//
you're reading...
macem - macem

Dunia kecam koalisi


kopas aja dari solopos Edisi : Rabu, 23 Maret 2011 , Hal.1
Dunia kecam koalisi

Jakarta (Espos) Kekejaman Muammar Kadhafi kepada rakyat Libya memang tidak terpuji. Namun, serangan pasukan koalisi yang dimotori AS kepada rezim Khadafi juga banjir kecaman baik dari Indonesia maupun masyarakat internasional.

Sebelumnya, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengesahkan Resolusi 1973 tentang zona larangan terbang di Libya dan memerintahkan ”semua tindakan yang diperlukan” untuk melindungi warga sipil. Lalu, pasukan koalisi Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Kanada dan Italia, Minggu (20/3) dini hari, menyerang wilayah Libya melalui udara dan laut.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Theo L Sambuaga, menilai serangan pasukan koalisi terhadap Libya sebagai pelanggaran berat atas kedaulatan negara berdaulat. ”Aksi militer itu merupakan pelanggaran kedaulatan nasional Libya, dan apapun alasannya tidak dapat dibenarkan,” tegas mantan Presiden Komisi Politik dan Perlucutan Senjata Uni Parlemen Sedunia ini.

Dia mengingatkan, kalau memang perlu untuk menghentikan aksi kekerasan, termasuk mengambil langkah intervensi terhadap Libya demi kemanusiaan, PBB lah yang mesti melakukannya.

”Misalnya dengan segera membentuk pasukan multinasional dan masuk Libya mengatasi keadaan dan keamanan di sana,” tegas Theo.

Anggota Komisi I (Pertahanan) DPR, Yoyoh Yusroh, dalam pernyataan tertulisnya, menyatakan korban serangan pasukan koalisi adalah rakyat yang tidak bersalah. “Dan yang lebih penting, jangan sampai dalam operasi ini tidak ada jaminan kuat bahwa pasukan sekutu akan tetap bercokol di Libya meskipun rezim Khadafi telah diganti. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak pihak asing yang sedang berebut lahan minyak di sana,” ujar Yoyoh.

Lembaga Persahabatan Indonesia Libya (LPIL) juga menentang keras serangan militer asing di Libya. ”LPIL menentang keras agresi di Libya atas alasan apa pun, lebih-lebih dalam bentuk tindakan militer,” demikian pernyataan tertulis LPIL yang ditandatangani Ketua Umum Ahmad Nazri Adlani dan Sekjen Mahyuddin Nawawi di Jakarta, Selasa.

Namun, Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, tidak mengecam tindakan pasukan koalisi. Menurut Marty, perlindungan warga sipil mutlak dilakukan. Karena itu, masyarakat internasional diminta mengambil langkah-langkah yang sesuai hukum internasional dan sesuai Piagam PBB. ”Tapi semuanya itu hendaknya dilakukan dengan cara tetap memungkinkan adanya dialog, memungkinkan penyelesaian secara politik,” imbuh dia.

Menurut dia, serangan tersebut harus terukur sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

Marty menyatakan Indonesia tidak sepakat masalah Libya diselesaikan dengan cara kekerasan dan sudah menyampaikan pandangan-pandangannya kepada semua pihak yang terkait.

Pengamat menganggap sikap RI tidak terlalu tegas. Keinginan AS untuk menurunkan Kadhafi bisa menjadikan negara kaya minyak tersebut jatuh ke dalam perang saudara. Memperhatikan hal itu, maka Indonesia perlu mengingatkan AS atas serangan militer yang ditujukan ke Libya.

”Indonesia perlu mengingatkan keinginan AS untuk menurunkan Khadafi akan berpotensi menjadikan Libya dalam keadaan perang saudara. Di samping itu, kebijakan A5 tersebut akan menjauhkan kembali AS dari dunia Islam. Upaya Obama untuk mendekatkan AS ke dunia Islam akan gagal,” kata guru besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana.

Pengamat lainnya menilai pernyataan Marty hanya mencari posisi aman Indonesia antara kubu koalisi dan Liga Arab. ”Pernyataan itu menunjukkan posisi Indonesia tidak tegas. Mendukung serangan militer, tidak. Menolak serangan Kadhafi ke demonstran juga tidak. Seharusnya, pemerintah tegas dengan menyatakan menolak serangan militer dan menolak juga serangan Kadhafi ke massa antipemerintah,” kata pengamat hubungan internasional Universitas Airlangga, Ahmad Safril Mubah.

Dari dunia internasional, kecaman juga datang. Kuba mengutuk keras intervensi militer asing dalam konflik dalam negeri Libya.

”Resolusi PBB 1973 yang diterapkan Kamis lalu oleh DK tidak memberi wewenang apa pun dalam banyak serangan di wilayah Libya, yang berarti pelanggaran hukum internasional,” kata pihak berwenang Kuba dalam pernyataan.

Menteri Luar Negeri India SM Krishna juga meminta diakhirinya serangan udara ke Libya dan mengatakan serangan itu akan lebih membahayakan warga sipil, warga asing dan misi-misi diplomatik.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dalam pidatonya pada Senin di televisi pemerintah mengatakan mengecam intervensi militer di Libya. ”Amerika Serikat dan (sekutu) Barat menyatakan ingin membela rakyat dengan melakukan operasi militer … Anda tidak datang untuk membela rakyat, Anda datang karena minyak Libya,” tuduh Khamenei dalam siaran langsung dari kota suci Mashhad.

”Iran mengecam kelakuan pemerintah Libya terhadap rakyatnya, pembunuhan dan tekanan terhadap rakyat dan pemboman kota-kotanya … tapi (Iran juga) mengecam aksi militer di Libya,” tegasnya.

Presiden Uganda Yoweri Museveni mengecam aksi militer Barat terhadap Libya. Museveni menuduh Barat berstandar ganda menyangkut pemberlakuan zona larangan terbang di negara Afrika Utara itu sementara negara-negara Arab lainnya juga dilanda pemberontakan-pemberontakan rakyat.

Presiden Bolivia Evo Morales pada Senin meminta agar hadiah Nobel Perdamaian Presiden Amerika Serikat Barack Obama ditarik karena ia tidak pantas mendapatkan penghargaan tersebut. – Oleh : Ant/dtc

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Belum ada komentar.

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,331 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: