//
you're reading...
Ekonomi Politik

TERNYATA ADAM MALIK AGEN CIA?


dALAM blog ini saya kutipkan lanjutan berita benarkah Adam Malik Agen CIA, ini menarik karena para pejabats pada kayak kebakaran jenggot. Emangnya kenapa sih kalau benar.. wong dari fakta dilapangan saja kelihatan ho..oo gitu, apa takut kalau di cap penghianat, karena mata2 asing jadi pejabat di negeri ini. Emangnya baru tahu sekarang? sejak jaman kemerdekaan, atau jaman raja2 jawa dulu banyak raja yang mendukung kumpeni atau pengikut jepang pura2 mendukung proklamasi atau pembonceng NIKA/ KNIL jadi ABRI…gitu aja kok repot yaa Gus..

Tim Weiner Yakin Adam Malik Agen CIA

Ia menjelaskan, dalam bukunya yang berjudul Legacy of Ashes, The History of CIA terdapat kutipan langsung dari dokumen 2 Desember 1965.

JAKARTA — Setelah buku yang ditulisnya menjadi polemik, wartawan senior The New York Times, Tim Weiner, menyatakan tetap meyakini Adam Malik adalah agen yang direkrut Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA). “Seorang agen bisa saja tidak tahu bahwa dia sudah direkrut,” kata Weiner. Wartawan Tempo, Wahyu Dhyatmika, mewawancarai Weiner melalui surat elektronik pekan lalu.

Ia menjelaskan, dalam bukunya yang berjudul Legacy of Ashes, The History of CIA terdapat kutipan langsung dari dokumen 2 Desember 1965. Isinya mengenai persetujuan Duta Besar Amerika Serikat Marshal Green untuk secara rahasia membayar Rp 50 juta kepada Adam Malik. Pembayaran itu dimaksudkan untuk membiayai operasi Komite Aksi Pengganyangan Gestapu. “Duta Besar Green menyebut pembayaran ini sebagai ‘operasi tas hitam’,” kata Weiner. Ini, menurut dia, adalah sandi untuk operasi rahasia CIA yang digunakan di lingkungan Departemen Luar Negeri Amerika.

Weiner mengatakan dokumen-dokumen itu telah berbicara sendiri. “Dilihat dari situ saja jelas Amerika menganggap Adam Malik sebagai agen yang bekerja untuk tujuan operasi ini.”

Saat ditanya apakah ada bukti tertulis dari Adam Malik yang mengkonfirmasi permintaan itu, Wiener mengakui tak pernah melihat dokumen semacam itu. “Saya tidak pernah melihat dokumen pemerintah Amerika Serikat yang sudah dideklasifikasi soal itu.”

Namun, dia mengungkapkan ada dokumen lain yang menguatkan Adam Malik sebagai agen. Dokumen itu adalah telegram yang dikirim lebih awal, 4 November 1965. Bunyinya, “Adam Malik dan lainnya, yang kita tahu dari CAS dan laporan lain memiliki kontak dengan para pemimpin Angkatan Darat, mungkin disimpan untuk periode setelah Soekarno”. CAS adalah kode Departemen Luar Negeri untuk CIA. “Semua bukti ini menunjukkan bahwa Malik bekerja sebagai agen untuk Amerika Serikat, lewat CIA, pada 1965-1966.”

Pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, dan keluarga Adam Malik sudah membantah tudingan Tim Weiner itu. “Saya sebagai wakil presiden menyesalkan tulisan itu,” ujar Jusuf Kalla beberapa waktu lalu. “Saya tidak percaya, dan tidak mungkin Pak Adam Malik seperti itu.”

Selain dari dokumen, tuduhan Weiner didasarkan pada hasil wawancaranya dengan perwira CIA, Clyde McAvoy, pada 2005. Kepada Weiner, McAvoy mengklaim bertemu dengan Adam Malik pada 1964 dan merekrutnya sebagai agen CIA. “Dia pejabat Indonesia tertinggi yang pernah kami rekrut,” kata McAvoy, seperti dikutip Weiner di halaman 330 bukunya. TOMI ARYANTO

SAYA teruskan berita ini dari detik Minggu, 23/11/2008 13:28 WIB
Asvi Warman: Adam Malik Agen CIA Itu Fitnah
Chazizah Gusnita – detikNews


Jakarta – Buku karya Tim Weiner, wartawan koran The New York Times, berjudul Legacy of Ashes, the History of CIA yang tersedia di toko buku dengan judul Membongkar Kegagalan CIA, menuliskan mantan Wakil Presiden Adam Malik merupakan agen CIA. Pernyataan itu dinilai hanya fitnah.
“Itu menurut saya fitnah. Tuduhan yang tidak bisa dibuktikan karena hanya satu orang yang memberikan pernyataan itu yaitu Clyde McAvoy (pejabat tinggi CIA),” ujar sejarahwan LIPI Asvi Warman Adam kepada detikcom, Minggu (23/11/2008).
Asvi mengaku sudah membaca buku itu begitu terbit sebulan lalu. Di dalamnya tertulis bahwa petinggi CIA Clyde McAvoy yang diwawancarai Tim Weiner pada 2005, mengaku telah merekrut dan mengontrol Adam Malik.

Menurut Asvi, pernyataan McAvoy dalam buku itu hanya pernyataan tunggal dari orang yang mempunyai kepentingan. Sumber lain tidak pernah menyatakan hal seperti itu.

“Dia saja yang menyatakan itu yang rekrut dia, terus dia lapor ke atasannya. Nggak ada bukti dia rekrut Adam Malik sebagai agen CIA. Dia bilang gitu ke atasannya supaya dianggap berhasil saja,” katanya.

Di dalam buku itu juga dijelaskan bahwa CIA memberikan US$ 10 ribu untuk mendukung peran serta Adam Malik memberantas Gestapu.

Asvi mengatakan, pemberian bantuan US $ 10.000 untuk membiayai aksi pengganyangan Gestapu itu memang benar. Malah tidak hanya uang, AS juga memberikan bantuan senjata.

“Soal uang itu memang juga disebutkan Rp 50 juta dari AS. Ada datanya di sumber lainnya. Itu memang disalurkan melalui Adam Malik tapi tidak berarti dia (Adam) dianggap agen CIA,” tegasnya.

Asvi menjelaskan, perekrutan agen CIA itu bersifat rahasia dan misterius. Sulit untuk dibuktikan definisi agen CIA itu bagaimana. Adam Malik merupakan wartawan dan pernah menjabat Dubes Moskow. Adam Malik yang juga merupakan pahlawan nasional dan mantan wapres, bisa mempunyai hubungan dari mana saja.

“Hubungannya sangat luas. Belum ada bukti lain yang menyatakan Adam Malik itu agen CIA. Jaringannya luas kiri kanan,” imbuhnya.(gus/nrl)

KISAH ADAM MALIK AGEN CIA DI BUKU MEMBONGKAR KEKAGALAN CIA

Jakarta – Buku ‘Membongkar Kegagalan CIA’ karangan Tim Weiner kini jadi perbincangan. Buku setebal 832 halaman yang ditulis reporter The New York Times tersebut, mengupas serangkaian kegiatan badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Aksi CIA di Indonesia, tulis Tim Weiner, dimulai sejak tahun 1953, pascaperang Korea. Tepatnya setelah adanya laporan yang masuk ke Dewan Keamanan Nasional AS, 9 September 1953. Dalam laporan intelijen tersebut digambarkan kondisi Indonesia sangat mengkhawatirkan. Penyebabnya adalah Presiden Soekarno saat itu dianggap sudah kekiri-kirian atau melirik ke blok Komunis yang dipelopori Uni Soviet dan China.

Karena kekhawatiran tersebut CIA kemudian melakukan berbagai upaya untuk menggulingkan Soekarno dari kekuasaanya. Bahkan sempat terbesit sebuah rencana untuk membunuh Soekarno waktu itu.

Dalam buku itu Weiner juga menceritakan sejumlah kegagalam agen-agen CIA dalam menggulingkan Soekarno, sebelum peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (Gestapu PKI).

Menariknya, Adam Malik disebut-sebut Weiner sebagai agen CIA. Mantan Dubes RI di Uni Soviet dan Polandia di era Soekarno itu ditulis dalam buku tersebut telah “dipelihara” CIA untuk membantu menggulingkan Soekarno. Keterlibatan Adam Malik itu berdasarkan kesaksian McAvoy, petinggi CIA, yang diwawancara Weiner tahun 2005 lalu.

Dari keterangan McAvoy yang ditulis Weiner, setelah terlibat perseteruan permanen dengan Soekarno tahun 1964, Adam Malik bertemu dengan Clyde McAvoy, di sebuah tempat di Jakarta. Pertemuan antara Adam Malik dan McAvoy difasilitasi seorang pengusaha Jepang yang tinggal di Jakarta.

Masih menurut buku tersebut, Adam Malik kemudian memberikan gambaran-gambaran situasi tentang kondisi paling mutakhir di tingkat elit Indonesia. Selain itu Adam Malik juga menjadi pintu masuk pendanaan dari pemerintah AS ke kelompok antiKomunis di Indonesia, termasuk dana untuk melakukan operasi terhadap pengikut PKI di seluruh Indonesia pascapemberontakan G30S PKI.

Namun kiprah Adam Malik bersama CIA yang ditulis di halaman 330-333 dalam buku “Membongkar Kegagalan CIA” dibantah tegas putri Adam Malik, Antarini Malik. Ia juga menampik anggapan bahwa Adam Malik rela menggadaikan rasa nasionalismenya demi uang. Menurut anggota Komisi X DPR RI ini, pengorbanan Adam Malik jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai uang yang disebutkan dalam buku tersebut. “Masa nilai kepahlawanan Bapak hanya dihargai USD 10.000,” kecam Antarini.

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

3 thoughts on “TERNYATA ADAM MALIK AGEN CIA?

  1. Di buku yang lain, Peter Dale Scott, “U.S and Overthrow of Sukarno, 1965-1967”,mengungkapkan secara pasti CIA dalang separatis bagi Pemerintahan Soekarno. Kegagalan Amerika dalam membesarkan pemberontakan PRRI/Semesta dengan tertangkapnya pesawat militer amerika yang membawa persenjataan, menghentikan bantuannya. Kekacauan ekonomi di awal 60-an juga disinyalir oleh ulah USA untuk memperkeruh suasana ekonomi politik Indonesia.
    Dan sejak tahun 1960, CIA telah merencanakan suatu gerakan revolusi di Indonesia untuk memusnahkan Soekarno dan PKI. Dan di buku Peter Dale Scott, dikatakan Pak Harto punya andil yang besar.
    Tidak tertutup kemungkinan bagi Adam Malik yang sebelum 64 adalah golongan kiri (Partai Murba) menentang Soekarno yang pro-komunis.

    Posted by Indonesianews | Desember 2, 2008, 9:31 am
  2. Tak ada asap tanpa ada api…

    Posted by Tri Setiyanto | November 24, 2008, 1:47 am
  3. Sesuatu seringkali tidak seperti kelihatannya

    Posted by muridkehidupan | November 23, 2008, 10:54 pm

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,480 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: