//
you're reading...
Ekonomi Politik

China, yang kini merupakan negara dengan cadangan terbesar di dunia sekaligus pemegang surat utang terbesar kedua AS, menyatakan kesiapannya untuk mengatasi krisis.


Washington – Dampak krisis finansial yang kini sedang melanda Amerika Serikat (AS) bisa semakin serius. China, yang kini merupakan negara dengan cadangan terbesar di dunia sekaligus pemegang surat utang terbesar kedua AS, menyatakan kesiapannya untuk mengatasi krisis.
Perdana Menteri China Wen Jiabao mengingatkan, krisis di AS bisa memberi dampak yang lebih serius kepada masyarakat internasional. Ia juga mengingatkan perlunya kerjasama untuk mengatasi krisis tersebut.
“Gejolak finansial yang masih berlanjut, sesungguhnya telah memberi dampak pada banyak negara dan dampaknya kemungkinan menjadi lebih serius,” kata Wen seperti dikutip dari AFP, Kamis (25/9/2008).

 

“Untuk mengatasi masalah ini, kita semua harus membuat semua usaha secara bersama,” kata Wen dalam pidatonya di depan PBB. 
 

 

 

 

 

Presiden AS, George Walker Bush yang juga menghadiri telah menelepon Presiden China Hu Jintao untuk menjelaskan tentang masalah krisis finansial termasuk rencana penyelamatan bernilai US$ 700 miliar.

Menurut laporan media China, Presiden Hu mengatakan kepada Bush bahwa China menyambut baik rencana Washington untuk menstabilkan pasar finansial AS dan berharap bisa sukses.

PM Wen menambahkan, China juga siap untuk membantu masyarakat internasional yang kemungkinan terkena dampak dari krisis di AS. Ia menekankan, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk ‘permusuhan’ dan ‘penuh prasangka’.

“China sebagai negara berkembang besar yang bertanggung jawab, siap untuk bekerja dengan komunitas internasional lain untuk memperkuat kerjasama, membagi kesempatan, memenuhi tantangan dan berkontribusi secara harmonis untuk mencapai pertumbuhan dunia yang berkesinambungan,” katanya lagi.

China kini tercatat sebagai negara paling besar dan paling cepat pertumbuhan ekonominya.

China memiliki cadangan devisa hingga US$ 1,8 triliun dan sebagian besar diinvestasikan dalam surat berharga AS.
Congressional Research Service dalam laporannya di bulan Januari mengungkapkan, China kemungkinan memegang sekitar surat berharga AS senilai US$ 700 miliar per Juni 2006. China menjadi pemegang surat berharga terbesar AS setelah Jepang
 

 

 

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Belum ada komentar.

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,480 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: