//
you're reading...
Ekonomi Politik

Sepuluh Perintah Presiden Menghadapi Krisis


Sepuluh Perintah untuk Menghadapi Krisis Finansial

Kompas, Rabu, 29 Oktober 2008 | 10:30 WIB

Inilah sepuluh perintah yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyonountuk menghadapi krisis finansial.

1. Menjaga neraca pembayaran dan cadangan devisa.
Seluruh BUMN wajib menempatkan valas di bank dalam negeri ke dalam satu clearing house, BUMN wajib melaporkan kebutuhan, penghasilan, dan transaksi valas setiap hari. Transaksinya berlangsung secara mingguan.
Dasar hukum: Instruksi Menneg BUMN
Penangung jawab: Menneg BUMN
2. Menambah devisa dan kegiatan proyek.
Mempercepat pelaksanaan proyek yang telah mendapat komitmen pembiayaan bilateral atau multilateral.
Dasar hukum: Instruksi Menneg BUMN
Penangung jawab: Menneg BUMN

3. Menjaga likuiditas perbankan.
BUMN tidak boleh memindahkan dana dan satu bank ke bank lain
Dasar hukum: Instruksi Menneg BUMN
Penangung jawab: Menneg BUMN proyek

4. Menjaga kepercayaan investor terhadap SUN dan menstabilkan pasar SUN.
Pemerintah dan BI membeli kembali SUN di pasar sekunder secara bertahap dan terukur.
Dasar hukum: KMK dan PBI yang ada
Penangung jawab: Depkeu dan BI

5. Membuat pertahanan devisa di lapis kedua.
Memanfaatkan bilateral swap arrangement dengan bank sentral Jepang, Korea, China
Dasar hukum: Perjanjian bilateral
Penanggung jawab: Depkeu dan BI

6. Meningkatkan ekspor.
Memberi garansi terhadap risiko pembayaran dari pembeli (post shipment financing) dengan menyediakan fasilitas rediskonto wesel ekspor with recourse.
Dasar hukum: PBI (terbit pekan pertama BI November 2008)
Penanggung jawab: BI

7. Menjaga sektor riil.
Mengurangi pungutan ekspor CPO menjadi 0 persen mulai 1 November
Dasar hukum: KMK dan Permendag
Penanggung jawab: Menkeu dan Mendag

8. Menjaga anggaran negara 2009.
Pemerintah akan mengumumkan dalam dua hari ke depan setelah mendapat Persetujuan DPR pada akhir Oktober
Dasar hukum: persetujuan DPR
Penanggung jawab: Depkeu

9. Mencegah impor ilegal.
Menerbitkn ketentuan impor garmen, elektronika, makanan, minuman, mainan anak, dan sepatu hanya untuk importir terdaftar dan wajib melakukan verifikasi di pelabuhan muat Menetapkan pelabuhan khusus impor: Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Belawan, Bandara Soekarno-Hatta, Hasanuddin Makassar, dan Juanda Surabaya per 1 November 2008.
Dasar hukum: Permendag (terbit pekan pertama November 2008)
penanggung jawab: Mendag

10. Meningkatkan pengawasan barang beredar.
Membentuk task force terpadu antar instansi
Dasar hukum: SK Mendag
Penanggung jawab: Mendag

Sumber: Pemerintah dan BI

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

One thought on “Sepuluh Perintah Presiden Menghadapi Krisis

  1. 10 Perintah Presiden RI menghadapi Krisis Global

    1. Terus memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama sehingga bisa tetap menjagar kepercayaan masyarakat.

    2. Pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen harus terus dipertahankan antara lain dengan terus mencari peluang ekspor dan investasi serta mengembangkan perekonomian domestik.

    3. Optimalkan APBN 2009 untuk terus memacu pertumbuhan dengan tetap memperhatikan social safety net dengan sejumlah hal yang harus diperhatikan yaitu infrastruktur, alokasi penanganan kemiskinan, ketersediaan listrik serta pangan dan BBM.

    4. Kalangan dunia usaha diminta tetap mendorong sektor riil agar dapat bergerak. “Bila itu dapat dilakukan maka pajak dan penerimaan negara bisa terjaga dan juga tenaga kerja dapat terjaga. BI dan perbankan nasional harus membangun sistem agar kredit bisa mendorong sektor riil. Pemerintah juga akan menjalankan kewajibannya untuk memberikan insentif dan kemudahan secara proporsional.

    5. Semua pihak agar lebih kreatif menangkap peluang di masa krisis antara lain dengan mengembangkan pasar di negara-negara tetangga di kawasan Asia yang tidak secara langsung terkena pengaruh krisis keuangan AS. “Kita harus mendorong produk kita agar kompetitif dan memiliki daya saing yang baik,” katanya.

    6. Galakkan kembali penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat. “Kepada para menteri saya minta untuk memberikan insentif dan disinsentif agar penggunaan produk dalam negeri dapat meningkat, kalau perlu juga akan dikeluarkan instruksi agar pengadaan barang dan jasa di departemen mengutamakan produk dalam negeri,” kata Presiden.

    7. Perkuatan kerjasama lintas sektor antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia perbankan serta sektor swasta. “Cegah timbulnya ketidakpercayaan dan saya ingatkan semua pihak memiliki peran yang penting,” ujarnya.

    8. Semua kalangan diminta menghindari sikap ego sentris dan memandang remeh masalah yang dihadapi. “Hilangkan budaya ego sentris dan juga kebiasaan ’bussines as ussual’,” tegasnya.

    9. Berkait dengan tahun politik pada 2009, semua pihak diminta memiliki pandangan politik nonpartisan serta mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan maupun pribadi termasuk dalam kebijakan-kebijakan politik.

    10. Semua pihak diminta melakukan komunikasi yang tepat dan baik pada masyarakat. Tak hanya pemerintah dan kalangan pengusaha serta perbankan,

    Posted by roni | Maret 18, 2009, 1:07 pm

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,147 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: