//
you're reading...
macem - macem

HAKIKAT DIENUL ISLAM


Hakikat Dienul Islam, saya kopas dari blog: http://iqraku.blogspot.com/2010/10/hakikat-dienul-islam.html

Hakikat Dienul Islam

Dalam banyak ayat Al Qur’an, juga dalam hadist-hadist Nabi Muhammad SAW juga dalam ijma-ijma para ulama juga perkataan individu masing-masing dari mereka kita bisa mendapatkan definisi dari Al Islam atau Hakikat Dien Al Islam

dari uraian di atas terdapat dua bahasan pokok yaitu arti dari definisi Ad Dien dan arti dari definisi Al Islam

DEFINISI AD DIEN

Dalam Al Qur’an kata Ad-Din diulang sebanyak 92 kali. Pada surat-surat Makiyah 47 kali dan pada surat-surat Madaniyah 45 kali, melihat pengungkapan kata Ad-Din pada surat Makiyah dan Madaniyah, maka dapat dikatakan bahwa porsi kata Ad-Din pada keduanya berimbang. Kondisi ini mengindisikasikan bahwa di Makkah dakwah Islam untuk memperkenalkan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad, sedangkan pada zaman Madaniyah lebih pada penataan atau pendalaman dari Ad-Din.

Apa itu Ad-Dien ?

Dien berasal dari kata dana yadinu dinan yang artinya tatanan, tatacara hidup atau system hidup (ideologi).

Di dunia ini banyak sekali terdapat tatanan hidup atau ideologi, ada ideologi kapitalis, ideologi sosialis, ideology komunis, ideologi demokrasi, ideologi Islam dan ideologi lainnya, semua ideologi bertujuan baik yaitu dalam rangka menata kehidupan masyarakat yang berkeadilan dan berkemakmuran, suatu ideologi akan terasa manfaatnya apabila dilaksanakan secara syumul (menyeluruh), dalam ideology demokrasi kita mengenal kata murni dan konsekuen sedang dalam ideology islam kita mengenal kata kaffah sebagaimana firman Alloh dalam Qs Al Baqoroh : 208 : “ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

Masing-masing ideology mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, dalam syair lagu padamu negeri kita melihat salah satu prinsip dari ideologi demokrasi : “Padamu negeri kami berbakti Padamu negeri kami mengabdi… Bagimu negeri jiwa raga kami”, sedangkan dalam Islam kita mengenal :

“Qul Inna Sholati Wanusuki Wamahyaya Wamamati Lillahi Robbil ‘Alamin”

Artinya : “Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh)”. (Qs Al An’am 162-163)

Dalam dienul Islam hak membuat hukum hanyalah milik Alloh (innil hukmu illa lillah) Qs Yusuf : 40), sedangkan dalam dien yang lain hak membuat hukum ada di tangan masyarakat (suara terbanyak) atau lembaga yang dipilihnya (innil hukmu illa lisya’bi awil aglawiyah) dan ada pula ditangan penguasa.

Qs Yusuf : 40

“Kamu tidak menyembah yang selain Alloh kecuali hanya (menyembah) Nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Alloh tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang Nama-nama itu. Hak membuat hukum hanyalah milik Alloh. Dia memerintahkan agar kamu tidak beribadah kpd selain Dia (Alloh memerintahkan supaya tidak menyandarkan hukum kepada selain Alloh). Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Definisi Dien lainnya adalah hukum dan perundangan

simak ayat Qs Yusuf (12) : 76 “Maakana liya’khuda akhokhu Fiedienil Maliki illa ayyasa Alloh” Artinya : “Tidaklah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya “.

Dien di ayat atas artinya undang-undang atau hukum,

Jadi Din al-Islám berarti tatacara hidup (ideologi) atau juga hukum Islam. Tidak tepat apabila din diterjemahkan hanya sebagai agama, sebab istilah agama mengalami penyempitan makna kesan yang ada agama hanyalah sekedar penyembahan ritualitas seperti yang dihembuskan oleh kalangan pluralis dan sekularis.

Dari sekian banyak Tatanan/Ideology/hukum yang ada, yang diterima dan dianggap benar oleh Alloh (bukan oleh manusia) hanyalah dien (ideology/konsepsi hidup/hukum) Islam bukan ideology/konsepsi hidup/hukum lain walaupun tujuannya baik

Qs Ali Imran : 19

“ Sesungguhnya Dien (konsepsi hidup/hukum) yang diridhai disisi Alloh hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Alloh Maka Sesungguhnya Alloh sangat cepat hisab-Nya”. “Maka apakah mereka mencari dien yang lain selain Dienulloh, Padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allohlah mereka dikembalikan.”

Qs Ali Imran : 85

“ Barangsiapa mencari dien (ideology/hukum) lain selain Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima dien itu daripadanya, dan dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi. “

Qs Ash Shaff : 9

“ Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (al huda) dan Dien (konsepsi hidup/ideology/hokum) yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala Dien-Dien (konsepsi hidup/ideology/hukum) lain meskipun orang musyrik membencinya “.

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

One thought on “HAKIKAT DIENUL ISLAM

  1. I am truly thankful to the owner of this site who
    has shared this enormous paragraph at here.

    Posted by diễn đàn hàng không | Oktober 19, 2014, 10:47 pm

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,480 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: