//
you're reading...
macem - macem

Bank Century vs Bank Eksekutif beda threatment beda hasil, dan tanpa masalah


Artikel menarik perbandingan kasus yang sama antara bank Century dan Bank Eksekutif tetapi dengan kebijakan yang berbeda, hasilnya kasus bank eksekutif aman2 saja. Berikut penuturan Drajat Wibowo yang di ulas di detik.com

Selasa, 02/03/2010 08:45 WIB
Pelajaran yang Keras dan Berharga untuk BI dalam Kasus Century
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Kasus PT Bank Century Tbk (Century) saat ini sudah sampai pada tahap akhir di tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kasus ini setidaknya menjadi pelajaran berharga bagi Bank Indonesia (BI) yang menjadi titik lemah.

Ekonom yang juga Mantan Anggota DPR Komisi XI periode 2004-2009, Drajad Wibowo mengatakan apapun nantinya keputusan dalam rapat Paripurna tersebut hendaknya diambil sebuah pelajaran bagi negara ini khususnya otoritas moneter yakni Bank Indonesia (BI).

“Apapun keputusan akhir kasus Bank Century di DPR, merupakan pelajaran keras dan berharga bagi BI. Dan memang kita semua harus mengakui bahwa titik lemah dari terjadinya kasus tersebut adalah di bank sentral,” ujar Drajad ketika ditemui di Gedung DPR-RI, Senin malam (01/03/2010).

Dalam menyikapi kesimpulan akhir, Drajad mengharapkan semua kalangan harus melihat kedepan dengan mengambil sisi positifnya.

“Namun, tidak lupa ketika melihat kedepan kita jangan tutupi kesalahan masa lalu. Jangan jadikan hantu yang membuat kita tidak bisa melangkah dan ditutupi seolah tidak ada kesalahan, semua yang bersalah harus ditindak,” tegasnya.

Lebih spesifik Drajad menegaskan peran pengawasan perbankan terbukti sangat lemah di tubuh BI. Hal tersebut menurut Drajad terlihat dari proses pengambilan keputusan baik di tingkat Direksi sampai kepada tingkat tertinggi yakni Dewan Gubernur.

“Bank Indonesia terlalu takut jika suatu bank yang bermasalah dan diketahui publik maka akan terjadi rush (penarikan besar-besaran). Dengan kata lain Bank Indonesia tidak bertindak tegas,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Seperti diketahui, saat kasus Bank Century mencuat, BI yang kala itu dipimpin Boediono memang terkesan tertutup. Publik tidak mengendus permasalahan bank tersebut hingga akhirnya menjadi bom tatkala bank tersebut gagal kliring.

Namun dalam kasus Bank Eksekutif, BI yang kini dipimpin Darmin Nasution sebagai pjs lebih terbuka. Informasi lebih bisa diakses publik dan BI bersedia memberikan penjelasan sehingga nasabah lebih tenang dan Bank Eksekutif tidak dilanda rush dengan situasi yang terkandali.

Dradjad menambahkan, jika bank sentral menindak tegas layaknya Bank Eksekutif pada saat ini, maka Bank Century tidak akan menimbulkan polemik yang menurut Drajad sangat membuat masyarakat bertanya-tanya.

“Sekarang terbukti pada Bank Eksekutif, disitu BI bertindak tegas. Dan dari sikap tegas dan terbuka itu maka Bank Eksekutif kemungkinan besar dapat selamat dengan sendirinya. Jangan lupa, saat ini kondisi pasar global terjadi pengetatan kredit dan keringnya likuiditas mirip kasus Century, terutama di Amerika,” paparnya.

Dradjad menambahkan, sifat tegas BI tersebut sangat diperlukan karena saat ini beberapa bank memiliki kondisi yang serupa dengan Bank Eksekutif.

“Bank kolaps, rush atau kemungkinan lain yang sudah diperkirakan tidak ditakutkan. Perlu diketahui, saat ini selain Bank Eksekutif ada beberapa bank lain, satu sampai dua bank yang kondisinya rawan,” tegas Drajad.

Lebih lanjut Drajad mengatakan pengalaman Century dan Bank Eksekutif saat ini hendaknya diambil sebuah pembelajaran dimana otoritas moneter harus dapat bertindak lebih tegas dalam melakukan pengawasan.

“BI sudah kehilangan imej akibat kasus Century. Hal tersebut membuat bank sentral harus merelakan tugasnya sebagai pengawas bank dilepas,” kata Drajad.

(dru/qom)

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Belum ada komentar.

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,480 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: