//
you're reading...
Ekonomi Politik

dulmatIN pengalih perhatian


sEJAK LAMA Pak Kapolri ini bikin goro2… gak tahu yang di tangkap itu binaannya atau korbannya.
pokoknya waktu penangkapan berhubungan erat dengan peristiwa besar yang sedang berlangsung lainnya.

Sudah beberapa kali siSBY ini membuat suatu kasus kabur ddengan adanya penangkapan teroris atau penyerangan teroris.
saya hanya percaya 5 % dan 95 % tidak percaya kecjadiaannya itu alami tanpa rekayasa.
ada yang bilang kasus ini suguhan ke kang Obama karena mau berkunjung ke indo sebagai tanda bukti uang santunannya dari obama gov. disalurkan benar-benar (operasi densus 88). Eh lhakok malahna si OBAMA takut gak jadi ke indonesia, piye to iki.
Para wartawan hendaknya bersabar dan terus menyimpan amunisi tetang kasus century, antasari atau lainnya sampai booming kasus dulmatin mereda. Sehingga kalau toh niatan jelek itu benar tentunya amunisi berikutnya pasti diluncurkan untuk menetralisir kasus yang di ungkap pers di kemudian waktu.

wallohu a’lam. berikut kutipan kompas hari ini.
[ Kamis, 11 Maret 2010 ]
SBY Pamer di Parlemen Australia, PM Rudd Puji RI
Laporan : LEAK KUSTIYA, NAUFAL WIDHI dari Canberra, Australia

tewasnya salah seorang gembong terorisme yang diburu, Dulmatin, juga diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan sambutan dalam jamuan makan siang dengan anggota parlemen Australia di Canberra kemarin (10/3).

Sesaat sebelum mengakhiri sambutannya, SBY memamerkan keberhasilan Polri melumpuhkan pergerakan terorisme. ”(Kepolisian) Indonesia telah berhasil melumpuhkan Dulmatin, salah satu teroris paling dicari di Asia Tenggara,” kata SBY di depan anggota parlemen, termasuk Perdana Menteri (PM) Australia Kevin Rudd.

SBY mengungkapkan, keberhasilan itu menyusul sukses menghentikan aksi Dr Azhari Husin yang tewas di Kota Batu, Jatim, dan Noordin M. Top, yang tewas di Mojosongo, Solo. Pernyataan SBY tersebut mendapatkan sambutan tepuk tangan para undangan. ”Karena itu, demi keselamatan umat manusia di dunia, mari kita bekerja sama secara global,” tutur SBY.

Setelah memberikan sambutan, SBY mendapatkan standing ovation (aplaus atau tepuk tangan sambil berdiri) dari para undangan. Isu terorisme menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kunjungan kenegaraan SBY di Australia kali ini.

Saat berpidato, SBY juga menyinggung kerja sama memberantas aksi terorisme dengan Australia. Kepolisian dua negara akan saling membantu dalam perang terhadap terorisme. ”Meliputi pertukaran informasi intelijen dan peningkatan kapasitas,” ungkapnya.

SBY sepakat dengan PM Rudd bahwa terorisme adalah musuh bersama. Setelah peristiwa peledakan bom di Hotel JW Marriott, Jakarta, pada Juli 2009, PM Rudd mengatakan bahwa serangan teroris atas Indonesia juga merupakan serangan terhadap tetangganya.

Saat acara joint media conference, PM Rudd mengapresiasi langkah Indonesia dalam memerangi terorisme. Begitu pula keberhasilan Polri mengakhiri petualangan dua gembong teroris, Dr Azhari Husin dan Noordin M. Top, serta kemudian Dulmatin. ”Kami tahu bahwa itu bukan hal mudah,” kata Rudd.

Rudd mengungkapkan, dua negara melalui kementerian terkait, seperti kementerian pertahanan, akan lebih memperhatikan isu terorisme. ”Ke depan, kerja sama (melawan terorisme) ini akan lebih ditingkatkan,” tutur Rudd.

Secara terpisah, Menko Polhukam Djoko Suyanto yang ikut mendampingi Presiden SBY ke Australia mengatakan, keberhasilan Polri melumpuhkan teroris merupakan hasil pengintaian intensif. ”Jadi, tidak tiba-tiba. Cuma kepolisian saja yang tak terlalu mengekspos,” katanya saat ditanya tentang berita dilumpuhkannya Dulmatin.

Untuk melumpuhkan teroris, ungkap dia, aparat menggunakan perhitungan matang. ”Kalau terlalu awal, ikannya akan lari. Begitu juga kalau terlambat. Memang soal timing, cari yang tepat,” ujar mantan panglima TNI tersebut.

Meski demikian, Djoko membantah bahwa persoalan waktu tersebut dikaitkan dengan rencana kedatangan Presiden AS Barack Hussein Obama ke Indonesia pertengahan bulan ini atau kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke Australia. ”Tak ada kaitan dengan kedatangan Obama atau kunjungan ke Australia,” tegas Djoko. (fal/dwi)

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Belum ada komentar.

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,379 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: