//
you're reading...
macem - macem

FENOMENA PENEGAK HUKUM “HOLLAND”


Sosok Anggodo akhir-akhir ini begitu populer dan mampu membongkar kebobrokan system hukum yang sudah lama mengakar i negeri ini. Sosok Prita juga mampu menggugah kebobrokan hukum bagi kaum lemah, pencuri semangka, kakau, Nasrudin, KPK terrorisme dsb…Bagaimana sebenarnya yang telah terjadi? Anda punya kasus misalnya memukul si A dan si A akan melaporkan ke Polisi maka besuk polisi akan menahan anda, tetapi jika lobi anda kuat (baca hubungan baik dan fulus) kepada petugas polisi maka anda bisa tidak apa2 atau tahanan luar kalau lobiny kurang bagus. Kemudian jika ternya pelapor “lobiny” lebih kuat maka kasus terus berlanjut. Maka kasus ini akan “seolah2” ingin didamaikan tergantung negoisasi jika ada negoisasi + “lobi” kasus bisa berlangsung “damai” maka bisa selesai ditingkat polsek, namun jika anda dan korban tetap tidak ada kompromi maka anda bisa di tarik untuk masuk tahanan jika “lobi tidak dilanjutkan”. Anda bisa menunggu kasus ini hingga tiga bulan baru di sidangkan. Parahnya ketika kasus anda masuk pengadilan banyak hal lagi”lobi” 2 yang harus anda lakukan. Anda akan berhadapan dengan hakim, jaksa, pengajcara (kalau anda tunjuk), sipir LP. Mereka semua abdi hukum kolonial yang berjalan tanpa landasan akhlak, syariah dan moral. Meraka bekerja benar2 berdasarkan hukum tertulis di kitab2 undang2 hukum kolonial dan jiwa neo liberalisme konsumerisme yang sangat butuh fulus…. Anda akan sangat kesulitan jjika tidak ada lobi, atau anda orang kecil yang tidak terekspos surat kabar atau punya kenalan berpengaruh di daerah anda…. ilustrasi ini sangatlh disederhanakan tetapi sedikit banyak mecerminkan kondisi hukum made in HOLLAND di negara kita. Bagaimana era Rosulullah dan khalifah mengangkat qodi? menurut literatur (hadist dan sejarah para khalifah) mereka dalam memutuskan hukum2 muamalah, buyu’,jinayah,munakahat dsb dalam suatu daerah selalu mengangkat Qodi’. Hakim bagi seluruh permasalahan di kota ini. Qodi’ harus menguasai ilmu2 syariah, dan tentunya mereka adalah orang yang ‘alim (pintar), dan sholeh. Amal perbuatannya jadi teladan seluruh negeri, pengetahuan tentang alquran hadist dan ilmu logika tidak diragukan lagi.. mereka inilah yang biasa diangkat jadi qodi atau hakim untuk memutuskan masalah yang muncul. Dalam suatu pemerintahan tidak ada perbedaan orang lemah dan orang kuat, pejabat atau rakyat biasa, orang Islam dan non Islam. Peraturan sudah qoth/pasti, semua orang yang ngerti agama faham peraturan. Pernah Umar sang khalifah kalah dalam berperkara dengan seorang Yahudi, atau seorang gubernur yang di cambuk gara2 melanggar syariat.. Itulah perbedaan kuat antara hukum yang dilandasi akhlak dan keimanan dan hukum yang dilandasi kertas2 lapuk jaman belanda dan konsumerisme… waallohua’lam. moga2 aku tidak ditangkap seperti prita karena nulis seperti ini…

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Belum ada komentar.

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,331 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: