//
you're reading...
Ekonomi Politik, macem - macem, sain and tek

Tabung Gas 3 kiloan bukan Bom!!!


15 triliun sudah penghematan yang dapat dilakukan pemerintah atas konversi dari Mitan ke Gas, dan sekarang tidaka akan anda jumpai minyak tanah murah di pasaran. Salut buat pemerintah dalam hal ini pak Jusuf Kalla yang waktu itu sebagai penggeraknya. Berdasarkan etung2 kasar untuk pembakaran maka Gas adalah suber daya paling efisien untuk memasak 80% dibanding Listrik, Minyaktanah atau kayu bakar yang bisa sekitar 40-50% nan.

Namun konversi ini bukan lah kebijakan yang bebas resiko, hampir setiap hari koran atau televisi menghembuskan dan memanas-manasi dengan berita meledaknya tabung gas atau gara-gara kebocoran gas menimbulkan ledakan. Sudah berapa banyak korban dari kecelakaan kebocoran gas ini. Namun apa gara-gara hal ini lantas membuat kebijakan itu di tinjau ulang atau di batalkan, terus kembali menggunakan minyak tanah yang bersubsidi yang sebagian besar di ekspor oleh orang yang tidak bertanggung jawab keluar negeri?

Kadang-kadang kita ikut-ikutan latah, terus ikut-ikutan menyalahkan pembuat kebijakan hanya gara-gara media yang “terlalu” memblowup berita ini. Memang lah penting untuk memberitakan adanya kecelakaan tetapi memanas-manasi masyarakat bahkan menakut-nakuti masyarakat akan penggunaan gas ini sangatlah tidak membangun. Sampai2 di beberapa daerah di jawa timur mereka tidakmau membawa pulang botol gas ini karena takut gas nya akan meledak.

Apabila dirunut memang sebagaian besar problem ada di kurang pengetahuan masyarakat akan bagaimana seharusnya menghandle elpiji ini, disini kayaknya cara-cara jaman pak harto dulu perlu dipakai. Mulai menggerakkan PKK, Siskamling, Kamra dsb yang intinya bagaimana menjelaskan kebijakan pemerintah ke masyarakat dengan benar sehingga masyarakat sebelum menerima peralatan yang GRATIS itu sudah tahu dahulu, apa bahayanya GAS, dan bagaimana car menghandle Gas itu dengan benar.

Sedemikian ketatnya setandar keselamatan Pertamina atau perusahaan minyak dan Gas itu ketika menghandle Gas, hal itu tidak di ikuti dan tidak di tularkan ke masyarakat kita. Mereka begitu ceroboh dan nekat untuk bermainmain dengan gas yang mudah terbakar dan meledak ini. Lihat saja banyaknya kasus meledak di temtat pengisian botokl gelap yang tanpa adanya peralatan dan tempat yang memadahi untuk usaha pengisian gas. Berapa banyak kasus yang terjadi yang problemnya dikarenakan seal gas yang bocor, atau selang yang bocor tan pa diketahui…

Sangat disayangkan apabila masyarakat takut memakai Gas dan kembali menggunakan kayu bakar yang efeknya sudah jelas, penggudulan hutan (juga terutama pengusaha kayu liar atau seperti liar- DEP HUT). Kalau hutan di indonesia ini habis terutama di jawa oleh dep kehutanan atau pembalak liar maka banyak ekosistem rusak, penyerapan air ke tanah menurun, kemudian debit air sungai yang tidak terkontrol banjir ketika musim hujan dan kering ketika kemarau. Maka seperti yang kita lihat banjir dan longsor dimana-mana, jangan mengharap PLTA bisa berfungsi normal karena waduknya penuh lumpur sehingga tidak bisa menampung cukup air ketika kemarau tiba, siap2 saja sawah pada kekeringan dan rusak… bencana berlanjut dan kita akan menjadibangsa yang Fakir.. dan Miskin.

wallohua’lam bishowab

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Belum ada komentar.

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,480 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: