//
you're reading...
macem - macem, sain and tek

Manfaat sel Induk untuk penyembuh Segala penyakit


Sabtu, 08/05/2010 17:26 WIB

Cangkok Sel Induk, Mujarab Tapi Kontroversi

Merry Wahyuningsih – detikHealth


Stem cell tali pusat (Foto: CBC)

Jakarta, Transplantasi atau cangkok sel induk atau sel tunas (stem cell) merupakan terobosan baru dalam dunia kedokteran. Tapi penelitian mengenai stem cell selalu mengundang perdebatan dan kontroversi.

Teknik stem cell diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit yang selama ini sulit terpecahkan seperti kanker, leukemia, diabetes hingga alzheimer. Apalagi jika stem cell itu berasal dari stem cell embrionik (embrio manusia).

Seberapa mujarab teknik stem cell bisa mengobati berbagai penyakit?

Berdasarkan sumbernya, stem cell yang paling banyak dipakai yaitu stem cell embrionik atau embryonic stemcells (dari embrio yang berumur kurang dari 3 bulan) dan stem cell dewasa (Adult stemcells).

Peneliti kurang menyukai stem cell dewasa (Adult stemcells) karena jaringan sel yang ada terbatas dan perlu waktu lama untuk menumbuhkan sel-sel jaringan. Tapi stem cell dewasa tidak merusak organ karena hanya sedikit jaringan sel yang diambil.

Stem cell yang banyak digunakan adalah stem cell embrionik, yaitu stem cell yang berasal dari embrio manusia. Caranya bisa dari embrio yang digugurkan, embrio dari bayi tabung yang gagal, atau kloning.

Stem cell embrionik atau sel induk adalah sel awal yang tumbuh dalam perkembangan embrio manusia yang nantinya menjadi berbagai organ manusia.

Stem cell dari embrio yang digugurkan atau kloning inilah yang menuai kontroversi karena dinilai tidak etis, sengaja menggugurkan kandungan. Dari sisi agama juga belum mendapat lampu hijau.

Untuk meredam kontroversi peneliti kini menggunakan embrio dari bayi tabung yang gagal.

Peneliti juga kini memilih untuk menggunakan tali pusat bayi yang sudah lahir. Keampuhan stem cell tali pusat bayi ini membuat bank tali pusat bayi berkembang dengan cepat.

Stem cell embrionik dapat diperoleh melalui tali pusat pada bayi yang baru lahir,” ujar dr Med Hardi Susanto, SpOG, dokter spesialis ginekologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dalam acara One Day Scientific Symposium on ‘Advances in Stem Cell and Monoclonal Antibody’ di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (8/5/2010).

Menurut dr Hardi, tali pusat bayi bisa dimiliki secara pribadi, dimana pemilik dapat menyimpan darah tali pusatnya dan menggunakan ‘tabungan’ tali pusat tersebut untuk kepentingan sang pemilik sendiri.

Atau bahkan bank tali pusat dapat dibuat untuk publik, sehingga lebih mudah lagi bagi publik untuk mendapatkan tali pusat yang akan digunakan sebagai obat.

Darah tali pusat dapat digunakan 100 persen oleh dipemiliknya, 60 persen untuk saudara kandung, 50 persen untuk ibu kandung, 10 persen untuk ayah kandung, dan orang lain bisa menggunakannya bila HLA (Human Leukocyte Antigen) cocok dengan stem cell tersebut.

Saat ini hanya 1:1000 hingga 1:200.000 yang mau menyimpan darah tali pusatnya untuk kebutuhan pribadi.

Kenapa darah tali pusat perlu disimpan?

dr Hardi menjelaskan bahwa darah tali pusat mengandung banyak stem cell yaitu Hematopoietic stem cells (HSCs).

Hematopoietic stem cell
adalah sel induk multipotent yang menimbulkan semua jenis sel darah termasuk myeloid (monosit, basofil dan makrofag, neutrofil, eosinofil, micronucleated, megakaryocytes/platelet, sel dendritik) dan garis keturunan limfoid (T-, B-sel, sel NK).

Selain dari darah tali pusat bayi, pada dasarnya seluruh bagian dari tubuh dapat dijadikan stem cell, tapi tidak semua bagian tubuh dapat diambil stem cell-nya dengan mudah.

Menurut drg Ferry Sandra, DDS., PhD., direktur Stem Cell & Cancer Institute, sumber lain yang biasanya dijadikan stem cell adalah tulang sumsum, darah perifer, air ketuban, plasenta, jaringan adiposa, darah menstuasi, dan gigi.

Stem cell
ampuh menyembuhkan berbagai penyakit yang selama ini sulit untuk dipecahkan karena stem cell ini dapat berubah menjadi sel-sel tertentu yang ditempatinya.

Menurut Prof Thomas Muller, MD, PhD dari Insttitute for Transfusion Medicine, Medizinische Hochschule Hannover (MHH) Jerman, yang juga merupakan narasumber seminar, berbagai penyakit yang dapat disembuhkan dengan stem cell antara lain:

  1. Berbagai jenis kanker seperti kanker payudara dan hati
  2. Penyakit jantung
  3. Kelainan darah seperti leukimia dan limphoma
  4. Penyakit gangguan autoimun
  5. Kebutaan
  6. Luka bakar
  7. Diabetes
  8. Osteoporosis
  9. Alzheimer
  10. Parkinson
  11. Penyakit Pankreas

(mer/ir

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

One thought on “Manfaat sel Induk untuk penyembuh Segala penyakit

  1. When you have nothing to hide from yourself or others if you
    choose to share gives your addiction nowhere to hide. Eliminates all
    bad stimulus and allows for unlimited good stimulus. Changing your bad porn habit into other better habits takes
    repeated action and time.

    Posted by Patti | April 26, 2015, 3:59 pm

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,145 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: