//
you're reading...
macem - macem

Terendah dalam 3 Tahun ; Pertumbuhan Ekonomi 2009 Hanya 4,3 Persen


Terendah dalam 3 Tahun ; Pertumbuhan Ekonomi 2009 Hanya 4,3 Persen
Jakarta, Selasa, dari harian Analisa.

Pemerintah memperkirakan realisasi pertumbuhan ekonomi 2009 ini hanya bisa mencapai 4,3% atau di bawah asumsi APBN 2009 yang sebesar 6%.

Ini adalah level pertumbuhan ekonomi terendah dalam 3 tahun terakhir. Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam bahan pada rapat kerja dengan DPD di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (16/6).

”Realisasi pertumbuhan ekonomi 2009 diperkirakan 4,3% merupakan level terendah dibanding tiga tahun terakhir,” jelasnya.

Dengan penurunan pertumbuhan ekonomi ini, PDB nominal di 2009 pun juga akan menurun menjadi Rp5.232,8 triliun. “Lebih rendah dari perkiraan APBN 2009 yang sebesar Rp5.327 triliun,” imbuhnya.

Untuk nilai tukar, Sri Mulyani mengatakan realisasi rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di 2009 adalah Rp10.600/US$ atau lebih tinggi dibandingkan asumsi APBN 2009 yang sebesar Rp9.400/US$.

”Dolar AS akan mengalami gejolak karena utang pemerintah AS yang melonjak tinggi akibat stimulus untuk krisis ekonomi yang menyebabkan confidence terhadap dolar terkoreksi, tapi karena dolar AS secara de facto merupakan mata uang global, pelemahannya tidak cepat,” paparnya.

Terakhir untuk harga minyak atau ICP rata-rata di 2009 adalah US$ 61 per barel.

Sementara itu untuk realisasi APBN sampai Mei 2009 adalah sebagai berikut:
· PDB Nominal Rp1.300,3 triliun
· Pertumbuhan ekonomi 4,4%
· Inflasi 6.04%
· Rata-rata nilai tukar Rp11.258 per US$
· Suku bunga SBI 3 bulan 8,82%
· Harga minyak ICP US$ 46.5 per barel
· Lifting minyak 957 ribu barel per hari.(dtc)

Kondisi Keuangan Makro Pengaruhi Keuangan Pribadi
February 14th, 2009 Leave a comment Go to comments
Mungkin banyak diantara yang kita cuek terhadap kondisi keuangan secara makro. Selain karena kurangnya informasi yang kita ketahui, kita sering beranggapan bahwa kondisi keuangan makro tidak berdampak langsung terhadap keuangan pribadi atau keluarga. Namun ternyata beberapa hal dari kondisi keuangan Makro ternyata memiliki hubungan yang erat dengan keuangan pribadi atau keluarga.

Mungkin diantara kita sering membicarakan naik turunnya suku bunga SBI yang biasanya mempengaruhi suku bungan tabungan dan deposito yang kita miliki. Suku Bunga Bank Indonesia (SBI) sering kita gunakan sebagai acuan pada investasi kita. Hal ini dikarenakan naik turunnya SBI akan berdampak langsung pada bunga tabungan, deposito, dan instrument keuangan lainnya seperti emas dan properti.

Beberapa hal dari faktor-faktor ekonomi makro yang mempengaruhi keuangan pribadi kita:

– Inflasi :
Dampak yang kita bisa rasakan secara langsung dari inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa yang tersedia di masyarakat. Pemerintah mengukur inflasi dengan beberapa faktor: Indeks Harga Konsumen, Indeks Harga Produsen, pemicu terjadinya deflasi pendapatan per kapita, dan Indeks upah tenaga kerja.

Inflasi sangat terasa dampaknya bagi orang yang memiliki pendapatan, karena daya beli dari uang yang dimiliki menurun. Misalnya beberapa tahun lalu, kita makan nasi lengkap dengan ayam dan sayur di warteg atau rumah makan padang cukup dengan uang Rp 5000,- saja. Namun sekarang nilai uang Rp 5000,- tadi turun, apabila digunakan untuk membeli makan di warteg atau rumah makan padang kita mungkin hanya bisa beli nasi telur saja. Hal ini yang membuat inflasi seperti perampok kekayaan kita. Makanya, para menteri dan pejabat yang menangani urusan ekonomi pusing tujuh keliling mengatur dan menjaga inflasi.

– Pendapatan per Kapita :
Pendapatan per kapita berfungsi untuk mengukur nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh kegiatan ekonomi nasional serta mengukur kesehatan ekonomi suatu negara secara luas. Pendapatan per kapita dilaporkan sebagai bentuk nyata pertumbuhan ekonomi secara luas.

Secara sederhana, pendapatan per kapita akan mununjukkan rata-rata pendapatan setiap warga Indonesia yang produktif (usia kerja) berdasarkan indikator ekonomi makro. Naiknya pendapatan per kapita bisa mencerminkan bahwa negara tersebut, atau masyarakat di negara tersebut, lebih makmur dibandingkan negara lain.

– Suku Bunga :
Suku bunga adalah faktor terbesar yang akan dijadikan pertimbangan dalam membuat keputusan keuangan. Antara lain biaya bunga pinjaman, misalnya Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Kredit Kepemilikan Mobil (KPM), serta kredit usaha lainnya. Pengaruh naik-turunnya suku bunga akan dirasakan oleh kedua belah pihak, baik kreditor maupun debitor.

Naik-turunnya penghasilan bunga bagi penabung juga akan ditentukan oleh naik-turunnya suku bungan tersebut. Bagi para pakar ekonomi, suku bunga dipakai untuk mengukur tingkat resiko investasi di suatu negara.

dari Vivanews-bisnis
Kiat Menyikapi Kondisi Keuangan Global
Jangan mudah terjebak rayuan imbal hasil tinggi dalam tempo
singkat. Jadi, rasionallah.
Selasa, 23 Desember 2008, 16:51 WIBUmi Kalsum, Nur Farida Ahniar

(VIVAnews/Tri Saputro)

BERITA TERKAIT
Tips Menghindari Jebakan Produk Spekulatif
Mengenal Jenis-jenis Produk Spekulatif
Penjaminan Penuh, Apa Untungnya?
Trik Jika Simpanan Tak Dijamin
5 Cara Mempertahankan Investasi Saat Krisis
web tools
VIVAnews – Imbas krisis keuangan global kian hari kian terasa pada sistem keuangan di dalam negeri. Tapi jangan takut, silakan tetap berinvestasi. Namun diperlukan tindakan yang rasional. Jangan lupa pahami juga karakteristik produk yang akan dimanfaatkan.

Bank Indonesia memberikan kiat khusus dalam menyikapi kondisi keuangan global. Yang utama adalah memperhatikan risiko-risiko yang tidak hanya muncul pada produk itu sendiri, namun juga risiko eksternal mengingat sistem keuangan suatu negara kini tidak lagi berdiri sendiri tapi terintegrasi dengan sistem keuangan negara lain secara global.

Berikut kiat yang perlu diperhatikan calon investor:

Risiko Berinvestasi

1. Risiko yang melekat (inherent risk)
Setiap produk yang ditawarkan bank, termasuk produk perbankan syariah, memiliki keunggulan dan keterbatasan masing-masing. Produk-produk ini selain menjanjikan hasil keuntungan tertentu, juga mengandung risiko yang melekat, sehingga perlu dipahami karakteristik produk sebelum memanfaatkannya.

Perlu diketahui, tidak semua produk yang ditawarkan bank murni produk bank. Produk yang murni perbankan, misalnya, tabungan, giro, deposito, krefit dan pembiayaan syariah. Sedangkan produk reksadana dan bancassurance merupakan produk investasi dan asuransi yang dikeluarkan lembaga keuangan lain dan dipasarkan melalui bank sebagai agen penjualan (selling agent). Sebagai agen penjualan, bank tidak bertanggung jawab ata skinerja produk rensadana dan bancassurance tersebut.

Risiko yang melekat pda tabungan, giro, deposito, misalnya, kemungkinan terjadinya kesulitan penarikan atau pencairan dana apabila terdapat permasalahan pada bank tempat menyimpan dana tersebut.

Risiko yang melekat pada produk lainnya seperti reksadana, misalnya penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana berbasis saham karena terjadinya penurunan harga portfolio saham untuk reksadana tersebut.

2. Risiko Eksternal
Selain risiko yang melekat, setiap produk juga memiliki risiko eksternal yang dipengaruhi kondisi perekonomian dalam negeri dan luar negeri, maupun kondisi psikologis masyarakat. Risiko eksternal antara lain dapat berasal dari:

– Pergerakan indeks harga saham
– Pergerakan nilai tukar mata uang
– Pergerakan tingkat suku bunga
– Krisis keuangan di negara lain
– Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kondisi keuangan
– Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas politik
– Rumor yang berkembang

Mengurangi Risiko

Sebelum memanfaatkan produk yang ditawarkan bank, ada baiknya perlu dipahami risiko yang mungkin timbul serta mengetahui cara mengurangi risiko tersebut.

Pemerintah telah menyediakan sarana untuk mengurangi risiko produk tabungan, giro, dan deposito melalui Lembaga Panjamin Simpanan (LPS). Salah satu syarat penjaminan LPS adalah suku bunga uang diberlakukan sesuai dengan yang ditetapkan LPS.

Untuk produk reksadana dan bancassurance, perlu dipahami risikonya dengan teliti serta mempertimbangkan apakah besarnya risiko produk itu sesuai dengan yang diperkirakan.

Sebagai calon investor, Anda berhak meminta penjelasan bank mengenai syarat dan ketentuan yang berlaku mengenai produk investasi yang akan dimanfaatkan.

Yang perlu diperhatikan dalam menyimpan dana dan berinvestasi:

– Ingatlah setiap jenis simpanan dan investasi yang memberikan imbal hasil tinggi umumnya memiliki risiko yang tinggi pula.
– Kenali dengan baik lembaga keuangan tempat Anda menyimpan atau menginvestasikan uang Anda.
– Ketahui dan pahami setiap risiko yang melekat pada produk keuangan yang Anda manfaatkan karena setiap jenis simpanan dan investasi pasti mengandung risiko.
– Sesuaikan jenis simpanan dan investasi dengan tingkat risiko yang dapat Anda terima.
– Bersikap rasional dalam menghadapi penawaran investasi yang memberikan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat.

• VIVAnews

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Belum ada komentar.

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,480 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: