu, saat jalinan terbentuk, sebuah sinapsis pun otomatis terbentuk.
Di usia tiga tahun, setiap 100 miliar neuron kita itu telah menciptakan jaringan sinapsis dengan neuron lainnya. Koneksi antarneuron inilah yang menjadi awal mula munculnya bakat. Tandanya, anak terlihat aktif luar biasa.
Ya, tanda tersebut kerap mudah kita cermati pada dua periode usia kita, yaitu ketika kita menginjak usia balita dan saat kita berusia belasan atau duduk di kelas 1 atau 2 SMA. Di masing-masing periode itu, kita (anak) dikenal begitu aktif, bahkan saking aktifnya, tak sadar kita seringkali disebut “nakal” tak keruan.
Tentu saja. Karena memang, banyak hal ingin kita ketahui, mencoba, dan lakukan. Kita pasti marah atau memberontak ketika kemauan kita tersebut dihalangi.
Nah, benarkah itu bakat? Rasanya, terlalu cepat kita mengambil kesimpulan bahwa itu merupakan bakat. Mungkin, lebih tepat, hal itu akan menjadi bakat kita atau tidak, karena akan sangat tergantung pada minat kita kelak.
Hal itu membuktikan bahwa setiap jalinan sinapsis akan terus mendorong diri kita untuk tidak henti melakukan apa pun yang kita mau terkait minat kita. Yang terjadi, kita akan kebingungan memilih ini atau itu, mencoba melakukan ini atau itu, dan kita tidak terfokus untuk mematangkan sebuah nilai kompetensi tertentu.
Untuk itulah, di usia 16 tahun, hukum alam memutus separuh dari jejaring sinapsis tersebut. Dan tidak ada manusia bisa membentuknya kembali utuh seperti semula.
Namun, sejak terputusnya jaringan sinapsis itu, bakat kita malah justru benar-benar mulai terasah. Karena hal itu memberi kita ruang lebih luas untuk fokus dan benar-benar mengeksploitasi beberapa sinapsis tertentu.
Latihan tak selalu sempurna
“Ya, latihan menjadikannya (bakat) sempurna. Saat hal itu datang sebagai bagian dari hidup Anda, Anda harus mencintainya. Jika tidak, Anda tidak akan dapat bekerja dengan baik dan meraih yang terbaik”.
Demikian hal itu dikatakan oleh Dr Anders Ericsson dalam buku Cambridge Handbook of Expertise and Expert Performance. Di situ Anders memandang orang-orang berpengalaman, baik itu seorang pebalet, pemain basket, atau pembuat program komputer, hampir selalu “dibuat” atau “dilatih”, dan bukan dilahirkan.
Pendapat Anders tersebut diamini oleh hasil penelitian Marcus Buckingham dan Donald O Clifton’s. Penelitian berdasarkan riset selama 25 tahun dan berbiaya sangat besar itu dilakukan terhadap dua juta pemilik karier dari 101 perusahaan di 63 negara. Hasilnya, meskipun terdapat aspek bakat yang dibawa sejak lahir, ternyata kita punya kekuatan lain untuk membentuk bakat apa pun yang kita inginkan.
Hanya saja, hasil penelitian itu masih memberikan catatan penting. Bahwa semua hal itu harus dilakukan sejak balita hingga usia belasan tahun. Ya, karena seperti kita ketahui, sampai di situlah batas otak kita dalam membuat jalinan sinapsis antarneuron.
Kiranya, lebih dari 20 tahun sudah, Anda harus menemukan dan menggali bakat Anda. Kini, mustahil Anda bisa menyuruh neuron di otak Anda untuk membentuk sinapsis baru. Hanya satu yang bisa Anda lakukan adalah Anda membentuk jalinan sinapsis di sekeliling sinapsis utama yang sudah terbentuk sebelumnya sejak Anda lahir.
Tidak, hal itu tidak akan membuat diri Anda merasa terbatas! Anda hanya diminta untuk melatih segala hal yang Anda sukai. Jika Anda suka, itu pertanda bakat Anda dan menjadi investasi bagi diri Anda sendiri di masa depan.
Dan jangan khawatir, Anda bisa membaca tanda-tanda (sign) bahwa bakat Anda telah hadir dalam diri Anda, yaitu:
- Nyamankah Anda saat menjalaninya? Hingga dalam sanubari Anda pun terngiang, “Rasanya ini cocok sekali buat saya.”
- Anda yakin, di hati selalu muncul rasa rindu bisa melakukannya? Bahkan sebelum menjalaninya, senantiasa timbul rasa rindu yang tinggi hingga lekas-lekas ingin melakukannya.
- Seberapa besar rasa penasaran Anda? Seberapa kuat keinginan Anda untuk belajar mendalami hal ini? Seberapa fokus dan mudah berkonsentrasinya Anda terhadap hal ini?
- Puaskah Anda usai menjalaninya? Bukan puas pada hasil, tetapi batin, apakah Anda memang terpuaskan?
Kiranya, perlu Anda cermati dan buktikan bahwa beberapa hal di atas memang tanda-tanda hadirnya bakat Anda. Tetapi sebaliknya, tidak perlu kecewa apalagi sedih jika tidak melihat tanda-tanda itu hadir di diri Anda.
Ya, sekuat apa pun Anda melatih dan menciptakan agar tanda-tanda itu hadir pada diri Anda, dalam perjalanan waktu hal itu malah akan membuat Anda tidak merasa nikmat melakoninya. Nyatalah bahwa latihan tidak berlaku dan mampu tampak sempurna pada segala bidang.
Lalu, apa yang kini harus Anda lakukan?
Tidak ada, kecuali Anda hanya harus menjadi diri Anda sendiri. Ingat, Anda tidak bisa menjadi apa yang Anda inginkan, tetapi Anda bisa menjadi diri yang melebihi siapa diri Anda saat ini! (Berbagai sumber)
Dari Mana Bakat Anda? (Bagian II – Habis)
Selasa, 12 Mei 2009 | 19:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ditanya akan memilih jurusan apa saat kuliah nanti, Santi mengaku bingung menentukan pilihan, apalagi ketika pilihan tersebut dikaitkan dengan bakat dan minatnya. “Jangankan memilih sesuai minat dan bakat, saya sendiri pun belum tahu minat dan bakat saya,” katanya.
Santi (18), sebutlah namanya begitu, mengaku dirinya memang bukan siswa pandai di kelas. Namun, ia juga bukan nomor buncit dalam urusan nilai pelajaran. Hanya, dia merasa tidak “ngeh” soal minat atau bakatnya pada hal-hal tertentu.
Memang, kerap orang mengatakan minat dan bakat adalah teropong bagi jalan kehidupan di masa depan. Membayangkannya pun terasa menyenangkan karena dengan keduanya kita bisa menjadi siapa pun yang diinginkan asalkan mau kerja keras dan pantang menyerah.
Kenyataannya, pemahaman itu justru sebaliknya. Hal itu sering kali menimbulkan masalah ketika kita beranjak dewasa dan tiba saatnya memilih bidang pendidikan dan karier. Pemahaman itu sedikit banyak menciptakan ilusi akan beragam pilihan bidang pendidikan dan karier yang menjanjikan masa depan. Dan lagi, apakah semua itu pilihan yang benar-benar kita inginkan?
Selain itu, pemahaman tersebut juga membentuk imajinasi tersendiri bahwa kita bisa menjadi sosok terbaik di bidang apa pun yang kita minati. Duh, apa betul begitu? Apakah bisa, prestasi seorang Chris John yang dielu-elukan berkat tinjunya di atas ring itu akan bersinar oleh puja-puji pula di lapangan basket?
Nyatanya tidak. Adalah sebuah fakta bahwa kita memang tidak bisa menjadi siapa pun yang kita mau. Kita lupa, selain minat, ada faktor lain yang sangat menentukan langkah kita ke depan. Ya, bakat dan latihan khusus untuk mempertajamnya.
Temukan, Bukan Ciptakan
Kenyataan, tidak semua orang bisa menjadi seorang Chris John, Bill Gates, atau David Beckham. Mereka bertiga punya bakat alami dan telah menjadikan bakat itu sebagai investasi yang dilatihnya sejak lama. Dan kita tidak bisa membuat dan mengubahnya “semau gue”.
Sekarang, lihat ke sekeliling Anda! Mungkin, ada orang yang suka duduk berlama-lama di depan laptop? Bahkan saking lamanya Anda lupa, kapan orang itu makan dan minum?
Atau, Anda pun mungkin bingung, kenapa rekan dekat Anda lebih memilih les guru bahasa Inggris ketimbang Anda yang lebih senang naik gunung atau bermain band di saat libur? Banyak, dan banyak lagi contoh yang kita pun tidak tahu keuntungan mereka melakukan semua itu.
Anda pun sebetulnya bisa begitu. Meniru untuk kreatif berekspresi seperti mereka, berhasil lalu merasa puas. Namun kelak yang terjadi, Anda tidak akan pernah merasa nyaman melakukan hal-hal di luar kerangka bakat Anda tersebut.
Ya, Anda tidak akan bisa menjadi mahasiswa arkeologi dan menjadi arkeolog mumpuni karena Anda sebenarnya sama sekali tidak hobi “keluyuran”. Usaha Anda hancur terus dan kapok untuk terjun ke bidang bisnis sehingga Anda memilih kembali menjadi karyawan. Tidak salah, Anda memang tidak punya hobi itu. Anda tidak bakat!
Mutlak, Anda harus paham apa yang disebut dengan bawaan atau nature (hormonal atau DNA) dan latihan atau nurture. Sejatinya, yang harus Anda lakukan ialah membentuk diri Anda tak ubahnya dengan bawaan Anda sejak lahir. Anda jangan hanya menginginkan suatu bidang pendidikan yang bisa membuahkan karir tertentu dengan gaji selangit.
Jika itu Anda lakukan, berarti Anda sudah “bunuh diri”. Pasalnya, kerangka neurologis Anda yang telah membentuk bakat tersebut akan menolak. Alhasil, Anda tidak dapat menikmatinya. Kecuali, Anda memang berniat keras untuk menambal “kekurangan” tersebut dengan nurture, dengan latihan-latihan khusus.
Semakin cepat Anda sadar untuk melihat diri Anda dan menemukan potensi di dalamnya, semakin beruntung pula Anda. Pilihan minat dan bakat Anda dengan sendirinya akan lebih mudah Anda tentukan.
Anda mulai bisa memilih peran Anda, bentuk pendidikan yang cocok untuk menambal peran tersebut, serta produktifitas yang akan Anda hasilkan kelak di dunia kerja. Cara memulainya, simak beberapa hal di bawah ini:
Maksimalkan kekuatan Anda, tuntaskan pula kelemahan Anda!
Jika Anda termasuk orang yang sulit berdiplomasi, dapatkah Anda terjun bebas ke dalam bidang ini karena Anda menyukainya? Kalau Anda tergolong paling lambat mengambil keputusan, dapatkah Anda melatihnya sekeras hati? Jika Anda bukan seorang konseptor, siapkah Anda menjadi seorang “ahli lapangan” agar kekurangan Anda tersebut lenyap ditelan bumi!
Tidak cukup latihan keras, Anda butuh bakat alami!
Memang, antara pengetahuan, keterampilan, serta materi bisa Anda dapatkan melalui belajar dan latihan. Namun, hal sesungguhnya yang penting adalah bakat sebagai bawaan Anda sejak lahir. Anda akan mampu melakukan segala hal berkat keterampilan, sementara kuantitas dan kualitas Anda melakukannya adalah berkat dorongan bakat alami Anda.
Siapkan sistem pendukung hindari aktivitas tak terarah!
Sistem pendukung itu bisa saja hanya berupa pesan singkat di ponsel atau sekadar kertas-kertas yang Anda tempel di meja belajar, bahkan pintu kamar!
Sadar dan amati reaksi spontan Anda saat menyikapi hal atau kejadian
Nah, bagaimana Anda akan mengambil peran atas kejadian itu? Anda cenderung memegang kendali, membuat analisa hal itu secara seksama, atau hanya berusaha mencari sisi-sisi lain ternyata tidak penting dari kejadian tersebut?
Amati besarnya niat dan keinginan Anda melakukan aktivitas tertentu
Dari situ, yakinkan bahwa sebuah aktivitas telah membuat Anda rindu untuk berulang melakukannya. Rasa rindu itu akan senantiasa timbul hingga Anda lekas-lekas melakoninya.
Secepat apa Anda belajar dan menguasai sebuah bidang tertentu?
Secepat kilat atau selambat becak? Sadari hal itu dan bandingkan upaya Anda dengan hasil yang didapatkan oleh rekan-rekan Anda.
Sepuas apa perasaan Anda seusai melakukannya?
Entah, karena yang pasti, saat melakukannya Anda nyaman, senang, dan membuat Anda sejenak tenggelam di dalam keasyikan melakukannya.
Monitor perilaku dan perasaan Anda ketika menjalaninya
Dari sini Anda akan mengevaluasi apa yang sudah Anda lakukan. Amati dan berikan analisis pada diri Anda. Benarkah ini pilihan Anda?
Anda tidak bisa menikmati? Anda lambat dan merasa tidak berkembang?
Tinggalkan sekarang juga! Cari peran lain, jangan habiskan uang dan waktu Anda hanya untuk mengatasi kelemahan Anda, melainkan juga pertajam bakat dan kekuatan alami dalam diri Anda.
Ingat, banyak orang muda yang sukses. Yakinlah bahwa mereka memang pribadi-pribadi yang menemukan bakatnya sejak dini dan mau belatih sebagai investasi di masa depannya.
LTF
Hati-hati Tentukan Potensi Bakat Anak!
KOMPAS.com – Kalangan orangtua diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam membantu menentukan pilihan program studi di perguruan tinggi pada anak-anak yang lulus SLTA, agar tidak sampai salah hingga kemudian terjadi penyesalan.
Hal itu mengingat pilihan terbaik program studi adalah yang sesuai dengan potensi bakat anak, namun banyak terjadi salah pada minat anak-anak atau bahkan keinginan orangtua, yang sifatnya sesaat dan berubah-ubah, demikian terungkap dari seminar psikologi dan pendidikan di Denpasar, Minggu.
Pada acara bertema Mencetak Anak Juara Dari Rumah yang pesertanya melimpah sampai sekitar 1.000 orang sehingga harus dibagi dalam dua sesi itu, menampilkan pembicara, Instruktur Smart Primagama, Drs H Supriyadi dan psikolog dari Yogyakarta, Nurmey Nuruly, SPsi.
Supriyadi mengingatkan, pentingnya pihak sekolah maupun orangtua/walimurid
membantu menemukan potensi bakat pada anak-anak melalui berbagai metode, misalnya dengan mengajukan berbagai pertanyaan guna mengetahui mereka siap dan mudah atau kesulitan dalam menjawabnya.
“Jika beberapa pertanyaan dari salah satu bidang studi dapat dengan mudah dijawab, maka bidang studi itulah salah satu indikasi potensi bakatnya. Tetapi akan lebih akurat apabila melalui cara ilmiah seperti tes psikologi, metode sidik jari dan lainnya,” katanya.
Sementara Rully menekankan pentingnya membangun suasana senang pada anak-anak, agar mampu dengan mudah mempelajari hal-hal yang sesuai dengan potensi maupun minatnya.
“Kenapa anak-anak suka sulit disuruh belajar, karena mereka berada dalam suasana yang tidak mendukung. Coba mereka senang, tidak disuruh pun akan rajin belajar,” ucapnya seraya mengingatkan bahwa anak-anak bukan “orangtua kecil”.
Penciptaan suasana senang, gembira, baik di rumah maupun di sekolah, akan mampu menggali potensi bakat yang bersangkutan, sehingga dapat memudahkan proses penjurusan di SLTA maupun pemilihan program studi ke jenjang perguruan tinggi.
Ia mengingatkan, bahwa selama ini banyak terjadi anak-anak menempuh studi yang sebenarnya tidak sesuai dengan potensi bakatnya, hanya karena menuruti keinginan orangtua atau minat sesaat yang didasarkan ajakan teman atau bahkan sekedar gengsi.
“Janganlah kita memaksakan anak-anak menempuh studi pada bidang yang tidak sesuai potensi, apalagi tidak diminati. Hal itu sama saja kita ’memenjarakan’ mereka selama masa studi. Tetapi kalau belajar sesuai potensi bakat, maka mereka akan enjoy dan hasilnya bisa memuaskan,” tambahnya.
ABD
Sumber : Antara
Keluarkan Potensi Anda
Selasa, 20 Januari 2009 | 09:44 WIB
Sudah mengetahui bakat yang dimiliki? Mulailah Anda mengembangkannya. Namun jika belum tahu apa bakat yang dimiliki, belum terlambat untuk mengetahuinya. Anda hanya butuh empat kunci berikut untuk mengeluarkan potesi Anda yang sesungguhnya.
1. Keahlian
Pernahkah Anda mempelajari sesuatu yang benar-benar baru dan ternyata Anda dapat menguasainya dengan mudah? Atau mengerjakan sesuatu lebih cepat dari rekan lain? Bisa jadi, itulah bakat yang sedang memanggil, menunggu Anda melepaskan dan mengembangkannya.
Jika Anda dengan mudah bisa menyelesaikan sebuah perhitungan saat orang lain menyumpahi kalkulator, itu artinya bakat Anda sebagai seorang akuntan atau banker sedang berusaha muncul dan menyapa Anda. Nah, pikirkanlah hal-hal yang begitu mudah bagi Anda tetapi tidak bagi teman-teman. Kemudian, perhatikan bakat apa yang tengah bekerja pada diri Anda.
2. Ketertarikan
Cara lain menemukan bakat adalah dengan memikirkan hal-hal yang begitu Anda inginkan. Seringkali hal-hal yang menarik perhatian selalu berkaitan dengan kemampuan alami atau bakat. lni merupakan suatu pola konsisten dalam hidup dan bukan sekadar cara menghabiskan waktu alias hobi semata.
Nah, coba pikirkan apa yang paling Anda ingin lakukan seharian? Menonton film? Melatih hewan? Menata barang? Memainkan alat musik? Atau membaca buku? Sesuatu itu tidak harus yang menjadi ambisi Anda, meski ambisi merupakan petunjuk kuat adanya bakat yang tengah bekerja.
Jika Anda seorang pembaca yang tekun atau rajin menulis di blog, bisa jadi bakat tersembunyi Anda adalah menulis. Atau bisa saja ketertarikan pada buku membawa Anda pada karier kepustakaan, penerbitan, dan lain-lain.
3. Kepuasan
Apa yang membuat Anda merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam bekerja? Pekerjaan apa yang membuat Anda begitu hanyut dan merasa tak ingin berhenti saat mengerjakannya? Bagi para atlet, perasaan hanyut sering terjadi ketika mereka berolahraga. Sementara bagi para ahli komputer, perasaan hanyut terjadi ketika mereka menghadapi piranti lunak.
Dalam keadaan hanyut, kita memang menjadi sangat terfokus pada kesempatan untuk menggunakan bakat. Alhasil, pola gelombang otak kita saat itu begitu mirip dengan pola gelombang otak ketika kita tertidur lelap. Nah, sekarang apa yang membuat Anda terhanyut? Jika Anda belum juga menemukan, pikirkan suatu kegiatan yang membuat Anda terlibat sepenuhnya. Mungkin bakat Anda ada di sana.
4. Kebiasaan
Pernahkah Anda dipuji karena kemampuan atau sikap Anda? Misalnya, orang menilai Anda sebagai karyawan yang sangat teratur atau ide pemasaran Anda hebat, atau Anda pendengar yang baik, dan lain sebagainya. Lewat komentar orang-orang di sekitar, Anda juga bisa mengetahui kemampuan alami Anda.
Ketrampilan alami memang bisa muncul dalam berbagai cara. Namun, kadang kita menganggapnya biasa saja karena ketrampilan itu sudah sangat melekat sehingga hampir tak disadari kehadirannya.
Lalu, bagaimana mengenali bakat itu? Coba cermati apa yang membuat orang tertarik pada Anda, mengenali Anda atau terfokus pada Anda? Apakah Anda menjadi tempat curahan hati teman-teman? Atau mereka selalu meminta pendapat Anda soal pakaian? Nah, di sanalah bakat Anda tersimpan. Anda hanya perlu mencari kesempatan untuk mengembangkannya. (Chic/Erma Dwi Kusumastuti)
Ciri-Ciri Anak Berbakat
Selasa, 7 Oktober 2008 | 11:53 WIB
Dalam bukunya, Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, Prof. Utami Munandar menuliskan indikator keberbakatan sebagai berikut:
* Ciri-ciri Intelektual/Belajar:
Mudah menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas, penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab-akibat), daya konsentrasi baik (perhatian tak mudah teralihkan), menguasai banyak bahan tentang berbagai topik, senang dan sering membaca, ungkapan diri lancar dan jelas, pengamat yang cermat, senang mempelajari kamus maupun peta dan ensiklopedi.
Cepat memecahkan soal, cepat menemukan kekeliruan atau kesalahan, cepat menemukan asas dalam suatu uraian, mampu membaca pada usia lebih muda, daya abstraksi tinggi, selalu sibuk menangani berbagai hal.
* Ciri-ciri Kreativitas:
Dorongan ingin tahunya besar, sering mengajukan pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah, bebas dalam menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan, menonjol dalam salah satu bidang seni, mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya serta tak mudah terpengaruh orang lain, rasa humor tinggi, daya imajinasi kuat, keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya.
Dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal yang jarang diperlihatkan anak-anak lain), dapat bekerja sendiri, senang mencoba hal-hal baru, kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).
* Ciri-ciri Motivasi:
Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama, tak berhenti sebelum selesai), ulet menghadapi kesulitan (tak lekas putus asa), tak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi, ingin mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan, selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tak cepat puas dengan prestasinya), menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah “orang dewasa” (misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya).
Senang dan rajin belajar serta penuh semangat dan cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (jika sudah yakin akan sesuatu, tak mudah melepaskan hal yang diyakini itu), mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian), senang mencari dan memecahkan soal-soal.
Indah Mulatsih ============= ===== ========== LIMA LANGKAH MUDAH MENCARI BAKAT DIRI==== dari gusti bob kompasiana =====================
Menurut kamus dan pendapat banyak ahli, bakat (talenta) adalah anugrah—berfungsi sebagai penyokong alami—bagi seseorang yang memilikinya. Semacam kemampuan alami yang kita miliki, mulai dari berbagai jenis kreatifitas hingga atletisitas. Kita semua memilikinya, hanya saja seringkali dan kebanyakan dari kita tidak tahu bagaimana cara mengetahui apa talenta kita. Sesekali mungkin sesungguhnya bakat itu muncul ke permukaan tetapi kita tidak menangkapnya.
Tidak percaya? Silahkan coba tanya 10 orang yang anda kenal apa bakat mereka, jawabannya kemungkin beragam dan sebagian besar pasti menjawab ‘tidak tahu’. Bukan karena mereka merendah, tapi kenyataannya mereka memang tidak tahu. “Loh koq bisa?” mungkin anda ingin bertanya. Karena secara alamiah kebanyakan orang tertutup terhadap hal-hal yang terkait dengan kemampuan alami mereka. Sehingga bisa dibilang, harta karun ini terlewatkan begitu saja—tak tersentuh selama bertahun-tahun.
Padahal, sesiapapun yang mampu mengenali bakat tersembunyinya, dia akan memasuki sumber daya mengagumkan yang bisa membantu dalam setiap aspek kehidupannya—termasuk aspek kewirausahaan. Apakah itu untuk menentukan jenis usaha yang paling tepat untuk dirintis, atau untuk mengembangkan bisnis yang telah dimulai, mungkin jawabannya ada diantara bakat tersembunyi tersebut.
Menemukan bakat tersembunyi jauh lebih sederhana dari yang anda bayangkan. Menurut saya, setidaknya ada 5 cara mudah untuk menemukan bakat tersenyembunyi anda;
1. Dengarkan orang lain – “Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, kuman di seberang lautan kelihatan”. Ungkapan yang sama juga berlaku dalam melihat bakat tersembunyi. Dibandingkan diri sendiri, orang lain—seringkali—jauh lebih tahu dibandingkan anda. Besar kemungkinannya orang lain sudah pernah (bahkan berkali-kali) mengatakan bahwa anda sangat menguasai bidang tertentu. Hanya saja selama ini mungkin anda mengabaikannya—tidak menganggap serius. Sekarang saatnya mulai mendengarkan.
2. Temukan sesuatu yang sangat mudah dilakukan - Suatu saat mungkin anda melihat seseorang [dengan jenis kelamin dan usia yang sama] begitu kesulitan melakukan sesuatu, tetapi anda bisa melakukan aktifitas yang sama dengan super mudah. Lain waktu, anda menemukan orang lain perlu ambil kursus atau sekolah khusus untuk melakukan sesuatu tetapi anda bisa melakukan hal yang sama dengan sangat mudah tanpa kursus atau sekolah khusus. Berarti aktifitas tersebut adalah bakat tersembunyi anda.
3. Temukan sesuatu yang paling anda nikmati – Bakat tersembunyi sering kali menunjukan dirinya sendiri ke permukaan. Adakah majalah untuk topik [atau komunitas penghobi] tertentu yang tidak bisa anda lewatkan? Atau suatu aktifitas yang sangat ingin anda lakukan tetapi selama ini tidak karena keterbatasan tertentu [waktu/biaya/alat]. Besar kemungkinan aktifitas tersebut adalah bakat tersembunyi anda. Tidak ada jaminan pasti bahwa setiap yang anda sukai merupakan bakat tersembunyi anda, tetapi kerap ada diantaranya.
4. Temukan sesuatu yang sering anda bicarakan – Adakah topic tertentu yang anda sadari atau tidak, selalu menjadi topik anda? Suatu ketika mungkin anda membicarakan topik lain, tetapi ujung-ujungnya lari ke topik yang biasa anda bicarakan lagi. Bisa jadi aktifitas yang ada dalam topik tersebut adalah bakat tersembunyi anda, atau setidaknya terkait.
5. Tanyakan pada orang lain – Dalam banyak hal, cara termudah dan tercepat untuk mengetahui sesuatu adalah dengan bertanya. Tanya pada siapapun yang anda pikir bisa dan bersedia memberikan penilaian yang obyektif. Tidak selalu orang terdekat [pacar/pasanga], bisa jadi mereka justru paling tidak obyektif. Minta mereka mengabaikan kebiasaan-kebiasaan buruk anda, yang anda butuhkan hanya kelebihan anda [anda tidak sedang merenungi hidup, tetapi menggali bakat tersembunyi]. Sebisa mungkin usahakan dengan pertanyaan langsung “menurut kamu, apa bakat aku?”. Tanyai mereka secara terpisah, catat. Setelah semua jawaban terkumpul, perhatikan sesuatu yang paling sering disebutkan [oleh orang berbeda]. Jika jumlah orang yang anda tanya cukup banyak, saya yakin pasti ada sesuatu yang sering disebutkan. Anda boleh tersenyum, karena 90% itu adalah bakat tersembunyi anda.
“So what?” mungkin anda bertanya demikian.
Bakat tersembunyi anda dapat diperguakan untuk mendukung kreatifitas anda, mulai dari hal terkecil hingga urusan pekerjaan, bahkan wiraswasta. Bayangkan jika ternyata anda berbakat untuk bidang tertentu, tetapi selama ini anda lebih banyak berputar-putar dibidang lain. Itulah salah satu penyebab mengapa ada orang yang pada masa tertentu tiba-tiba saja menjalankan bisnis yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, tetapi boom! Sukses. Karena mereka baru saja menemukan dan menggunakan bakat tersembunyinya. Bakat tersembunyi bisa anda manfaatkan untuk banyak hal, entah itu untuk membuat produk atau jasa yang ingin anda kembangkan, bahkan untuk menambah jaringan hubungan.
Lebih dari itu, saat bakat tersembunyi anda sudah tergali dan termanfaatkan dengan maksimal, segala sesuatu yang anda lakukan akan berjalan dengan lebih efektif, usaha dan energi teralokasi benar-benar pada sesuatu yang benar-benar merupakan kelebihan anda. Saat bekerjapun anda tidak akan meresa bekerja, melainkan benar-benar merasa sedang menjalani hidup. Hidup yang ringan, seimbang dan menyenangkan. ~Gusti Bob.
========
@eko.. wah kamu sudah ada sesuatu yang menonjol..tinggal poles. ambil kuliah nerusin jurusan kamu di SMK juga ok, kalau kamu kerja lulusan SMK itu yg diambil skillnya jadi kayaknya kamu perlu asah di handskillnya, untuk programing, electronic/electric, tek kimia,tek fisika atau mech design, etc. kalau pengin kuat di skill ambil poltek(d3), kalau pengin kuat di theory/design ambil di S1nya.. selamat menempuh masa/periode baru yang penuh harapan dan tantangan..
Posted by 3setiyanto | May 23, 2012, 1:58 pmAku eko,skarang mau lulus smk,bis itu bingung mau ngapain,sejak sd smpe smk ku rata2 masuk 3besar untuk urusan nilai,ku suka dirumah,menghayal pi jarang praktek,senang mmberi nasehat/perintah,saya suka bila ada permainan/ dimana ada yg menang/kalah,hnby maen game,jarang kumpul dg tmn2,ketika meringkas pelajaran sy dpt mengambil isinya dg ringkasan sndiri(tdk mnurut bukunya) kira2 klo mau kuliah or kerja apa y yg cocok buat saya,.
Posted by Eko | May 23, 2012, 9:11 ambagus.. terimakasih..
sangat membantu..
Posted by nurhidayah usman | May 13, 2012, 3:37 pmmemotivasi banget
Thanks
Posted by Vaandemash Foevaa | April 16, 2012, 12:28 pmbagus sekali artikelnya,.
terimakasih,.smoga brmanfaat
Posted by bintang | April 6, 2012, 6:59 pm@intelektual muda, silakan kopas..semoga bermanfaat.
Posted by 3setiyanto | March 14, 2012, 9:08 pmwew keren mas .. izin kopas ya…
Posted by intelektual Muda | March 14, 2012, 8:59 pmterima kasih ats saranna…..
Posted by yani | February 23, 2012, 3:53 pm@yunita..kyaknya kamu sama dengan yani atau yuni yaa.. saran dari ku sama..lihat koment sebelumnya. elektro, mesin,kimia,sipil,geologi,geodesi,geofisika,instrumentasi,statistik,,,,etc
Posted by 3setiyanto | February 16, 2012, 9:17 pmmohon bntuan ba…..
sy sbntr lg mo kuliah tp msih bingung mlih jrsan xg mna,saya dlm pljran cpat mengkpnya tp jga mdh hlang na… sy lbh ska mnghtung n sy mrasa daya ingt sy trhdp plajran mnjd brkrang alias hnya smntara. sya suka nnton film, mndngarkan music, nnton bola, n dengerin teman crita. sy suka jlan2 mlhat pmandngan. sy gak ska kluyuran dbanding kluyuran sy lbh mmilih tidur drumah. sy orngna krang tliti, suka mengkritik tp slit mmbrikan saran.
terima ksih….
Posted by winta mardila yunita | February 16, 2012, 7:48 pmbntar ge q bkal mlih jrsan untk kuliah tp smpae skrng msh bnggung apa yang mw d ambil…
q ska nnton,cpat mngkap pelajarn tp hlang nya jga mdh..q lbh ska xg sfat nx htung2an….mhon bntuan..trimsss…
Posted by winta mardila yunita | February 16, 2012, 7:42 pm@yani..Kamu masih menyimpan potensi yang banyak.. hanya kurang fokus, cari yang paling asyik..itulah bakat kamu (bukan tidur lho), lakukan semua hal positif yang mampu kamu lakukan kyaknya kamu bisa berhasil di beberapa hal asal fokus..untuk kuliah jurusan teknik/science lebih cocok..tapi jangan lupa nanti untuk ikut kegiatan di kampus biar disamping utk menajamkan bakatmu juga membuatmu lebih peka sosial, melatih kerjasama dan orgnisasi, dan..semoga sukses..
Posted by 3setiyanto | February 15, 2012, 4:04 ammohon sarannya…..
sy sbntr lg mo kuliah tp msih bingung bkat n minat. dlu dr sd smpai smp sy sngt ska mnghpl tp smenjk sma sy lbh ska mnghtung n sy mrasa daya ingt sy trhdp plajran mnjd brkrang alias hnya smntara. sya suka nnton film, mndngarkan music, nnton bola, bca novel n dengerin teman crita. sy suka jlan2 mlhat pmandngan tp gak ska jlan2 yg gak jlas n mnghbiskan wktu. sy gak ska kluyuran dbanding kluyuran sy lbh mmilih tidur drumah. sy orngna krang tliti, suka mengkritik tp slit mmbrikan saran. jd kira2 ap bakat sy ya?????
terima ksih….
Posted by yani | February 14, 2012, 9:09 pmlengkap sekali artikelnya,ada cara mudah cepat dan akurat untuk mengenali bakat anak anda yaitu dengan scan sidik jari
Posted by zoel | February 12, 2012, 9:59 am@yuni insyaalloh di universitas nanti bakatmu akan semakin nampak, kamu pilih saja misalnya jurusan teknik/science.., atau yang kira2 sesuai dengan cita2mu, terus hobi yang lain kalau ada tekuni saja aktif ikuti saja kegiatan di universitas yang banyak pilihan itu..bisa jadi bakat menonjolmu tidak sama dengan jurusan kuliah kamu, gpp itu biasa. gali terus dan sukses selalu..sebagai apapun kamu
Posted by 3setiyanto | January 30, 2012, 8:34 pmkak aq mo nanya…
aku tu bingung dengan bakat aq, apalagi sbentar lagi mau pilih jurusan untuk kuliah..
tolong kak masukannya….
aku itu suka dengan pelajaran yang bersifat hitungan, tentang alam juga suka…
suka menggambar, nonton film juga ska….menurut kakak aq pantesnya milih jurusan apa ya???
tolong ya kak..
Posted by yuni | January 30, 2012, 7:48 am@dik Farlian..berbahagialah kamu, karena banyak bidang bertumpu dari bidang ini, gampang mempelajari matematika dan bhs inggris berarti mempunyai kecerdasan diatas rata2, science dan teknik juga ekonomi cocok buat anda..cari yang paling enjoy, semakin fokus, jangan lupa seni dan sosialisasi membantu menyeimbangkan hidup..tetep semangat selalu.
Posted by 3setyanto | January 25, 2012, 6:08 pmkalo bakat diliat dari nilai akademik dirapot bisa gag mas??
soalnya org banyak yang bilang saya bagus di matematik sama b ing nya
terima kasih ya mas
Posted by farlian | January 25, 2012, 8:54 am@Farlan.. jiwa muda mang gituu, gimana kalau kerja sambil kuliah lagi..pasti seru, atw coba dulu gali ilmunya yang banyak di pekerjaan sy yakin masih banyak hal yang perlu kamu ketahui. siapa tahu ntar cocoknya jadi pengusaha komponen otomotif..cari pluang lain sah2 saja ..sukses selalu.
Posted by 3setyanto | January 24, 2012, 7:29 pmmas skrg umur saya 18 sya udh kerja dbidang otomotif udh hmpir 7 blan tapi skrg2 ini udh mlai gag nyaman sama kerjaannya, udah gag seru gitu sama yg namanya otomotif, cz dari diri ngerasa gag cocok kerja diotomotif, ya gag ada bakat juga lahh,, minta pencerahannya dong masss
Posted by farlian | January 24, 2012, 11:52 amkebetulan q punya anak balita,penginnya sih ngasih pendidikan yang sesuai bakatnya. thanks artikelnya,membantu bgt.
Posted by kintan aulia | January 11, 2012, 9:31 pmTerimakasih banyak. Sangat membantu!!!
Posted by Tiwi Triple S | January 6, 2012, 7:43 pmjika kmu suka hitung2n, gk suka di lapangan masuk saja ke matematic/ komputer/ atw fisika..tapi anda harus serius di dunia science, kalau tidak anda akan lebih berat untuk survive. kalau kemampuan anda biasa pilih di teknik saja misal kepepet swasta gpp..
Posted by 3setiyanto | January 3, 2012, 8:28 pmThanks atas infox… Sy mw tanya, sy suka hitung”an & g’ suka kerja yg langsung terjun ke lapangan… Kira” jurasan kuliah yang pas i2 apa? Tolong saranx…:-)
Posted by Hardianti MA | January 3, 2012, 11:32 am@bagus..keahlian..bakat lebih dari 1..5/6 bergembirallah anda dapat anugrah yang besar, pilih salah satu/2 biar fokus dan menghasilkan secara konomi bisa menopang hidup..sambil kadang2 kerjain yg lain utk hobi…enak kan..(abu hakeem)
Posted by 3setiyantoa | December 15, 2011, 9:51 pmbgaimna bla punya k ahlian it tdax hnya 1 tp 5 atau 6. Kpuasan it muncu£ ktka mlxukan hal it smua
Posted by bagus | December 15, 2011, 4:22 pm@hamzah.. untuk menemukannya bakat emang harus di stimulus dari luar..tapi klo dah dpt harusnya gak ngaruh apa yg diluar sana..tentunya niat yang kuat untuk mngembangkan potensi itu yg harus dipupuk..mungkin kamu sdg demen yang lain..gpp U msh SMA explore semuanya, siapa tahu ada mutiara lain di kamu yg blum ktemu..usaha dan motivasi yang kuat akan mengantarmu kpd kesuksesan…apapun bidangnya..
Posted by 3setiyanto | December 3, 2011, 1:48 amMas…. dulu waktu kelas two ane like banget ama biologi! tpi di klas 3 agak kurang demen simkuring di biologi!!!
pertanyaannya “Apakah bakat bisa di ubah oleh faktor tertentu?”
Posted by Hamzah sayyid As Suhada | December 2, 2011, 8:01 pmbuat bro Herman… jangan galow gitu..emang nya apa bakat harus menonjol biar sukses..gak lah. Anda coba tekuni satu macam saja misalnya atau jalanin aja yg memberikan peluang (finansial di kemudian hari) jangan egois dong ortu kamu kan juga ngarepin sesuatu dari kamu..coba kuliah dipaksain amp lulus..latihan ketabahan sedikit kenapa.. hayo pasti bisa, kamu dah sadar berarti kunci dah kamu pegang, tinggal buka pintu dan masuk..dah aku tunggu di dalam. semoga suksess..
Posted by 3setiyanto | November 23, 2011, 10:24 pmMas gw lagi bingung nih sama bakat apa sih yg ada dalam diri gw, gw sekarang umur 21 tahun udah dua kali gagal kuliah. Gw sudah coba semua jenis2 bakat; entah bakat entertain,bakat sport,bakat menulis,bakat turnamen game,dll dan semua nya tidak cocok sama gw bahkan bakat intelektual sepertinya tidak cocok sama gw fyi gw sempat kuliah di ptn jurusan akuntansi sama pts jurusan manajemen. Jujur tidak ada yg buat gw merasakan feel yg berbeda sehingga dari sini gw mulai bertanya “Apakah gw terlahir sebagai sampah tanpa bakat?”, pertanyaan saya “Adakah Manusia yg terlahir tanpa bakat/talent?” Trims
Posted by Herman | November 23, 2011, 3:17 pmthanks,bermanfaat banget:D
Posted by Dessy Farentya | November 20, 2011, 6:04 pmkumpulan artikel yang muaaantab… ^_^
Posted by Khoirul says | November 18, 2011, 8:06 am@tedi, betul sekali.. brgembiralah jika telah menemukan..tiggal melatih, mengasah agar lebih tajam, kuat, dan bermanfaat, kedua juga betul.. anda bisa multi talenta katanya.. tetapi biasanya yang sukses adalah yang fokus..ups..ini hanya pendapat saya sebagai orang tua. Sukses selalu buat Tedi.
Posted by 3setiyanto | November 12, 2011, 4:22 amSangat bagus gan artikelnya..
klo boleh tw, apa semua yg kita sukai dan rileks saat mengerjakannya itu adalah bakat kita ?
apakah bakat bisa lebih dari satu ?
Posted by Tedi Yunus | November 11, 2011, 1:48 pmmakasih sdh di kasih tau mas
Posted by rezki amaliah | October 26, 2011, 8:37 pm@mbak sabar.. eh laila..insyaalloh saya bisa nulis atau kopas.. yang pnting info ter update
Posted by 3setiyanto | October 10, 2011, 5:01 pmhemmmmmmmmm
Posted by Sabaratul Laila | October 7, 2011, 4:58 pmDI TUNGGU ARTIKEL BERIKUTNYA…………!!!!!!!!!!!
Posted by Sabaratul Laila | October 7, 2011, 4:57 pmgood….., i like it.!!!!!!!!
Posted by sabaratullaila | October 7, 2011, 4:08 pmterima kasih atas artikelnya, sangat membantu sekali bgi saya untuk mngetahui bakat saya
Posted by reki | September 20, 2011, 5:13 pmnice info gan…thank.
Posted by Fan-fan | September 12, 2011, 7:19 amsae sanget infone mas…
Posted by eswe | September 4, 2011, 4:33 pmwah maturnuwun, mantap!!!
Posted by symplyer | August 24, 2011, 8:32 pmo begitu ya
Posted by Herlia Sllalu Brsma | August 20, 2011, 2:03 pm@bro symplyer..faidza azzamtu fatawaqal alllah, walaaqoula walaaquuwata illabillah. Jika kau telah ber azzam (keinginan yang kuat) maka jangan hiraukan penghalang dengan selalu tawakal kepada Allah..insyaalloh anda sukses. maha benar janjiNya.
Posted by abuhakeem | August 18, 2011, 8:23 pmMungkin ini sulit bagi ane, tapi semangat dah, ada kemauan pasti ada jalan
walopun sulit
Posted by symplyer | August 18, 2011, 12:08 pmTerimakasih., Artikel yang bermanfaat
Posted by khoenaifi | August 16, 2011, 8:59 pmyoi mas bro………….tengkyu
Posted by eneswe | July 26, 2011, 12:48 pmdik putri msh SMA yaa..sorry kirain dah kuliah. Selamat anda telah menentukan langkah, Doa kami untuk anda smoga sukses selalu..tetap optimis dan semangat jalan didepan begitu luas dan mnantang.
Posted by 3setiyanto | July 1, 2011, 11:38 ammakasih banyak mas,, ortu saya selalu memberi pengarahan tentang ipa dan ips,, semua emang ada plus minusnya,, tapi saya lebih ditkankan masuk ipa karna katanya pilihan kerjanya lebih banyak dibanding ips,, dan walaupun saya gak terlalu suka sama itung”an saya sekarang berusaha skuat tenaga mask ipa(bio) dan merubah pikiran saya,, yang penting saya hars senang dulu sama peljran ipa dan mencoba untuk meraih impian saya dengan terus berlatih,,doakn y ms,,hhe,,
Posted by putri | July 1, 2011, 8:42 am@mb’ Putri:Nilai raport bisa jadi cerminan tapi juga kadang kebetulan..Kalau Pilih Ipa tp anda tidak suka itung2an pilih kedokteran, farmasi, Biologi. Tetapi jika anda tidak suka itung2 an masuk ekonomi juga sulit berkembang karena jurusan ekonomi seharusnya diikuti orang yang matang perhitungannya..Kalau IPS yg gak ada itung2an yaa psikologi, komunikasi dsb.. Pilih yang realistis untuk berhasil, masalah bakat.. sangat mungkin dikembangkan ketika kuliah dan setelah itu yg penting jalani dng optimis semangat..kerja keras.. good luck.
Posted by 3setya bukan psikolog | June 30, 2011, 11:54 am@mas bambang bukankah seharusnya anda sendiri yang lebih memahami potensi dan bakat anda dengan parameter uraian di artikel diatas, kalaupun ada bakat tapi tidak ada yang menonjol bukanlah masalah semua sukses karena latihan. Pilihlah jurusan yang kira2 ada kemungkinan berhasil atau juga kalau sulit yang pentng anda senang dan kemudian belajarlah bertanggung jawab terhadap pilihananda..istiqomah tidak pernah bosan, insyaalloh akan terbuka lebar jalan didepan anda…
Posted by 3setiyantotri bukan psikolog | June 30, 2011, 11:47 amsaya masih bingung harus mask jurusan ap ipa/ips biar gak salah pilih,, karena nilai ipa diraport lebih besar daripada ips ,, tapi sebenarnya saya gak terlalu suka itung”an,, mungkin nilai ipa saya lbih bsar karena stiap ada tugas yang susah selalu nanya k kka,, nah sekarang saya bingung ,,karena di ipa saya ska biologi,, tapi di ips saya ska ekonomi,, mhon sarannya,,,
Posted by putri | June 30, 2011, 11:17 amsaya sudah gagal kuliah sekali karena itu memang bukan bidang saya(masuk jurusan atas dasar tekanan orang tua) dan sekarang saya bingung harus masuk bidang apalagi,orang tua saya uda cape ngasih tau saya untuk kuliah sesuai keinginan saya sendiri,tapi saya sendiri tidak tahu potensi dan bakat saya dimana. bagaimana solusinya ya ??
Posted by bambang | June 30, 2011, 8:00 amsangat inspiratif sekali mas,masukan untuk bahan pertimbangan
Posted by ardi sugeng | May 30, 2011, 7:29 pmbagus sekali uraian di atas mengenai bagaimana cara mengetahui potensi bakat bagi diri kita dan anak anak..itu bisa menginspirasi dan memotivasi kita untuk tetap berusaha untuk menjadi pribadi yang sukses.
Posted by Nisha | May 16, 2011, 9:21 amthank ma stiyanto buat artikelnya, saya jadi lebih tahu penjelasan bakat itu sendiri apa?
Posted by agie | April 16, 2011, 6:14 pm@Tia, kuliah bukan tujuan hidup, atau satu-satunya jalan.. tapi salah satu jalan. bisa jadi potensi mu yang menonjol diluar bidang kuliah itu gak masalah.. selesaikan dulu kuliahmu nanggung sebentarlagi kelar, sy yakin banyak manfaat yang kamu dapat. sambil berusaha menemukan potensi sejatimu..tidak harus dibidang yang sama dengan kuliah seseorang kudu berhasil…you are just start walking in the real life.. banyak bidang2 lain menantang di depan mu. semoga sukses,
/\
Posted by bukanpsikolog | March 26, 2011, 7:20 pmwah….saya bingung nih…. saya kuliah udah hampir 5 thn. kmngkinan saya lu2s kul 5 setengah tahun. yg saya bingungkn,,saya merasa disini bukan bakat saya. banyak dari mata kuliah yang saya ambil lulus dengan nilai memuaskan. tp itu bukan murni nilai saya,,bahkan saya bisa di katakan tidak mengerti. apa saya harus pindah kuliah? tapi kalau pindah rasanya sudah tanggung banget. saya harus gmana ya? tolong kasih saran donk….
Posted by tia | March 25, 2011, 6:29 pmWow keren!!,,,,artikelnya sangat cocok dengan penasaranku selama ini.saya selalu mencari kemampuan apa sih yang menonjol pada diri saya.dan artikel anda bisa untuk di jadikan pembelajaran untuk lebih berani mengambil keputusan dari pengetahuan di atas.thx….
Posted by ari mustofa | March 16, 2011, 9:12 amThaks ya kk atas infonya! ! ! ! !
Posted by Ebni_Match | February 23, 2011, 4:17 pminfonya mantap..bos …
Posted by sandysastranegara | February 4, 2011, 2:14 pmoke,,, q seneng bacana,,,
Posted by yustitia | November 27, 2010, 10:18 amwalaikum salam wrwb,
explore seluruh bakat anda dan cari dimana merasa enjoy dan tanpa kesulitan untuk melakukannya. Nah di situ usahakan ansa lebih fokus. Tapi kadang2 bakat berbeda dengan jalan sukses boleh jadi jalan kesuksesan anda diluar bakat dan minat anda. No problem it’s life.
Posted by 353tiyanto | November 13, 2010, 2:52 amAs Wr Wb :
Saya masih mengamat-amati bakat minat potensi diri saya,karna itu mohon pencerahan mengenai talenta bakat dan minat seseorang agar mudah mencapai sasaran dan tujuan
Wassalam :
Suryadi sofyan
Posted by suryadi sofyan | November 12, 2010, 6:34 pmsebelumnya saya ingin mengingatkan, Apakah pemilihan jurusan dulu saran orang tua, keinginan sendiri, atau karena ingin menyenangkan kepada orang tua. Saya kira bakat bisa berbeda dengan jurusan kuliah. Coba gali bakatmu yang lain dan tekuni sebagai Hobi/ kegiatan extra. Sedang fokuskan kuliahmu agar cepat selesai shg ortu juga gembira dan kemudian km bisa konsen ke hobimu, moga2 sukses (sori bukan psikolog nih)
Posted by Tri Setiyanto | October 11, 2010, 7:54 pmAq msh bingung,apa bkat aq . .
Wktu di sma ,aq hmpr slalu mndptkan rngking 3 bsar, .
Aq lbh cpt menangkap n mdh mncerna pljran yg berbau pnjlasan, tulisan, ato pun pnguraian. .drpd pljrn yg soal itung2an. .
Dan aq pun sring mndptkan nilai trtinggi di kelas ,paling srg dpt nilai bgus di pljran yg berbau hafalan,tp pljrn itungan jg sring.. .
Skrg,aq mlnjutkan kuliah jrusan tknik elektro, n ini pljran nya itung2an smua n menckup pljran pokok fisika. .
Tp, koq aq mrs sulit utk mencerna pljran ini, aq jd blum bs mndpt kan kpuasan yg sprt dlu aq rzakan. .
Apakah aq yg slah ambil jrusan ato aq yg mmg krg brbkt di bdang itu, tp ayah ku seorang pegawai di bidang kelistrikan jg.,apkah ada hub nya,bkat yg di trunkan dr ayah ku. .
Atao krn aq yg krg mlatih diri n brusaha smaksimal mgkn ? , .tlong bgamn pndpt nya. .
Posted by Ria | October 11, 2010, 6:27 pm@eritra zahra. Eman dong kalau gak di latih and di kembangin sedang kita tahu bakat kita, siapa tau bisa sukses di situ.. selagi ,muda exsplore semua potensi dirimu..dengan berlatih dan berusaha. (sory omongan orang tua)
Posted by setyatri | September 19, 2010, 10:21 pmkalau kita sudah tau bakat kita tapi tidak mau melatihnya tuh bakat bisa ilang g?……………….
Posted by eritra zahra | September 17, 2010, 11:53 amAssalamu’alaikum,,
kalau boleh ikut berkomentar, artikelnya bagus. tetapi apabila ditambahkan lebih banyak lagi dengan cotoh kesukaan/hobi dan kaitannya dengan potensi di masa depan menjadi seorang apa, sepertinya akan lebih bagus lagi.
Wassalamu’alaikum.
Posted by Saepul | August 23, 2010, 2:41 pmThx bgt infonya.. info yg sgt bgs, sgt membantu
Posted by Uniqua | August 9, 2010, 12:15 pmJd mkin yakin dgn bkat dri sndiri,
makasih ya……
Posted by Andy | June 8, 2010, 12:58 pmmatur suwun, artikelnya oke banget.
Posted by O'poel | May 5, 2010, 10:39 pmwahh….cukup puas aku mmbacanya..,.
Posted by dwi pandoyo | April 28, 2010, 3:24 pmbagus artikelnya. makasih mas.
bakat jika dicari susah ketemunya, tanpa kita sadari sebenarnya bakat itu muncul, saat kita terjebak pada suatu sikon dimana kita dipaksa, saat kita dapat keluar dari sikon tersebut, rasa puas dan bangga sering menyelimuti.
keep spirit dan terus upload artikel yang bagus…
Posted by tukangledeng | January 31, 2010, 6:49 pmSiiip bgt nih!!thx,,
Posted by Eva Mafiara | January 22, 2010, 5:34 pmwah.. bisa dijadikan referensi nih….
Posted by ijal | July 18, 2009, 7:21 ammantab…. info yg menarik..
Posted by Donie | July 9, 2009, 5:22 pminfo yang bagus…trim’s
Posted by sistem informasi sekolah terpadu | July 7, 2009, 6:21 am