//
you're reading...
macem - macem

ASTRONOMI INDONESIA


Bidang ini memang kurang populer di masyarakat, lha kalau astrologi itu sangat populer. Budaya masyarakat kita adalah budaya pesimistik dan suka tentang ramal meramal. Kalau kalangan orang Astrologi atau biasa dikenal dengan Paranormal bintang-bintang di angkasa merupakan cerminan kehidupan di dunia atau sebaliknya, hal ini menjadikan mereka percaya dengan tanda2 alam. Mungkin hal itu pernah benar sekali dua kali dan itu dijadikannya menjadi pegangan, tapi sangat banyak yang salah dan itu sengaja gak di publikasikan.

Kembali ke Astronomi seberapa besar peranan astronomi untuk kehidupan manusia? selain penanggalan dan jadwal ibadah? Itu tantangan para Astronom untuk memberikan bukti bahwa Ilmu Astronomi penting.

Berikut salah satu cuplikan berita yang sedikit menghibur akan kiprah astronom Indonesia.

Jumat, 14/01/2011 12:40 WIB
Wow..Empat Astronom dari Bandung Jadi Nama Asteroid
Baban Gandapurnama – detikBandung

<p>Your browser does not support iframes.</p>

Bandung – Empat nama astronom yang semuanya warga Bandung diabadikan menjadi nama asteroid. Keempatnya merupakan mantan kepala Observatorium Bosscha, di mana tiga di antaranya masih aktif sebagai dosen astronomi ITB.

Kepala Observatorium Bosscha Hakim L Malasan mengatakan Internasional Astronomical Union atau federasi astronomi tertinggi di dunia, memberikan empat nama astronom asal Bandung untuk empat buah asteroid jenis Trojan.

Keempat astronom itu adalah Bambang Hidayat (76) mantan Kepala Bosscha 1968-1999, yang diabadikan pada asteroid bernomor (12176) Hidayat = 3468 T3. Moedji Raharto (56) mantan Kepala Bosscha 2000-2003, diabadikan pada asteroid (12177) Raharto = 4074 T3.

Lalu Dhani Herdiwijaya (47) mantan Kepala Bosscha 2004-2005 yang namanya disematkan pada asteroid (12177) Dhani = 4304 T3. Terakhir Taufik Hidayat, Mantan Kepala Bosscha 2006-2009, yang namanya diabadikan pada asteroid (12179) Taufiq = 5030 T3.

“Ini merupakan pertama kalinya asteroid diberi nama orang dari warga negara Indonesia, yang kebetulan semuanya warga Bandung,” ujar Hakim saat ditemui di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Jumat (14/1/2011).

Asteroid itu ditemukan oleh peneropong langit asal Belanda yaitu C. J Van Houten dan I. Van Houten-Groeneveld pada 16 Oktober 1977. “Saat ditemukan hingga November 2010 empat asteroid itu belum memiliki nama,” katanya.

Empat asteroid yang kini berganti nama empat astronom itu mempunyai diameter 1 hingga 1,5 kilometer. “Kalau dari jarak matahari ke asteroid itu sekiar 500 juta kilometer dan empat asteroid itu berada di tengah-tengah planet Mars dan Jupiter,” tuturnya.
(ern/ern)

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Belum ada komentar.

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,379 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: