Sebenarnya sungai di hilir itu merupakan indikator dari banyak hal, mulai tingkat sosial ekonomi kota itu sampai sejauh mana penguasa wilayah itu peduli dengan lingkungan atau konservasi alam. Seandainya saja hilir sungai ciliwung kirikanannya bersih ditumbuhi pohon yang rindang, atau di buat taman kota yang indah. Kapal/ perahu wisat hilir mudik, atu bahkan prahu untuk transportasi publik yang terjadwal dengan baik. Airnya bening tidak ada sampah yang dibuang disungai, juga ada larangan membangun rumah/ bangunan di bibir sungai… Tentunya negeri yang membangun ini dalam keadaan gemah ripah loh jinawe. Juga pasti pemimpinnya bisa mengkonsiervasi alam, lha airnya bening berarti tidak ada erosi kan..
Berikut ada berita yang mengatakan 70% Sungai kita Tercemar, menyedihkan…

PADANG, RABU – Sejumlah 70 persen sungai di Indonesia tercemar. Penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memperhatikan sanitasi. Sungai tercemar itu tidak bisa lagi digunakan secara maksimal untuk aneka kebutuhan.
Dari data dampak ekonomi dari sanitasi di Asia Tenggara tahun 2008, beberapa sungai yang tercemar adalah Sungai Deli, Sungai Batanghari, Sungai Musi, Sungai Air Bengkulu, Sungai Ciliwung, Sungai Citarum, dan Sungai Brantas.
Perilaku manusia yang menyumbangkan pencemaran sungai antara lain kebiasaan membuang hajat di sungai. Selain itu, tinja yang diserap oleh mobil tangki langsung dibuang ke sungai tanpa pengolahan terlebih dulu.
Di sisi lain, sungai masih menjadi tempat kegiatan masyarakat seperti mandi dan mencuci. Perusahaan seperti PDAM juga mengambil air baku untuk minum dari sungai.
“Cara mengubah perilaku manusia untuk buang hajat di sungai lebih efektif dilakukan dengan memberikan alasan-alasan berupa dampak ekonomi. Sebagai contoh, saya pernah memberikan argumen kepada masyarakat di tepi Sungai Batanghari, bahwa kebiasaan membuang hajat di sungai akan merugikan mereka karena air sungai digunakan untuk mencuci batang sagu yang akan dikirim ke Malaysia,” ujar Wahanuddin, tim teknis dari Dinas Kesehatan untuk Sanitasi Indonesian Sanitation Sector Development Program (ISSDP), Rabu (5/11) saat diskusi media di Padang.
Karena itu, peningkatan kesadaran sanitasi dibutuhkan untuk menjaga kelestarian sungai. (ART)
saya tinggal di Probolinggo, salam buat mas Ading (nama pangilan Muladi). Sampeyan juga di jakarta kah?
Posted by tri | March 17, 2011, 12:37 pmMas Tri sekarang tinggal di mana? Saya sering ketemu Muladi loh…
Posted by Lais Abid | March 17, 2011, 9:18 amsalam mas sesama warga gunung lawu..
Posted by tri | March 14, 2011, 7:26 pmnumpang lewat mas Tri…saya juga warga Ngargoyoso…..
Posted by Lais Abid | March 14, 2011, 9:10 am