//
you're reading...
sain and tek

WARSITO PENELITI SWASTA INDONESIA (EXS SMANSA KRA)


[Koran Tempo] Produk Tangerang di Universitas Ohio
Koran Tempo, Senin, 10 November 2008.
Sistem pemindai empat dimensi ciptaan Warsito dipasarkan di Amerika
Serikat. Laboratoriumnya cuma sebuah ruko di tangerang.
Jakarta– Hasil perjuangan di sebuah ruko di Tangerang, Provinsi
Banten, akhirnya sampai ke kampus Ohio State University di Amerika
Serikat. Kamis pekan lalu, Dr. Warsito, yang mengepalai grup riset
Center for Tomography Research Laboratory (CTECH Labs), menyerahkan
prototipe sistem scanner 4D untuk reaktor kimia pertama di dunia
kepada Professor Liang-Shih Fan.
Acara serah terima itu berlangsung di Koffolt Laboratories milik
Departement of Chemical and Bio-molecular Engineering, Ohio State
University. Di kampus itu, Professor Fan menjadi guru besar dan
mengepalai kelompok riset.
“Wow menakjubkan. Bagaimana anda dapat melakukan ini? ” kata William
Wong, salah seorang peneliti. Tamu lain dari Tsinghua University,
Beijing, mengakui temuan itu sangat hebat.
Waktu itu, Warsito memperagakan model reaktor kecil yang dipasangi
sensor disekelilingnya. Didalamnya diisi cairan kimia dan
dikocok-kocok. Kemudian dengan sensor yang dipasang diluar reaktor,
data sinyal diambil dengan sistem data akuisisi dan dikirim ke
komputer. Komputer lantas memproses sinyal dan membentuk citra tiga
dimensi secara real time. Jadi, seolah olah seluruh isi reaktor di
kopi secara digital serta direkonstruksi lagi dan bisa dilihat secara
langsung di layar monitor laptop.
Teknologi ini mengadopsi tehnik scanning atau fotokopi yang bisa
melihat gerak gas dan partikel di dalam boiler maupun reaktor industri
secara real time dan tiga dimensi. Sistem pemindai atau scanner ini
berbasis teknologi tomografi medan listrik tiga dimensi atau
electrical capacitance volume tomography (ECVT).
Pemindai ini mirip denganCT Scan dan MRI untuk melihat apa yang
terjadi di dalam tubuh manusia. Tapi, perangkat ini lebih canggih
karena pasien tak perlu masuk ke dalam tabung seperti alat MRI yang
cuma menampilkan gambar dua dimensi. Pasien cukup melewati pintu
detektor dan pada saat itu juga bakal terlihat apa yang terjadi di
dalamnya. Gambar yang dihasilkan juga tiga dimensi.
Selain untuk bidang kesehatan, teknologi yang sudah dipatenkan oleh
Warsito itu mampu memindai gas di dalam tabung, reaktor nuklir, perut
gunung api serta semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. Tapi Warsito
dan teman temannya di CTECH Labs belum merancang peralatan itu untuk
mengganti CT Scan ata MRI.
Menurut Warsito, Teknologi tomografi itu akan menjadi tools utama
untuk riset di bidang aliran fluida di seluruh dunia. “Selama ini
penelitian hanya bisa dilakukan dengan simulasi komputer” ujar Warsito
yang tengah berada di Colombus kepada Tempo melalui surat elektronik.
Maklum, sistem ECVT itu bisa melihat tembus dengan empat dimensi,
yaitu tiga dimensi hasil rekonstruksi dan satu dimensi waktu yg online
atau real time.
Bersama Professor Fan, Warsito mengaplikasikannya untuk memindai atau
menfotokopi proses yang terjadi di reaktor kimia. “Kelompok riset
Professor Fan adalah pengguna pertama di dunia sistem ini.” kata pria
kelahiran solo, 1967, itu. Keduanya membentuk Tech4Imaging, perusahaan
yang memasarkan teknologi ini di Amerika Serikat. Sementara itu, di
luar Amerika Serikat, pemasarannya dilakukan oleh PT Edwar Technology
yang berkantor di kawasan Tangerang.
Di Ohio State University, teknologi ini digunakan untuk melakukan
studi terhadap tingkah laku partikel dan gas di dalam reaktor kimia.
“Tujuannya untuk mengembangkan energi baru pengganti minyak bumi,”
ujarnya. Professor Fan adalah ketua konsorsium penelitian teknologi
pemrosesan minyak yang beranggotakan pakar terkemuka dari hampir
seluruh perusahaan minyak raksasa seperti Exxon Mobil, Shell, British
Petroleum (BP), Air Product dan Dow Chemical.
Warsito mendalami tomografi sejak 1991, ketika kuliah S-1 di
Universitas Shizuoka, Jepang. Dari perguruan tinggi itu, dia meraih
gelar doktor bidang electronic science and technology pada 1997.
Setelah itu dia berangkat ke Amerika Serikat dan bertemu dengan
Professor Fan. Keduanya bekerja sama di laboratorium milik Ohio State
University.
Pada 16 November ini, Professor Fan akan memaparkan hasil pencitraan
4D dengan ECVT pada sesi utama pertemuan 100 tokoh dunia dalam teknik
kimia di Philadelphia, Amerika Serikat. American Institute of Chemical
Engineers (AIChE) yang menyelenggarakan hajatan pertama kali itu
memang memilih Professor Fan sebagai salah satu dari 100 tokoh.
Sistem ECVT generasi kedua ini terdiri atas sistem sensor, sistem data
akuisisi, serta perangkat komputer untuk kontrol, rekonstruksi, data
dan display. Semuanya mengontrol dan memproses data untuk diolah
menjadi citra volumetrik tiga dimensi (3D) secara real time. Temuan
ini merupakan pengembangan dari generasi pertama yang tidak bisa
melihat obyek secara online. “Jadi, data diproses dulu secara offline
dan kemudian baru diputar kembali (playback),” ujar Warsito.
Generasi kedua ECVT ini mampu melakukan pemindaian dengan kecepatan
tinggi sehingga bisa melihat secara langsung proses yang terjadi di
dalam reaktor kimia tertutup secara 3D dan real time. Jadi fitur utama
sistem baru ini mampu melihat obyek yang sedang bergerak di reaktor
tertutup secara langsung (online) dan 3D.
Tak hanya itu, generasi kedua ini juga jauh lebih kompak. Jumlah
channelnya bisa diatur hingga tak terbatas dan kemampuannya dalam
melakukan scanning terhadap obyek di dalam ruang sendor (gantry) jauh
lebih besar. Kalau gengerai pertama hanya mampu melakukan scanning
terhadap sebagian kecil dari reaktor, generasi kedua bisa melakukannya
secara keseluruhan sekaligus.
Pada dasarnya, peralatannya pun masih sama dengan ECVT generasi
pertama. Antara lain, sistem sensornya masih sama, hanya desain
hardwarenya yang jauh lebih kompak dan portable. Selain itu
pemindainya memakai sistem yang disebut programmable multi-stage
scanning, sehingga bisa melakukan scanning terhadap reaktor yang besar
dan panjang dengan bentuk bermacam macam sekaligus.
Pada sisi perangkat lunak, generasi kedua mempunyai fitur baru yang
disebut velocity mapping. Perangkat ini semacam tracking terhadap
gerakan sebuah obyek, misalnya partikel di dalam reaktor lengkap
dengan distribusi kecepatannya.
Selama ini, semua proses hanya bisa diperoleh dengan simulasi
komputer.Kini partikel ukuran nano, fluida, zat kimia, hingga jaringan
tubuh manusia dan lapisan tanah bisa dipindai dengan teknologi yang
diproses dari sebuah ruko di Tangerang, Provinsi Banten.

DR. Warsito, M.Eng adalah salah satu dari “ 50 Tokoh” Revolusi Kaum
Muda (Gatra, Edisi Khusus 2003), “10 yang Mengubah Indonesia” versi
majalah Tempo (Edisi Khusus AKhir Tahun 2006) dan juga terpilih
menjadi salah satu dari “100 Tokoh Kebangkitan Indonesia” versi
Majalah Gatra (Mei, 2008).

Di dunia akademisi internasional, beliau dikenal sebagai pioneer dalam
teknologi tomografi, yaitu teknologi untuk memindai (scanning)
berbagai macam obyek dari tubuh manusia, proses kimia, industri
perminyakan, reactor nuklir hingga perut bumi. Penemuannya yang paling
spektakuler adalah tomografi volumetric 4D yang dipatenkan di Amerika
dan lembaga paten internasional PTO/WO tahun 2006. Teknologi ini
diperkirakan akan mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di
berbagai bidang dari energi, proses kimia, kedokteran hingga
nano-teknologi.

Saat ini Warsito sedang membangun sebuah institusi riset swasta
pertama di Indonesia untuk mengembangkan teknologi tomografi
volumetric untuk berbagai aplikasi. Meskipun masih berskala kecil,
institusi yang dibangunnya mempunyai reputasi tinggi di dunia dan
telah mampu menjalin kerja sama riset dengan lembga riset dan
universitas kelas dunia seperti Ohio State University (OH, AS),
National Natural Scince Laboratory of Japan (RIKEN, Japan), Nanyang
Technology University (Singapore) dan Universiti Kebangsaan Malaysia
(Malaysia). Produk dari institusinya telah dipakai di berbagai
institusi dunia termasuk Ohio State University (AS), Cambrige
University (UK), B&W Company (OH, AS) dan Morgantown National
Laboratory (Dept. of Energy, WA, AS). Institusi yang dibangunnya juga
telah menjadi standar bagi teknologi tomografi volumetric dan yang
berkaitan yang dikembangkan di seluruh dunia dan dipublikasikan di dua
jurnal internasional terkemuka yaitu Measurement Science and
Technology (UK) dan IEE Sensors Journal (AS). Lembaga penelitian yang
juga memberikan beasiswa dan bimbingan penelitian bagi mahasiswa
Indonesia dari seluruh tanah air untuk menyelesaikan tugas akhir
dengan pembinaan riset kelas dunia bekerja sama dengan lembaga-lembaga
riset dunia yang terikat dalam kerjasama penelitian.

Di bidang keorganisasian, Warsito adalah salah satu pendiri dan saat
ini ketua umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).
Selama menjabat sebagai ketua umum MITI sejak tahun 2005, Warsito
telah membangun jaringan MITI di seluruh Indonesia dan luar negeri
terutama MITI-Mahasiswa di kurang lebih 50 kampus di 26 Propinsi di
seluruh Indonesia. Program utama yang dilancarkan MITI adalah
meningkatkan kualitas akademis dan kemampuan riset mahasiswa
Indonesia, serta membantu pengembangan SDM mahasiswa Indonesia melalui
program pengiriman mahasiswa Indonesia untuk belajar ke luar negeri.
Tahun 2007 MITI telah bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan
Kebudayaan KBRI di Riyadh berhasil mengirim mahasiswa untuk program
belajar S2 dan S3 sebanyak 51 orang atas beasiswa dari pemerintah
Saudi Arabia. Saat ini MITI juga sedang membangun kelompok-kelompok
belajar dan riset bagi pelajar dan mahasiswa di seluruh pelosok tanah
air untuk membudayakan riset ilmiah dan mendorong segera terwujudnya
universitas riset di universitas-universitas seluruh Indonesia. Selain
di MITI, Warsito juga aktif sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat
(MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Komisi Kebijakan Publik yang
salah satunya bertanggung jawab langsung dalam merancang dan menyusun
Platform Pembangunan PKS Bidang Perekonomian. Ekonomi adalah bidang
kedua yang digeluti Warsito sejak tahun 1994 secara otodidak.

Di sela-sela kunjungannya pekan lalu ke Riyadh dalam rangka merintis
sebuah kerjasama riset dengan King Saud University, pks-arabsaudi.org
berhasil mewawancarai beliau. Berikut hasil wawancara tersebut:

Bisa diceritakan latar belakang kehidupan Bapak? Di antaranya kota
asal, kelahiran, keluarga, dan pengalaman kecil lainnya?

Saya lahir di Solo, Surakarta, Jawa Tengah, pada tanggal 16 Mei 1967.
Daerah saya dekat dengan Mantan Bapak Presiden Soeharto dan Ibu Tien.
Saya lahir dari keluarga petani, anak keenam dari 8 bersaudara. Saya
menempuh pendidikan dari SD Sampai SMA di Karanganyar Solo. Setelah
selesai dari SMAN 1 Karanganyar, Solo pada tahun 1986, saya
melanjutkan ke UGM selama satu bulan. Saya berhenti dari UGM karena
mendapatkan beasiswa ke Jepang. S-1 saya tempuh di Tokyo International
Japanese School, Tokyo tamat tahun 1988. Kemudian lanjut ke S-2 di
Shizouka University, B. Eng, Chemical Engineering, Lulus tahun 1992.
Masih di Universitas yang sama, Shizouka University, M.Eng, lulus
tahun 1994. Dan S-3 di Shizouka University, Ph.D Electronic Science
and Technology, Lulus tahun 1997. Saya menjadi staf peneliti (riset) 2
tahun dan asisten dosen 2 tahun di universitas bersangkutan. Setelah
menyelesaikan S-3, saya menghadiri suatu comfrence di Belanda dan
bertemu dengan seorang proffesor dari Amerika dan kemudian diajak
untuk melakukan riset di Amerika. Penelitian juga tentang tomografi
volumetrik. 2003, penelitian selesai di Indonesia dan merupakan bidang
yang pertama di dunia karena kemampuan memperoleh objek yang 4
dimensi. Saya pulang ke Indonesia dan menjadi ketua MITI (Masyarakat
Ilmuwan dan Teknologi Indonesia).

Bagaimana tentang keluarga Bapak saat ini?

Saya memiliki 4 orang anak, semuanya laki-laki. Anak yang pertama
lahir di Jepang, umurnya sekarang 16 tahun. Yang kedua lahir di
Indonesia, yang ketiga di Jepang dan yang terakhir lahir di Indonesia.

Bagaimana karir pekerjaan Bapak selepas menyelesaikan pendidikan?

Pemilihan karier sebagai peneliti ditempuh dengan pemikiran yang cukup
mendalam. Hal ini terjadi setelah lulus studi S3 karena butuh waktu
untuk menentukan posisi yang tersedia (berkarir di akademis atau
peneliti yang tidak terikat). Alasannya adalah riset ini merupakan
yang pertama atau pionir di dunia sehingga tidak ada tempat yang
sesuai untuk menampung.

Setelah pulang ke Indonesia, saya menjadi ketua MITI (Masyarakat dan
Ilmuwan Teknologi Indonesia) pada tahun 2005. MITI Berdiri tahun 2004
dan dipercaya menjadi ketua MITI tahun 2005. Tujuannya untuk
meningkatkan daya mampu kemampuan riset mahasiswa Indonesia dengan
membangun jejaring (Networking). Mengembalikan mahasiswa pada core
competence-nya. Disamping itu, di tahun 2007 saya mendirikan institusi
riset dalam ilmu tomografi yang diberi nama Edwar Technology.
Sebenarnya, saya mulai riset tentang tomografi sudah mulai 1991. Pada
waktu itu teknologinya tidak disebut dengan tomografi, namun suatu
riset yang digunakan untuk menembus pandang sebuah objek. Target
pertama dari penelitian tomografi ini diharapkan dapat dikembangkan
pada dunia kedokteran. Teknologi untuk diagnosa yang murah dan aman
(scanner 4 dimensi untuk ibu hamil yang merupakan update dari USG).
Scanner ini adalah proyek yang dimulai tahun ini dan diharapkan sampai
3 tahun kedepan sudah bisa dipergunakan hingga puskesmas. Target kedua
dari research tomografi adalah dapat mendiagnosa penyakit seperti
kanker, teknologi ini diharapkan dapat menggantikan PET. Sedangkan
target pengembangan ke 3 adalah untuk penggunaan sekuriti scanning
(Body scanning). Di Saudi Arabia sendiri, kami dipercaya untuk
mengembangkan riset center KSU (PSATRI) yang diharapkan dapat
memperoleh pengakuan dunia. Salah satu upaya dari MITI sendiri adalah
dengan mengirim mahasiswa Indonesia untuk belajar ke KSU. Di MITI juga
dapat membuka peluang mahasiswa untuk belajar ke luar negeri dengan
beasiswa untuk top 20%. Program lainnya dari MITI adalah program
aplikasi tepat guna pada para mahasiswa Indonesia dengan beberapa
kegiatan seperti lomba inovasi dan lomba penelitian.

Bisa diceritakan lebih jauh tentang ECVT (Electrical Capacitance
Volume Tomography) yang menjadi temuan Bapak?

Tomografi adalah teknologi untuk menembus dalam sebuah objek. Pada
waktu di Ohio State University, muncul ide untuk tomografi volumetric.
Saya sering bolak balik Amerika Indonesia untuk menyelesaikan research
mengenai tomografi volumetric ini. Maka pada tahun 2003 dan
setelahnya, selesailah teknologi itu di Indonesia, yang disebut
tomografi volume.

Kalau tomografi konvensional, yang dilihat adalah penampangnya.
Sedangkan tomografi volumetric, tidak hanya melihat penampang,
melainkan volumenya juga secara keseluruhan. Hal ini diibaratkan,
kalau kita ingin melihat objek manusia, maka akan seperti melihat air
dalam gelas. CD-Scan hanya terbatas kepada 128 penampang yg bisa
dilihat, sedangkan tomografi volumetric bisa tak terhingga, bisa
continuous, bisa didalam kecepatan tinggi, dan real time.

Dalam waktu dekat akan dikembangkan aplikasi di berbagai bidang,
misalnya untuk kesehatan. Adapun sifat yang digunakan adalah radiasi
atau tegangan tinggi. Tantangannya adalah diharapkan ada scanning
untuk tubuh manusia yang murah dan aman. Akan membuat scanner 4
dimensi di Puskesmas-Puskesmas untuk ibu hamil, untuk rumah sakit
menengah ke bawah. Akan memproduksi scanner 4 dimensi, bs melihat bayi
didalam kandungan secara keseluruhan. Yg ada sekarang hanya melihat
sebagian saja (4 dimensi yg sebagian kecil saja), misalnya bagian
kepala saja. Proyek ini sudah dimulai tahun ini, dan semoga 5 tahun ke
depan bisa tercapai seluruhnya. Target kami adalah 100 rumah sakit
menengah ke bawah. Adapun Untuk rumah sakit menengah ke atas, maka
bisa menggunakan resolusi tinggi.

Saya sangat optimis, teknologi tomografi volumetric ini bisa
menggantikan PET (Positron emission tomography). Bisa melihat mana
jaringan yang sakit dan yang tidak sakit dalam tubuh. Dan teknologi
tomografi inilah yang paling dekat, dan paling mungkin untuk
menggantikan PET.

Di KSU (King Saud University) akan memulai menerapkan teknologi ini,
yaitu di Riyadh Technology Incubation Center dan Psatri (Prince Sultan
Advance Technology Research Institute). Karena dua lembaga riset ini
ingin mendapatkan reputasi di dunia sesegera mungkin. Untuk tahun
pertama, akan memulai untuk membangun aplikasi dalam bidang industry
dan akan memulai dengan membangun lab untuk aplikasi reaktor.

Apakah Bapak tidak khawatir dengan institusi swasta yang bapak bangun,
dalam hal ini Edwar Technology?

Swasta itu memang berat, tetapi akan selalu dicari jalannya untuk
menyelesaikan berbagai permasalahan terutama mengenai dana. Selama ini
kan kita melihat melihat dunia penelitian itu dunia cost, research
center berarti cost center. Nah, di sini kita ubah dengan sebuah
research center yang visinya yang dibangun tidak seperti itu. Karena
bisnis yang paling bersaing ke depan adalah bisnis teknologi. Dengan
pertimbangan yg cukup rasional, insya Allah akan survive di Indonesia.
Bisa membiayai sendiri semua research serta mendapatkan profit.
Investasi yg dilakukan sederhana saja, kita mulai dari apa yang kita
bisa. Kalau berani melakukannya, maka kita akan bisa.

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

One thought on “WARSITO PENELITI SWASTA INDONESIA (EXS SMANSA KRA)

  1. To : Bp. Warsito salam kenal
    Perkenelkan saya wahyu hermawan, saya bangga sekali dengan bapak karena saya juga alumni SMAN Karanganyar lulus tahun 2007. Saat ini saya tengah menempuh pendidikan Diploma IV radiologi jurusan CT Scan di Poltekkes Kemenkes Semarang. Saya sangat tertarik dengan Ct Scan, saya ingin sekali membaca hasil hasil penelitian atau jurnal bapak dari yang paling sederhana sampai yang paling canggih, bagaimana saya bisa mendapatkannya?. terimakasih
    hormat saya : wahyu hermawan

    Posted by Wahyu Hermawan | Maret 3, 2011, 9:34 pm

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,331 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: