//
you're reading...
Agama dan BUdaya

Memilih Pemimpin (dari mbah Ahmad Sukina)


dicuplik dari solopos Edisi : Jum’at, 17 Oktober 2008 , Hal.1
Memilih pemimpin
Memilih pemimpin sangat strategis untuk menentukan arah kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab pemimpin yang baik akan membawa rakyatnya menuju kesejahteraan hidup dunia akhirat.
Sayang sekali banyak orang yang menyikapi pemilihan pemimpin dengan acuh tak acuh. Terbukti dari besarnya ketidakhadiran dalam pemilihan dan banyaknya orang yang sekadar mencoblos kertas suara.
Ada tiga kriteria pemimpin yang layak kita pilih. Pertama amanah. Rasulullah saw pernah berwasiat: ”Ketika amanat disia-siakan maka tunggulah saat kehancurannya.”
Lantas sahabat bertanya: ”Bagaimana menyia-nyiakan amanat itu ya Rasulullah? Rasulullah saw menjawab: “Ketika amanat diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.”
Untuk itu teliti betul bakal calon pemimpin yang hendak dipilih. Sisihkan mereka yang terbukti tidak amanah dan tetapkan pilihan untuk balon yang paling kuat memegang amanah.
Di samping amanah seorang pemimpin sebagai pembesar suatu kaum harus memiliki paradigma berpikir sebagai seorang pelayan, tidak sebaliknya merasa sebagai seorang penguasa. Kabirul-qaum Khadimuhum, pembesar suatu kaum itu hakikatnya adalah pelayan mereka.
Ketika seseorang merasa dirinya sebagai seorang pelayan, maka dia akan berpikir: “Apa yang bisa saya perbuat untuk rakyat? Apa yang bisa saya persembahkan untuk kesejahteraan mereka?” Orang seperti ini akan sedikit bicara banyak bekerja.
Sebaliknya, orang yang merasa dirinya sebagai penguasa akan menuntut dilayani. Dia merasa berhak untuk mendapatkan pelayanan. Bahkan kalau ada yang kurang disuka, dia akan mudah tersinggung dan marah. Sebagai penguasa, dia akan banyak bicara tapi sedikit bekerja.
Agar Pemilu yang akan datang lebih berdaya guna dan berhasil guna, maka kita perlu berikan dukungan kita hanya kepada para pemimpin yang siap menjadi pelayan masyarakat.
Kriteria terakhir yang mesti kita pertimbangkan adalah bahwa seorang pemimpin itu harus faham bahwa dirinya akan bertanggung-jawab kepada Allah atas apa yang dipimpinnya. Tidak hanya sekadar bertanggung jawab kepada DPR atau DPRD, tidak hanya kepada atasan atau bawahan, tetapi kepada Allah.
Pertanggungjawaban seorang pemimpin itu tembus sampai akherat. Kullukum ra’in wa kullukum mas-ulun ‘an ra’iyyatih (Kamu sekalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.) Pertanggungjawaban kepada manusia di dunia ini bisa disiasati. Sedang kepada Allah, siapa yang mampu menyembunyikan diri?
Jangan terkecoh oleh simbol, bendera, dan nama partai. Jangan pula tertipu oleh retorika bahasa. Yang penting realita, bukan retorika. Memilih pemimpin karena partai bisa menyebabkan kita jatuh ke dalam ashshobiyyah yang berbau syirik.
Apalagi kalau wakil-wakilnya tidak amanah, tidak suka melayani, dan tidak bertanggung jawab. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk memilih pemimpin yang terbaik. Amin. – Oleh : Al Ustad Drs Ahmad Sukina Ketua Umum Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA)

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

One thought on “Memilih Pemimpin (dari mbah Ahmad Sukina)

  1. Mbah Ahmad Sukina ini Salah satu Ustads di SOLO yang pengaruhnya sangat luas meliputi Jogja Solo Madiun Ngawi khusus nya dan Seluruh Indonesia umumnya. Terutama dikalangan Komunitas Pengajian MTA.

    Posted by Tri Setiyanto | Oktober 18, 2008, 8:56 am

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,381 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: