//
you're reading...
macem - macem

I’dad dan Ribath sebelum Jiha


Mumpung ingat aku tuliskan wasiat penting tahapan yang harus di lalui sebelum berjihad. Tanpa didukung hal ini setrategi jihad yang di canangkan adalah lemah menurut tuntunan Rosulullah dan Perintah Alloh.
I’dad artinya persiapan sebelum jihad sedangkan Ribath adalah menjaga perbatasan.

Surat Al-Anfal ayat 60
Dan persiapkan dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan kuda yang dapat menggentarkan musu Alloh, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya tetapi Alloh mengetahuinya. Apasaja yang kamu infaqkan (belanjakan) dijalan Alloh niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan di dzlimi.
Ibnu Katsir menjelaskan:
Alloh menyuruh umat yang beriman supaya selalu siap siaga dan waspada, mempersiapkan diri dengan segala perlengkapan kekuatan yang bisa membuat musuh Alloh gentar yaitu musuh kaum mukminin, muslimin. Perlengkapan kekuatan ini adalah perlengkapan senjata dan kendaraan tempur supaya orang kafir tidak memandang ringan Dan remeh terhadap kaum kaum muslimin jika dihina dan diremehkan agamanya untuk membela dan mempertahankan agamanya meskipun korban jiwa dan raganya.

Uqbah bin Aamir ra. Berkata:”saya telah mendengar Rosulullah saw bersabda:”wa’idulahum mas tatho’tum min quwwah. Alaa innal quwatar ramyu, alaa in-nal quwwatar ramyu.” Siapkan untuk mengahadapi musuh segala kekuatan yang dapat kalian persiapkan, ingatlah sesungguhnya kekuatan itu ialah melempar dari jarak jauh, sesungguhnya kekuatan itu melempar darijarak jauh. (Riwayat Ahmad, Muslim,Ibn Majah, Abu Dawud).

Dilain Riwayat : Rosulullah saw bersabda: Irma warkabuu, wa an tarmu khoirun min an tarkabuu. Artinya: Berlatihlah melempar jauh dan berkendaraan dan keterampilan (kepandaian) melempar jauh lebih baik daripada berkendaraan/.(R Ahmad dan Ahlushunnah). Dst lain waktu diketik habis..

Ribath = Berjaga-jaga di perbatasan
Surat Ali Imron 200
Hai Orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siap (di perbatasan) dan bertaqwalah kepada Alloh supaya kamui beruntung.

Dijelaskan dalam tafsir ibnu katsir yang panjang…(nanti kalau ada waktu insyaayaalloh di komplitkan tulisan ini) … wallohua’lamila liqo’

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Belum ada komentar.

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,331 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: