//
you're reading...
macem - macem

EKONOMI MANDIRI – Indonesia kekurangan 4jt wirausahawan


Pengin kaya jangan jadi karyawan…
Mamang itulah yang sering kita dengar di sekitar kita baik di media elektronik atau pun cetak, bahkan telah muncul banyak komunitas enterpreneur untuk membebaskan dirinya dari kekaryawanannya.

Muncul juga di sekitar kita bujuk rayu MLM ataupun usaha sejenis yang menawarkan passive income yang artinya kita nggak ngapa2 in tapi dapat duwit.. aneh yaa tapi tetap juga ada orang percaya.

Aku pernah baca bukunya Safir Senduk tentang bagaimana mengelola keuangan seorang karyawan agar hidup berkecukupan, dan tentunya tidak di beratkan dengan pengeluaran yang semakin membesar seiring godaan konsumtif di sekitar kita, yang kalau dituruti berapapun gaji kita menuntut untuk dihabiskan..

Intinya yang diuraikan safir senduk jangan lah dalam keluarga kita hanya mempunyai satu sumber pemasukan sedangkan aliran dna keluarnya bermacam2 post. Misal saja sumber pemasukan hanya gaji, sedang pengeluarannya atara lain : beaya makan bulanan, spp anak sekolah, pembantu, listrik, BBM, Telpon, angsuran rumah,angsuran mobil dll. Maka keluarga dengan Lain type seperti ini sangat riskan. Lain lagi misalnya jika dia bukan karyawan biasa yang gaji pertahunnya lebih besar dari 1 M. Disini kita bicara kebanyakan keadaan karyawan di Indonesi
Beliau menyarankan bagaimana agar bisa menjadi seorang karyawan yang “kaya”, maka seorang karyawan harus memperbanyak post pemasukan tentunya bukan dari korupsi dan sejenisnya tetapi mulailah berinvestasi. Apa pun.. Dagang, bagi hasil, beli properti, persewaan, jasa ..etc. Hingga minimum dari hasil invetasi ini bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan konsumsi sukur2 menambah nilai investasi, yang semakin lama semakin berkembang hingga bahkan bisa melampaui gaji karyawan itu sendiri. Atau kalau tiba masanya malah meninggalkan kekaryawanannya, karena penghasilannya dari investasinya telah memenuhi dan membutuhkan perhatian yang lebih untuk mengembangkan investasinya itu.

Robert kiyosaki juga menyarankan bagaimana kita bisa mulai berinvestasi, dan mendidik anak-anak kita agar menjadi anak yang peka dalam melihat peluang bisnis di sekitar kita, bukan mendidiknya menjdai robot-robot para kapitalis, tetapi kalau bisa menjadi sang kapitalis itu sendiri. Dengan sedikit kerja fisik dengan mengumpulkan dan mencdoba banyak idea ahirnya bisa menghasilkan sesuatu yang besar dan mencengangkan. Hal itu tidak lah datang begitu saja mesti dilatih, tentunya dengan segala tantangannya dan kemungkinan berhasil atau gagalnya.

Robert Kiyosaki mengatakan kalangan meengah / “miskin” membelanjakan uangnya untuk konsumsi sedangkan kalangan “kaya” membelanjakan uangnya untuk investasi. “kaya” bukan berarti banyak uang tetapi orang yang mempunyai pengetahuan bagaimana mengelola keuangan. Bisa jadi anda golongan uangnya banyak tetapi masih masuk dalam golongan “miskin” karena memang sebagian besar dananya untuk konsumsi dan yang lain ditabung yang tidak menambah apapun kecuali potongan administrasi dari bank…

Nabi SAW memberikan nasihat pekerjaan apa yang paling mulia?? bukanlah seorang tabib atau dokter, atau guru ataupun pengacara. Pekerjaan yang paling mulia menurut Beliau SAW adalah PEDAGANG. Karena pikirinnya selalu di olah setiap hari bagaimana menghasilkan keuntungan.. yang tentunya tidak menyimpang dari cara2 berdagang menurut tata cara yang dibolehkan beliau.

Demikianlah jika sudah ada ilmu, ada modal ada kesempatan tunggu apa lagi?? waktu berjalan semakin cepat, usia semakin lama mendekati kematian, gunakan waktu dengan hal yang bermanfaat.

waallohu a’lam
paiton 26 feb 10
Sabtu, 27/02/2010 04:45 WIB
RI Kekurangan 4 Juta Wirausahawan
Triono Wahyu Sudibyo – detikNews
Semarang – Saat ini, jumlah wirausahawan nasional hanya 400 orang. Idealnya agar bisa disebut sebagai negara maju, Indonesia harus memiliki 4,4 juta wirausahawan. Jadi masih kurang 4 juta.

Demikian dipaparkan Menakertrans Muhaimin Iskandar di sela Pelantikan dan Rakerwil GP Ansor Jateng di Hotel Semesta Semarang, Jl. Wahid Hasyim, Jumat (26/2/2010) malam.

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, menjelaskan sejatinya pekerja informalbisa mengisi lowongnya posisi wirausahawan. Di kancah ‘perbisnisan’, jumlah mereka nyaris 65 persen. Namun, sejauh ini, karena berbagai hal, mereka belum mengambil peran sentral.

“Karena itu, kita berupaya meningkatkan jiwa kewirausahaan pada pekerja informal. Melalui pelatihan atau bantuan dana,” kata Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa ini.

“Program (peningkatan kapasitas dan kuantitas wirausahawan) ini sudah ada dalam APBN. Tinggal jalan,” imbuhnya.

Cak Imin menambahkan, peningkatan jumlah atau akselerasi wirausahawan nasional sangat penting, terutama menjelang berlakunya AC-FTA. Wirausahawan didorong mengisi suplai nasional, atau jika memungkinkan, pasar internasional.

Dia menegaskan pemerintah berkomitmen mem-back up program kewirausahaan. “Diharapkan, tumbuh wirausahawan baru. Ekonomi nasional berjalan,” katanya.

(try/Rez)

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Belum ada komentar.

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,147 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: