//
you're reading...
macem - macem

Solo Touring ke Solo dengan Pulsar200


Bajaj Tour De Solo Sebenarnya aku udah lama ingin mencoba untuk pulang nengok Ortu pakek Motor, namun belum mendapatkan alas an

mudik to Solo

mudik to Solo

dan kesempatan. Walaupun touring pakek si Hijau hingga 5 perjalanan sudah pernah aku coba tetapi untuk ke Solo (Tepatnya Desa Kemuning, Lereng Gunung Lawu) masih gamang atau awang-awangen. Kayaknya kemarin memang pas Momennya Liburan panjang, aku memang ada acara daftar ulang anak, juga aku ingin tahu sejauh mana performa si Bajaj P200 itu kalau long journey, seberapa speednya, kestabilan, kenyamanannya, di compare dengan motor2 lain.. Berangkat pukul 4:45 pagi selepas subuh dan mempersiapkan segala macam perlengkapan. Walaupun nggak banyak perlengkapan sebenarnya, lha air minum saja sengaja nggak bawa toh perjalanan siang tenunya banyak yang jualan di sepanjang perjalanan. Beginilah nikmatnya hidup di Indonesia, bahkan kadang nggak usah mampir warung di lampu merah saja ada yang jualan. Setelah ngangetin sebentar pamitan sama Ibunya Anak2 langsung go… Trus di menit2 awal hingga probolinggo saya jaga speed di sekitar 80 km/jam dengan gigi 5, putaran mesin sekitar 6000 rpm. Probolinggo Bangil agak menurun karena banyak antrian truk sehingga harus sering2 menyelinap di iring2an truk. Namun selepas bangil kecepatan 80 kembali diperoleh dan bahkan karena merasa kurang kadang di geber sampai putaran mesin 8000 rpm di gigi 5 nyampai speed 107 km/h. Wah bener2 merasakan motor yang lebih baik dari sebelumya (sibebek shogun 110), sehingga setiap lampu merah kalau ada rombongan motor langsu gooo… leading. Ya iya hingga gempol belum mendapatkan rival yang berarti (kayaknya semua bebek lewat deh). Kecepatan tertinggi hingga Mojosari saya ingat di 115 dengan 9000 Rpm di gigi 5, masih ada sisa Gas tetapi niat mentok-kan gas masih terhalang padatnya jalan raya. Perjalanan sampai bypass mojokerto mampir sebentar untuk isi bensin (saya isi 50 ribu dan trip saya reset 0). Belum ada rasa haus/ lapar atau pengin Istirahat, biasanya kalau nyetir mobil sudah capek pengin break. Aku belum merasa capek maka aku teruskan perjalanan sampai sini sekitar 2 perjalanan telah aku lewati. Setelah mojo kerto ternyata benar2 bertambah keasyikan, mulai banyak kompetitor. Kalau bebek..kayaknya semua lewat sih. Bukannya balapan biasanya kalau ada yang gasnya meraung2 aku dekati dan aku buntutin, kalau yang aku buntutin nambah kecepatan aku ikutin terus sampai nggak nambah baru aku wess..(Cuma tes top speed). Ada yang gak terima waktu Tiger-Revo yang merasa aku buntutin, dia tarik keceng2 dan ternyata aku tetep dibelakangnya, memang agak lama karena disamping jalannya kalau harus nerobos2 aku kagak ahli (gak ada nyali) sehingga sering kalau nerobos aku lepas dan nempel lagi, hingga trek agak panjang dan lurus baru aku tancap gas dan dia ternyata gak ikhlas aku lewati, dia tetap tidak memberiku jalan mendahului dan aku tambah saja gasnya lewatlah dia.. saya sengaja buat se jauh2nya lewatnya (hanya buktiin saja bisa ngelewatin..) setelah itu whurr2… wusssss motor besar dengan rombong bakso putih lewat… …HARLEY DAVIDSON putih besar whrrrrr nggak ada selanya..wusssss. Aku ingat iklan Oli Castrol di TV. Emang jalan yang dinamis gitu nggak bikin bosen, dan gak berasa capek blass. Aku putuskan untuk Istirahat karena memang saya haruskan ketika sudah dapat 3.5 jam perjalanan agar control-ku fine2 saja dalam perjalanan sampai Rumah makan yang dulu pagi sore di Caruban. Sambil Istirahat juga melemaskan otot2 + 2rekaat di mushola. Gak ada selera makan, padahal pagi belum sarapan trus aku cari Roti aja + Minuman.. ½ jam-an istirahat langsung Cabut lagi. Langsung tujuan rumah leluhurku di Desa Kemuning, kecamatan Ngargoyoso kab Karanganyar, sebuah desa

Sarangan view dari jalan baru

Sarangan view dari jalan baru

sejuk di sebelah barat lereng Gunung Lawu. Dengan Route Caruban, gawi, Sragen, Batu Jamus, Kemuning. Sampai di sana jam 10:35 jadi perjalananku sekitar 5 jam 50 menit. Wow lumayan… Aneh.. Biasanya kalau bawa Mobil sampai di Rumah Kemuning terasa capek-nya dan inginnya tidur, tapi ini kok nggak. Aku seger bugar saja.. Biasa langsung ngobrol ngalor ngidul sama Ibu/ Bapak (saya tahu yang membuat orang tua bahagia adalah ketika anaknya sering berkunjung), sehingga hanya obrolan yang memang bagi kita nggak nggak penting2 amat bagi mereka sangatlah menghibur… Oh iyaa memang waktu itu pada habis nyontreng jadi yaa percakapan seputar nyontreng lah.. Belia berdua masih semangat untuk aktive menyontreng, saya tambah2hin saja cerita biar seru tentang perpolitikan tanah air walau aku nggak nyontreng.. biar seru… Nginep semalam dan tak lupa juga berkunjung ke Mertua malamnya, paginya aku geber Bajaj ke Kartosura tempat rencana anakku sekolah disana untuk daftar ulang sambil nyerahin biaya daftar Ulang. 1 jam perjalanan. Sambil lewat kota solo yang ternyata nggak enak sama sekali untuk jalan2, karena banyak lampu merahnya dan wow padat… sampai dirumah lagi jam 11:00, siap sholat Jumat. Habis sholat Jumat, makan siang istirahat sebentar jam 1:30 pamitan berangkat ke Ortu, namun mampir dulu ke Mertua yang jaraknya sekitar 9 km-an. Berangkat dari Rumah Mertua jam 2:00 dengan rencana route lewat atas yakni Tawang mangu, Cemoro Sewu, Sarangan, Madiun, Caruban … Perjalanan lewat atas berarti harus siap nanjak terus, berkelok2 dan kadang2 sangat tajam mendaki.. Tapi si Pulsar ini kayaknya ringan2 saja melalap route yang ada. Sungguh indah pemandangan setelah melewati tawang mangu menuju Cemoro Sewu…Namun juga tanjakannya semakin ekstrim.. Namun enteng saja P200 melahap route yang ada.. banyak kali aku harus

di Cemoro Sewu perbatasan jateng jatim at punggung Lawu

di Cemoro Sewu perbatasan jateng jatim at punggung Lawu

berhenti untuk jeprat-jepret gambar di Cemoro Sewu dan diatas sarangan… Ternyata lama aku mondak-mandeg di punggung gunung Lawu itu hingga sampai madiun sudah jam 4:00 pm. Wah.. bisa kemalaman nih.. maka ku gencet terus gas ku agar jangan sampai terlalu malam di perjalanan, karena kalau gelap yaa nggak asik perjalanan pakai motornya. Geber2an seperti keberangkatan tetep terjadi karena ada beberap mudikers juga yang nyobain (kayaknya). Mega pro, King, Tiger,Scorpio dan ada yang nekat mepet..Sonic. Dia begitu semangat meraung2 motornya, kayaknya habis dari tuning atau ngetes dilihat dari gaya jokinya. Aku biasa saja jalan lha kok di panas2in aku tambah gas agar dibelakangnya, dia truss nambah gas tapi kayaknya udah mentok deh sedang aku belum nyampe 9000 rpm, sengaja tak tambahi gas dan bye… sampai nggak kelihatan di spion, baru aku kembali ke speed normal 8okm/h, di 6000 rpm gigi 5. Sampai di baypass Mojokerto Istirahat untuk magrib sambil selonjoran di POM Bensin baru. Sekitar ½ jam disitu terus meluncur ke Mojosari. Sampai mojosari aku berenti di warung sate lengganan (lengganan kalau mudik sendiri, soalnya anak2 nggak suka sate kambing) jam menunjukkan sudah pukul 6:30. Wah alamat tambah lam nih perjalanan gara2 banyak berhenti. Di warung Sate sampek jam 7:00-an, setelah itu langsung cabut tanpa berhenti langsung di Kraksaan, beli sedikit makanan di Roti Goreng perlu waktu sekitar 15 menit, lalu langsung meluncur Rumah Paiton. Home Sweet Home. Jam 9:25 sampai Rumah. Jadi total 7 jam 25 menit… lebih lama karena lebih banyak berentinya. Yang jelas dari pengalaman perjalanan itu didapat review sbb: Bajaj untuk tarikan OK, waktu yang panjang >3 jam digeber juga ok. Speed lumayanlah sudah lebih2 dibanding kebanyakan motor yang ada di Jalanan. Tanjakan mantab, enteng.. Make jarak jauh nggak capek.. Bensin 1liter 40 km (geber2-an terus). Gak enaknya kalau abis lama digebar nonstop kayaknya getaran mesin nambah tarikan agak turun kualitasnya (kembali normal setelah busi di cleaning esok harinya). Kalau salah tekan kopling yang menyebabkan mesin mati untuk start mesin harus di netralkan dulu. Pas di cemoro sewu merasa motor keker ee disana ada serombongan Ninja RR 250 CC, ihh jadi kecil juga rasanya.. Ini dulu kale.. wassalam

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

8 thoughts on “Solo Touring ke Solo dengan Pulsar200

  1. @aulia spare part untuk yang diperlukan penggantian routine biasanya tersedia di dealer (kampas,rantai,lampu etc) tapi kalau part yang biasanya gak rusak tapi rusak karena jatuh dsb, biasanya harus pesen. Di probolinggo club nya BPC, lumayan aktif, silakan lihat aktifitasnya di face booknya. bajajprobolinggocommunity@groups.facebook.com

    Posted by tri | Mei 16, 2011, 3:49 am
  2. Mas bro, q mau nanya nih, klo ktersediaan sparepart bajaj di Probolinggo gimana..kan beritanya sparepart bajaj susah tuh? slama ini klo service dimana? trus mekaniknya sip ga?klo club di Proling jg rame kah?
    sori nanya buanyak coz pingiiin banget beli pulsar220 tp apa daya kerja dimutasi ke proling, takut servis partnya susah..
    mhn jwbannya, tq

    Posted by aulia | Mei 15, 2011, 6:22 pm
  3. berangkat dr paiton, 40 km timur kota robolinggo mas.

    Posted by tri | Februari 9, 2011, 5:45 am
  4. berangkatnya dari mana mas?

    Posted by d4rkcell | Februari 8, 2011, 9:25 am
  5. Rumah-e m arno di mana-nya cemoro1000, kalau lewat lagi mampir deh

    Posted by TRI | Mei 9, 2009, 10:24 am
  6. mas ngapa gak mampir tempatq d cemorosewu?

    Posted by arno | Mei 9, 2009, 8:42 am
  7. ok di tunggu yoo..

    Posted by Tri Setiyanto | April 20, 2009, 6:53 pm
  8. Mas Bro,.. kalo pulang lagi bilang dong! Ntar kita jalan-jalan Kemuning, Twmangu, Sarangan bareng2 … OK!

    Posted by y2n | April 20, 2009, 4:07 pm

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,381 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: