//
you're reading...
Agama dan BUdaya, Ekonomi Politik

BEGINILAH HAKIM DI INDONESIA


Saya pernah mngungkakan, sudah seharusnya lah hakim adalah orang-orang yang bersih dilihat dari tingkah laku keseharian,jujur amanah dan mengerti tuntunan AGAMA (ISLAM). Tidak pantas seorang hakim yang tidak faham syareah aturan agama, aalagi mereka yang suka menerjang aturan agama… tapi beruntunglah (bencana) bagi anda sekalian penghuni negara Indonesia, karena perilaku hakim yang seperti berita detik berikut>>>>>> ………Selasa, 29/03/2011 16:36 WIB
Pengakuan Hakim: Semakin Banyak Setoran, Semakin Cepat Naik Posisi
Andi Saputra – detikNews

Jakarta – Sebagai seorang aparat negara, maka para hakim bertugas di seluruh wilayah di Indonesia. Setiap hakim harus siap ditugaskan ke pelosok sekalipun. Namun, apakah benar hal tersebut berlangsung sesuai ketentuan?

“Semakin banyak setoran, semakin cepat naik posisi. Siapa yang bisa servis bos, dia pemenangnya,” kata seorang hakim yang meminta agar identitasnya dirahasiakan kepada detikcom, Selasa, (29/3/2011).

Setoran ini supaya sang hakim tidak ditempatkan di daerah ” hitam” serta promosi jabatan cepat. Juga untuk memuluskan laju karier menembus pengadilan- pengadilan yang basah perkara.

Rotasi dan mutasi ini ditentukan besarnya setoran ke pimpinan. Lobi ini bisa bermodalkan hubungan keluarga atau segepok uang. Jika tidak punya akses orang dalam Mahkamah Agung (MA) atau sejumlah uang, maka siap- siap ditempatkan di daerah terpencil.

“Istilahnya ngurus ke Badilum, sistemnya macam-macam. Ada yang pakai uang cash atau enggak pakai uang di awal cuma nanti pas ada keperluan apapun orang yang membawa kita, maka harus keluar dari kantong kita,” tambahnya.

Selain itu, pengaruh lain adalah banyaknya setoran ke pimpinan. Penyuplai MA adalah Pengadilan Negeri (PN) kelas 1A, 1B, Pengadilan Tinggi (PT) dan PN di Jakarta. Setoran biasanya dikumpulkan lewat kepala pengadilan.

“Walau secara otomatis hakim mendapat mutasi dan promosi secara berkala, tapi soal itu tetaplah berperan,” kisahnya.

“Kita disuruh bersih-bersih, berkoar-koar di TV, ada hakim yang dipecat, dikenai sanksi dan lain-lain. Prakteknya tetap jadi ATM berjalan,” tandasnya.

“Apakah tarif mutasi/rotasi mencapai Rp 50 juta?” tanya detikcom.

“Buat hakim di tempat biasa sih bisa. Tapi kalau kelasnya Jakarta, Tangerang atau kota besar (daerah yang tergolong basah perkara) lainnya bisa lebih,” ungkapnya.

(asp/lh)

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Belum ada komentar.

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,330 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: