//
you're reading...
Ekonomi Politik

Pengin Jadi Pegawai kaya, jadilah pegawai pajak


Rabu, 24 Maret 2010 ]
Gayus Tambunan Kaya Mendadak, Hobi Belanja Properti
GAYUS Halomoan Tambunan memang misterius. Sebagai pegawai negeri sipil (PNS), golongannya adalah IIIa. Tapi, dia mendadak punya duit Rp 25 miliar di rekeningnya. Selain duit bejibun itu, Gayus doyan belanja properti.

Para tetangganya di kampung asal Gayus di RT 11 RW 8, Jalan Warakas I Gang 23, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Priok, Jakarta Utara, menuturkan, kehidupan Gayus mengalami titik balik setelah lulus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 2000 dan masuk Direktorat Jenderal Pajak.

Gayus tak langsung bekerja di bagian penelaah keberatan pada seksi banding dan gugatan wilayah Jakarta II seperti sekarang. Begitu lulus sekolah pencetak akuntan itu, Gayus sempat melanglang buana. Dia ditugaskan di sejumlah kantor pajak di luar Jawa hingga akhirnya kembali lagi ke Pulau Jawa.

Ketua Rukun Tetangga 11 RW 8 Kelurahan Papanggo Amir Suhadi mengatakan, pada 2003 Gayus menikah. Sejak saat itu, Gayus tak pernah kelihatan di rumah orang tuanya di daerah Papanggo, Priok, Jakarta Pusat.

Gayus kemudian tinggal bersama mertuanya di kawasan Kelapa Gading. Tapi, itu hanya bertahan sementara. Tak lama kemudian, dia sudah mampu hidup mandiri. Dia membeli rumah di kawasan elite di daerah Jakarta Utara itu. ”Kata anak-anak, rumah Gayus gede. Ada kolam renangnya,” bisik salah seorang penjaga kios di gang dekat rumah Gayus.

Kekayaan Gayus setelah jadi pegawai pajak bukan hanya itu. Salah seorang warga menuturkan, dia sempat membeli sebuah apartemen mewah di daerah Cempaka Mas, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat. Apartemen itu kini ditinggali dua adik Gayus, yakni Wiwit dan Detri. Padahal, apartemen mewah di Jakarta paling tidak dibanderol Rp 600 juta.

Amir menceritakan, dia pertama bertemu Gayus pada 2004 saat pemilu. Saat itu, Amir yang menjadi PPS (petugas pemungutan suara) meladeni Gayus yang masih mencoblos di kampung aslinya. Setelah empat tahun bekerja di Ditjen Pajak, Gayus pulang kampung membawa mobil. ”Kalau nggak Kijang Innova, ya Avanza. Pokoknya, antara dua itulah,” kata Amir yang mengaku mengenal Gayus sejak ingusan.

Gayus adalah anak kedua di antara lima bersaudara. Sebelum pensiun, ayahnya, Amir Syarifuddin Tambunan, adalah pekerja di sebuah perusahaan swasta di Pelabuhan Tanjung Priok. Jika dibandingkan dengan warga lainnya, kehidupan mereka sangat sejahtera. Amir Syarifuddin memiliki lima anak. Semuanya lelaki, kecuali yang bungsu.

Semua anak Amir Syarifuddin menempuh pendidikan tinggi. Tak terkecuali Gayus. Setelah lulus SMA, Gayus masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan lulus pada 2000. ”Saat kuliah di STAN, Gayus sudah jarang pulang. Mungkin, dia ngekos,” kata Amir Suhadi.

Rumah Gayus di Papanggo kini sudah tidak ditempati. Sejak dia lulus, rumah itu awalnya didiami Amir Syarifuddin seorang diri. Ibu Gayus sudah meninggal sejak 1980-an. Namun, pada 2008, Amir Syarifuddin menikah lagi dan tinggal bersama istri keduanya di Depok, Jawa Barat.

”Pak Amir hanya ke sini paling dua atau tiga bulan sekali. Beberapa waktu lalu ke sini untuk melihat PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) rumahnya,” kata Amir Suhadi. (aga/c3/iro)
dari detik.com
Rabu, 24/03/2010 17:10 WIB
Markus Pajak Rp 25 M
Rumah Gayus di Gading Park View Berharga Miliaran Rupiah
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews

Foto Terkait
gb
Mencari Jejak Gayus Tambunan
Jakarta – Gayus Tambunan, pegawai Pajak golongan III A, menetap di sebuah rumah mewah di kawasan elite Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rumah itu ditaksir berharga miliaran rupiah.

Rumah Gayus terletak di kompleks real estate Gading Park View, blok ZE 6 No 1. Di depan rumah itu terdapat jalan beraspal.

Menurut informasi, ketika diluncurkan pertama kali pada 2003, rumah paling murah di kompleks itu seharga Rp 1,54 miliar untuk tipe standar, sedangkan tipe sudut seharga Rp 3,2 miliar. Harga itu tentu meroket seiring perjalanan waktu. Rumah Gayus sendiri merupakan rumah sudut alias hoek.

Pantauan detikcom, Rabu (24/3/2010), rumah Gayus bercat coklat dan berlantai dua. Rumah mewah itu tanpa pagar dan terlihat AC 3 unit.

Di halaman belakang rumahnya terdapat kolam ikan dan bungalow. Terlihat juga TV layar datar sekitar 30 inchi. Di halaman rumah terdapat pohon palem dan mangga.

Di dalam rumah terlihat seorang asisten rumah tangga yang sedang menggendong anak. Saat didekati, dia memilih untuk menjauh.

Jumlah rumah di kompleks Gading Park View, sekitar 86 unit saja. Sehingga kompleks tersebut terlihat eksklusif.

Rumah Gayus yang sekarang jelas berbeda tajam dengan rumah masa kecilnya di daerah Warakas, Priok, Jakarta Utara. Rumah di Warakas yang sedang tak berpenghuni, tampak kotor dan tak terurus.
(nik/nrl)

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

3 thoughts on “Pengin Jadi Pegawai kaya, jadilah pegawai pajak

  1. Kalo dulu pertamina lumbung dhuwit karena >70% pendapatan negara dari situ, sekarang Pajak lumbung baru (dulu juga ding tapi gak keliat). Sembarang kena pajak tapi sembarang masih bayar.. kayak jaman penjajahan

    Posted by kagol | Maret 25, 2010, 11:51 am
  2. gaji g di potong pajak untuk di korupsi di makan oleh oknum2 spt itu…. ngga akan iklas g.

    Posted by lawan | Maret 25, 2010, 6:40 am
  3. mantab .. Anak buah sudah begini apalagi bos2 di direktorat pajak . Hadi Purnomo mantan dirjen pajak 97 % hartanya hasil hibah ! Hibah dari manaaa bos ???

    Posted by indonesiacompanynews | Maret 24, 2010, 1:29 pm

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,145 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: