//
you're reading...
Ekonomi Politik, sain and tek

MOBIL di Atas 2005 WAJIB PERTAMAX? harga pertamax 7000/liter


Senin, 22/11/2010 10:20 WIB
Mobil di Atas 2005 Dilarang Pakai Premium Mulai Januari 2011
Ramdhania El Hida – detikFinance

<p>Your browser does not support iframes.</p>

Foto: dok detikFinance

Jakarta – Tahun depan, Pemerintah akan berlakukan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan larangan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan pelat hitam produksi tahun 2005 ke atas. Pembatasan penggunaan BBM bersubsidi ini dilakukan pada 1 Januari 2011.

“Harus berjalan,” ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai membuka acara Indonesia International Conference on Communication, Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (22/11/2010).

Pembatasan penggunaan BBM bersubsidi itu, lanjut Hatta, dilakukan dengan melarang penggunaan BBM bersubdi untuk kendaraan pelat hitam produksi tahun 2005 ke atas.

“2005 ke atas dulu. Karena kajiannya cukup meyakinkan dari ESDM dan UI cukup bagus,” ujarnya.

Hatta menilai kebijakan tersebut cukup baik. Pasalnya, dengan kebijakan tersebut, tidak akan mengurangi kemampuan para pemiliknya untuk membeli BBM non subsidi.

“Dengan kebijakan pelat hitam di atas tahun 2005, tidak akan mengurangi kemampuan mereka untuk membeli BBM non subsidi. Mereka masuk kategori yang cukup mampu,” jelasnya.

Namun, Hatta belum menyampaikan persentase penghematan yang dapat dihasilkan dari pembatasan penggunaan BBM bersubsidi tersebut.

“Berapa persen? Yang jelas banyak sekali karena pertumbuhan penggunaan mobil tinggi,” tandasnya.

(nia/ang)

Senin, 22/11/2010 13:56 WIB
Mobil di Atas 2005 Dilarang Pakai Premium, Negara Hemat Rp 10,6 Triliun
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Pemerintah memutuskan untuk melarang mobil produksi tahun 2005 ke atas menggunakan bensin jenis premium. Lewat kebijakan ini, di atas kertas pemerintah bisa menghemat anggaran subsidi BBM sekitar Rp 10,6 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Research Institute for Mining and Energy Economics Pri Agung Rakhmanto kepada detikFinance, Senin (22/11/2010).

“Pembatasan berdasarkan tahun mobil 2005 ke atas memang secara hitungan di atas kertas bisa mengurangi konsumsi premium hingga 7,08 juta kiloliter (KL) per tahun atau kurang lebih setara dengan Rp 10,6 triliun,” tutur Pri Agung.

Namun, jelas Pri Agung, pemerintah harus terbuka, dana yang didapat lewat penghematan ini akan digunakan untuk apa saja. “Pemerintah harus transparan karena mestinya dari dana penghematan itu digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat seperti pembenahan transportasi publik atau pengembangan energi alternatif sehingga tidak lagi bergantung ke BBM,” tuturnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan tahun depan, pemerintah akan memberlakukan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan larangan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan pelat hitam produksi tahun 2005 ke atas. Pembatasan penggunaan BBM bersubsidi ini dilakukan pada 1 Januari 2011.

Hatta menilai kebijakan tersebut cukup baik. Pasalnya, dengan kebijakan tersebut, tidak akan mengurangi kemampuan para pemiliknya untuk membeli BBM non subsidi.

Dalam APBN 2011 subsidi BBM dialokasikan sebesar Rp 95,914 triliun. Jumlah ini meningkat Rp 3,128 triliun dibandingkan RAPBN 2011 yang sebesar Rp 92,785 triliun.

Rincian subsidi tersebut adalah subsidi BBM dan BBN sebesar Rp 78,351 triliun, subsidi elpiji tabung 3 kg sebesar Rp 17,562 triliun. Lewat pembatasan konsumsi ini, seharusnya jumlah subsidi ini bisa dihemat. (dnl/qom)

Tahun Depan
BBM Bersubsidi Mobil 2005 ke Atas Dibatasi
Senin, 22 November 2010 | 15:22 WIB
 

KOMPAS Images/DHONI SETIAWAN

Kendaraan roda dua antri mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah akan memberlakukan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun depan. Rencananya, pemerintah akan membatasi konsumsi BBM bersubsidi bagi kendaraan roda empat pribadi tahun 2005 ke atas.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pilihan pembatasan konsumsi BBM subsidi bagi kendaraan tahun 2005 ke atas adalah pilihan yang masuk akal. Dia beralasan pertumbuhan pengguna kendaraan pelat hitam 2005 ke atas kian meningkat dari tahun ke tahun yang umumnya berasal dari golongan mampu. “Itu tidak akan mengurangi kemampuan mereka untuk membeli karena mereka masuk golongan yang cukup mampu,” ujar Hatta, Senin (22/11/2010).

Sebelumnya, pemerintah menyatakan ada dua opsi pembatasan BBM bersubsidi yakni klusterisasi volume BBM bersubsidi, di mana jenis premium dan solar di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) akan dikurangi yang akan difokuskan pada Pulau Jawa, dan pembatasan BBM bagi kendaraan produksi 2005 ke atas yang ditetapkan di seluruh SPBU.

Sayang, Hatta tak memaparkan, berapa besar penghematan yang akan diperoleh jika kebijakan tersebut diterapkan nantinya. Yang pasti, pemerintah masih membuka opsi pembatasan bagi semua kendaraan roda empat plat hitam. ( Irma Yani/Kontan)

Harga Pertamax Naik
Selasa, 16 Maret 2010 | 08:16 WIB
KOMPAS/ LUCKY PRANSISKA
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Harga bahan bakar minyak nonsubsidi kembali merangkak naik. PT Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai Senin (15/3/2010).

Ambil contoh, harga Pertamax Plus. Selama ini, harga Pertamax Plus Rp 6.800 per liter. Mulai sekarang, harganya Rp 7.000 per liter atau naik sekitar 3 persen.

Perusahaan minyak pelat merah itu juga menaikkan harga Pertamax dan Pertamina Dex. Pertamax, misalnya untuk daerah Jakarta, harganya naik menjadi Rp 6.800 per liter dari Rp 6.600 per liter.

Sementara Pertamax Dex naik 1,8 persen. Yang jelas, harga BBM nonsubsidi ini naik pada kisaran Rp 200-Rp 500 per liter.

Vice President Komunikasi PT Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan, kenaikan harga ini untuk mengikuti lonjakan rata-rata harga minyak di Singapura atau mean of platts Singapore (MOPS) selama dua pekan terakhir. “Perubahan harga disebabkan MOPS dalam rupiah naik antara 3 persen dan 4 persen,” kata Basuki.

Selain itu, kenaikan harga juga disebabkan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Kenaikan ini jelas memberatkan masyarakat. Selain terguyur kenaikan harga BBM, masyarakat juga harus bersiap menerima beban baru. Tak lama lagi, PT PLN juga akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL).

Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM J Purwono mengatakan, pemerintah berencana menaikkan tarif dasar listrik agar subsidi tak lebih besar dari Rp 16,7 triliun, seperti yang tercantum dalam RAPBN-P 2010. “Kalau tidak ada kenaikan TDL, subsidi listrik bisa dua kali lipatnya,” ujar Purwono. (Havid Vebri/Kontan)

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

3 thoughts on “MOBIL di Atas 2005 WAJIB PERTAMAX? harga pertamax 7000/liter

  1. btl bang roy, malah bagusan kgk ada premium aja, tapi buat UU korupsi >50 jt di hukum mati saja

    Posted by jack | November 29, 2010, 5:13 pm
  2. Inii pemerintah gak ada kerjaan yg sapu rata mobil 2005 ke atas hrs pertamax. Kalo mau dibilang yg punya mobil 2005 ke atas orang mampu gak sepenuhnya benar. Sekarang siapa yg lebih mampu orang yg punya xenia thn. 2008 ato yg punya mercy S class thn 2004. Jgn pemerintah cuma liat tahunnya aja. Yg lebih penting kelas dari mobil itu. Punya new civic pake premium, punya new altis pake premium, ampe ada yg pake volvo isi premium. Masak orang punya suzuki carry ato xenia disuruh pake pertamax. Sebenarnya perlu ketegasan juga dari SPBUnya.

    Posted by Roy. P | November 29, 2010, 5:03 pm
  3. Luar biasa kebijakan yang aneh banget..

    Posted by Luckman R | November 23, 2010, 8:50 am

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,381 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: