//
you're reading...
Ekonomi Politik

PREDIKSI EKONOMI 2009


Di sini akan saya cuplikan kumpulan berita yang memprediksi keadaan krisis di Indonesia/ Dunia kedepan. Mari kita lihat dan kita buktikan siapa yang ternyata paling handal memprediksi keadaan ekonomi khususnya di Indonesia.

1. Analys dari Faisal Basri,

2. Kondisi Terparah 2009, Ekonomi Tumbuh 4,5 Persen
Rabu, 3 Desember 2008 | 07:30 WIB

JAKARTA, RABU — Pertumbuhan ekonomi pada 2009 diperkirakan mencapai level terburuk di posisi 4,5 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan target APBN 2009, yakni 6 persen. Meskipun demikian, target APBN itu masih bisa tercapai jika Indonesia bisa mempertahankan aktivitas ekspor dan investasi.

”Nilai tengah pertumbuhan ekonomi kami perkirakan ada di level 5-5,5 persen,” ujar Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati saat melaporkan kondisi terakhir krisis ekonomi kepada Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa (2/12).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik menyebutkan, pada 2008 setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi akan menambah 702.000 lapangan kerja baru (Kompas, 22/8/2008). Dengan demikian, jika pertumbuhan turun dari 6 persen ke 4,5 persen, tenaga kerja yang tidak terserap bisa mencapai 1,053 juta orang. Padahal, masih ada sekitar 9,427 juta penganggur terbuka yang menunggu pekerjaan saat ini.

Menurut Sri Mulyani, faktor-faktor yang masih bisa diandalkan sebagai pendorong ekonomi pada 2009 adalah konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. Adapun ekspor dan investasi diperkirakan akan menghadapi tekanan berat pada 2009.

Konsumsi rumah tangga diharapkan masih tumbuh 5 persen dibandingkan dengan konsumsi tahun 2008. ”Anggaran kementerian dan lembaga nondepartemen dialokasikan senilai Rp 322,3 triliun atau naik dibandingkan dengan tahun 2008, yakni Rp 290 triliun. Namun, realisasinya akan dipengaruhi kemampuan departemen dan lembaga itu dalam menyerap dananya,” ujar Menkeu.

Di Batam, Kepulauan Riau, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pelaku usaha tetap optimistis pada 2009 meskipun melemahnya permintaan pasar dunia dapat memengaruhi kinerja ekspor industri manufaktur, khususnya ekspor ke AS, Jepang, Korea, dan China.

Namun, di sisi lain, ujarnya, ada beberapa produk ekspor yang bersumber pada komoditas dan energi, seperti minyak kelapa sawit atau batu bara, yang tetap dibutuhkan negara lain.

Dorong daya beli

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu menyebutkan, pemerintah tengah mencari sumber dana siaga minimal 5 miliar dollar AS untuk menggantikan dana yang mungkin tak didapatkan dari penerbitan obligasi negara. Ini untuk membiayai belanja negara yang tetap meningkat pada 2009.

Anggota Komisi XI DPR, Maruarar Sirait, menegaskan, pemerintah harus melakukan lima langkah yang tidak biasa untuk menolong ekonomi. Pertama, menerapkan tax amnesty (pengampunan pajak). Kedua, menerapkan blanket guarantee atas simpanan nasabah. Ketiga, menurunkan harga bensin dan solar lebih dari Rp 500 per liter. Keempat, perluasan reformasi birokrasi. Kelima, menurunkan suku bunga acuan (BI Rate).

2. Eddy Putra Irawady, Deputi Menko Perekonomian Bid Industri dan Perdagangan.

22 2008 06:12 WIB
Puncak Dampak Krisis Diperkirakan Maret 2009

JAKARTA–MI: Puncak dampak krisis keuangan global terhadap sektor riil diperkirakan akan terjadi pada Maret hingga April 2009.

“Dari pertemuan G20, diperkirakan kulminasi dampak krisis keuangan terhada sektor riil pada Maret – April 2009,” kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan, Eddy Putra Irawady di Jakarta, Jumat (21/11).

Ia menyebutkan, dampak krisis keuangan global sebenarnya sudah mulai dirasakan sejumlah negara terutama AS. Salah satu dampaknya adalah adanya gelombang perumahan atau PHK buruh. Menurut dia, sektor yang akan terkena dampak krisis keuangan global termasuk di Indonesia adalah sektor yang inputnya impor dan outputnya ekspor.

“Untuk itu program yang akan dikeluarkan adalah menggerakkan perekonomian daerah, fasilitas yang kita sediakan dari pusat adalah trade financing,” jelasnya.

Ia menyebutkan, selama ini yang dikeluhkan daerah adalah bahwa uang daerah masuk perbankan di daerah tetapi keluarnya (dalam bentuk pendanaan/pembiayaan dan kredit) bukan di daerah yang bersangkutan.

“Sekarang sedang kita atur agar uang dari daerah masuk ke bank daerah dan balik lagi ke daerah itu sehingga menciptakan ketahanan ekonomi yang kuat,” katanya.

Ia menyebutkan, pengembangan ekonomi daerah akan difokuskan pada pelaku usaha UMKM yang berorientasi ekspor sehingga pemerintah menyiapkan skema refinancing pada sistem ekspor.

Sementara itu mengenai dampak penurunan harga minyak terhadap industri, Eddy mengatakan, pada dasarnya hal itu membantu sektor industri karena ada penurunan biaya produksi. Keuntungan itu memang tidak dinikmati oleh seluruh kelompok industri, misalnya industri yang sudah mengalihkan sumber energinya ke pasokan listrik dari PLN. Penurunan harga minyak tidak diikuti dengan penurunan tarif listrik.

“Tapi kalau industrinya punya diesel atau pembangkit sendiri, tentu lebih dapat mengurangi cost produksi,” kata Eddy. (Ant/OL-03)

3 IBU SRI MULYANI, MENTRI KEUANGAN, SOLOPOS

Edisi : Selasa, 25 November 2008 , Hal.1
Krisis berlanjut sampai setahun
Bukittinggi (Espos) Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengakui, dampak krisis keuangan global terhadap perekonomian Indonesia akan terus berlanjut sampai dua belas bulan ke depan.
Sementara itu akibat krisis global, sejumlah perusahaan di seluruh Indonesia sudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan total 40.486 pekerja mereka.
”Situasi ini bisa terjadi sampai enam bulan bahkan dua belas bulan mendatang. Artinya, medan yang kita hadapi ke depan memang menantang dan relatif sulit,” kata Sri Mulyani di Bukittinggi, Senin (24/11).
Selain memimpin pemerintah untuk berhati-hati menjaga APBN dan mengendalikan neraca moneter dan menjaga necara pembayaran bersama BI, Sri Mulyani meminta dunia usaha dan perbankan bersama-sama memperbaiki dan menjaga neraca serta kondisi keuangan mereka.
Lebih khusus dia mengingatkan perlunya langkah antisipasi dan konsolidasi untuk menekan risiko dan terus menerus memperbaiki komposisi aset supaya perbankan dan dunia usaha kuat dari segala guncangan krisis global.
”Saya telah menyampaikan beberapa kali dan tidak hanya di sektor perbankan, tetapi juga seluruh dunia usaha untuk mewaspadai situasi krisis global ini, karena kondisinya tidak seperti hujan semalam dan besoknya udara bersih lagi,” katanya mengandaikan.
Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) sendiri akan terus memantau dan menjaga kondisi perbankan guna mengurangi pengaruh krisis keuangan global terhadap sistem perbankan nasional dan perekonomian Indonesia umumnya. ”Krisis global memang akan ada pengaruhnya terhadap kondisi keuangan, psikologi masyarakat dan pada sisi tekanan terhadap nilai mata uang dan suku bunga,” aku Sri Mulyani.Insentif
Menkeu menambahkan pemerintah juga mengalokasikan pada APBN 2009 senilai Rp 10 triliun untuk meringankan beban pengusaha dalam menghadapi krisis. Selain itu, pemerintah menetapkan sepuluh sektor industri yang mendapatkan insentif berupa pajak dan bea masuk ditanggung pemerintah (DTP) pada tahun 2009.
Deputi Menko Perekonomian bidang Industri dan Perdagangan, Eddy Putra Irawady Eddy menyebutkan sepuluh sektor yang mendapatkan insentif adalah makanan dan minuman.
Selain itu elektronika, komponen elektronika, otomotif dan komponennya serta telematika. Kemudian, komponen kapal, kimia, baja, alat berat, dan komponen PLTU (pembangkitan listrik tenaga uap) skala kecil.
Sementara itu Ketua DPR Agung Laksono menyatakan, tahun 2009 akan semakin berat bagi perekonomian Indonesia. ”Oleh karenanya perlu dilakukan perubahan terhadap angka (asumsi) dalam APBN 2009,” ujarnya.
Namun Agung mengingatkan, mengubah Undang-undang (UU) APBN dalam berbagai program untuk menanggulangi krisis ini harus dengan persetujuan DPR. Ia juga mengungkapkan, akibat krisis ini, yang sangat tertekan antara lain bidang komoditi, properti dan finansial.
”Sektor industri padat karya yang berlokasi di beberapa wilayah sudah mulai kolaps karena hasil produksinya tidak dapat dipasarkan. Sementara sektor properti mengalami kesulitan karena tingginya bunga bank,” ujarnya.
Pada bagian lain, Departemen Tenaga kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) merilis secara resmi angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan karyawan yang dirumahkan. Jumlahnya total mencapai 40.486 orang.
”Hampir bersamaan jumlah pekerja yang dirumahkan (19.916 orang) dengan yang akan di PHK (20.930 orang),” ujar Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) Myra Maria Hanartani.
Data ini merupakan hasil pemantauan terhadap 33 provinsi hingga Jumat (21/11) tanggal 21 November 2008 pukul 18.00 WIB. Ia menjelaskan bahwa jumlah rencana PHK dan PHK sebanyak 22.326 orang pekerja yang terdiri dari Provinsi Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Maluku Utara. Dari jumlah tersebut, yang berstatus akan di-PHK sebanyak 20.930 orang dan yang telah di PHK sebanyak 1.396 orang.
Sedangkan jumlah pekerja yang akan dirumahkan dan yang telah dirumahkan sebanyak 19.916 orang pekerja yaitu sebanyak 18.891 orang akan dirumahkan dan 1.025 orang telah dirumahkan.

Rencana pekerja di-PHK dan sudah di-PHK

Total : 22.326 pekerja
Pekerja akan di-PHK
20.930 Pekerja
Pekerja telah di-PHK
1.396 Pekerja

Rencana pekerja dirumahkan dan telah dirumahkan
Total : 19.916 Pekerja
Pekerja akan dirumahkan
18.891 Pekerja

Pekerja telah dirumahkan
1.025 Pekerja
Keterangan: Hasil pemantauan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) terhadap 33 provinsi hingga Jumat (21/11) tanggal 21 November 2008

4 Langkah perusahaan sebelum mem-PHK karyawan
1. Melakukan pengurangan produksi sebagai imbas menurunnya permintaan
2. Melakukan maksimalisasi perawatan, sehingga mesin-mesin produksi yang beroperasi ditekan, yang berujung pada kelebihan jumlah pekerja
3. Merumahkan karyawan
4. Menghentikan produksi secara total, sehingga tidak ada pekerja yang beraktivitas yang berakhir pada PHK. – Oleh : Ant/dtc

 

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

6 thoughts on “PREDIKSI EKONOMI 2009

  1. Mas armando, produk kita sendiri aja nggak ada di dlm negeri apa lg merajalela di luar negeri..

    Posted by Tri Setiyanto | April 4, 2009, 1:33 pm
  2. Hahahaha….susah juga pas lagi krisis gini….mau beli komik juga mikir-mikir dulu. Tingkatkan produksi non migas Indonesia, terutama industri. Kapan nie aku bisa ngeliat mobil dan motor buatan Indonesia merajalela di luar negeri ???

    Posted by Armando | April 4, 2009, 9:46 am
  3. sekarang hidup harus lebih smart dalam segala hal,baik dalam mengatur pengeluaran atau dalm mencari uang,di sertai bekerja dan berdoa

    Posted by helmi jatnika | Maret 11, 2009, 8:24 am
  4. Di saat ekonomi dunia mengalami kelesuan seperti saat ini, potensi pasar dalam negeri dapat menjadi salah satu peluang. Perusahan perlu segera mengoptimalkan pasar dalam negeri dan segera melakukan diversifikasi pasar dan produk.

    Posted by Jonathan Haryanto | Februari 23, 2009, 3:52 pm
  5. kita hanya bisa berdoa,semoga krisis cepat berlalu.

    Posted by anak pantai | Februari 3, 2009, 8:53 pm
  6. melihat situasi sekarang ini yang semakin memprihatikan, ada baiknya kita cukup jeli mengatasi segala permasalahan yang terjadi.
    kita harus memiliki pengetahuan dan informasi mengenai hal tersebut.
    untuk itu blogs ini tepat banget buat dijadikan referensi.

    Posted by hilman | Desember 22, 2008, 2:13 pm

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,331 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: