//
you're reading...
macem - macem

pejabat indonesia dibuat malu pejabat india..acha..acha..


Inilah Pejabat Indonesia,,,,,
Posted by omcueng on Agustus 2nd, 2011

makin-dl

Makin Kaya, Makin Tak Tahu Malu.

Dipermalukan Pejabat India .

Akbar Faisal selalu ingat dengan kunjungannya saat studi banding ke India. Bagi anggota DPR dari Hanura ini, India semestinya dijadikan teladan bagi pejabat Indonesia soal kesederhanaan hidup.

Akbar Faizal bersama Komisi II DPR pada 1-7 Mei 2011 memang ke India. Studi banding itu antara lain untuk melihat penerapan kartu tanda penduduk elektronik di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa tersebut.

Tapi selain E-KTP, politisi Hanura itu juga dibuat malu ketika menerima kenyataan pejabat India ternyata penuh kesederhanaan, beda dengan pejabat kita. Pejabat di negeri ‘Chaiya chaiya’ itu mulai dari Perdana Menterinya Manmohan Singh sampai menterinya berpenampilan bersahaja.

Para pejabat India hanya mendapatkan fasilitas mobil resmi merk Tata Ambasador. Mobil sedan warna putih yang setara dengan sedan di tahun 1980-an harganya hanya sekitar Rp 100 juta. Bandingkan dengan mobil Toyota Crown Royal Salon seharga Rp 1,3 miliar yang diberikan kepada menteri Kabinet Indonesia Bersatu II .

“Di India semua pakai itu termasuk anggota DPR apalagi pejabat setingkat Direktur Jenderal (Dirjen),” ujar Akbar Faizal kepada detik+.

Akbar lebih terkejut lagi ketika bertemu Manmohan Singh di kantornya. Saat datang, para politisi Senayan itu memakai jas. Tapi tidak dinyana para menteri sampai Perdana Menteri yang menemui mereka ternyata hanya memakai pakaian tradisional sederhana khas India dan bersandal. .
Sang PM mengenakan pakai yang sangat sederhana dan tradisional, seperti sarung dan sandal kulit. “Kami sampai malu sendiri,” kenang Akbar

Mendapati kesederhanaan itu, Akbar Faizal sempat menanyakan apakah para pejabat di India miskin. Tapi sang PM menjawab para pejabat di India banyak yang kaya.

“Beliau (Manmohan Singh )menjawab, anda salah, anggota parlemen kami ada yang menjadi pemilik maskapai penerbangan King Fisher. Kami orang kaya, memang ada juga yang korupsi, tapi kami ingin bagaimana kami menjadi tauladan bagi rakyat,” jelas Akbar.

Tentu saja kesederhanaan pejabat India itu berbanding terbalik dengan kehidupan kebanyakan pejabat negara di Indonesia yang serba mewah dan banyak mendapatkan fasilitas.

Bagaimana agar kehidupan para pejabat negara di negeri ini bisa hidup sederhana?

Akbar menyarankan para pejabat Indonesia mau mencontoh pejabat di India. Para pejabat terlebih dahulu harus memberikan contoh dan tauladan yang baik soal hidup sederhana.

“Kan selama ini budaya konsumerisme ini terjadi karena ketiadaan ketauladanan. Ada yang pura-pura miskin, ke kantor pakai mobil kijang, karena takut ketahuan bosnya dia punya mobil Mercy. Ini kebanyakan pejabat negara di level eselon II,” kata Akbar.

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesian Corruption Watch (ICW) Ade Irawan meminta para pejabat negara lebih peka terhadap penderitaan rakyat.

Soal gaji, memang sudah selayaknya bila gaji pegawai negeri di level bawah dinaikan. Tapi seharusnya pejabat di atasnya menolak kenaikan gaji itu juga berlaku untuk mereka karena akan makin membebani negara yang masih memiliki utang luar negeri Rp 164,4 triliun.

Selain itu gaji pejabat negara juga tidak perlu ikut naik sebab kinerja dan integritas mereka pada umumnya buruk.

Anehnya di negeri ini yang terjadi sebaliknya, para pejabat tidak hanya tenang-tenang saja menerima gaji besar dan fasilitas mewah juga gaji ke-13, bahkan mereka juga menggunakan kewenangannya untuk memperkaya diri.

“Banyak di antara mereka (pejabat negara, politisi) yang ngotot meminta atau menggunakan kewenangannya untuk mendapat tambahan penghasilan dan fasilitas dari uang rakyat, tapi terus saja mencuri uang dari kegiatan dan proyek untuk pembangunan dan pelayanan kepada rakyat,” kata Ade.

Solusi jangka panjang, harus memperbaiki mekanisme rekruitmen pejabat negara dan politisi. Termasuk mekanisme dan tata kelola pendanaan partai politik.

“Kalau masih tetap seperti ini di mana hubungan kolutif dan uang yang kuasa, pejabat negara dan polisi yang kita dapat kualitas rendahan yang hanya memikirkan diri sendiri daripada kepentingan rakyat,” tegas Ade.

Ade juga menyarankan agar dilakukan pendataan ulang kebutuhan dan jumlah PNS. Kemudian setelah itu melakukan meredefinisikan lagi tentang job description-nya. “Datang saja ke kementrian atau dinas-dinas di daerah pada jam kerja. Banyak yang cuma ngegosip, main catur. Bukan karena malas, karena semua pekerjaannya sudah diambil alih oleh konsultan. Konsultan-konsultannya yang dibayar mahal adalah teman-teman bos dia,” terangnya.

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

Komentar ditutup.

Blog Stats

  • 475,147 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: