//
you're reading...
kesehatan, macem - macem, sain and tek

Annually Medical Check up = Rapotan..


Kalau anak kita yang masih SD setiap akhir semester dapat raport dari sekolah yang isinya tentang raihan evaluasi hasil belajar semasa semester berjalan. Ada kalanya nilainya bagus membuat anak kita juga kita yang riang berseri-seri. Pun ada kalanya nilai yang gak karuan yang membuat anak kita bersedih dan orang tua gundah kelana.

Itu kalau anak sekolah, tetapi bagi karyawan yang usia menjelang menengah seperti saya ini raport yang ditakutkan bukannya penilaian atas hasil belajar/ training  atau hasil produksi tahunan atau juga  prestasi kerja, karena cerdas, bebal kerja keras atau kerja bakti juga penilaian sekitar itu saja..juga kenaikan tahunan juga bisa di tebak.

Yang terpenting bagi karyawan usia pertengahan adalah raport medical check up…!!

Ada pameo yang memang akurat di lapangan, kalau sampai usia 40 tidak ada keluhan (asam urat, kolesterol, tensi darah, kadar gula, kualitas urin e.t.c) insyaallah nanti sampai liang lahat lancar tanpa masalah penyakit akibat metabolisme tubuh, namun jika belum usia 40th sudah macam-macam findingnya yang kolesterol >200, asam urat >7, tensi >130, kadargula puasa>110, ada kristal di urine e.t.c.. ya bersiap-siap saja akrab dengan rumah sakit untuk sisa umur kedepan kalau gaya hidup tidak segera dirubah.

Beberapa temanku menghibur diri.. ah masih diatasnya sedikit, atau ah masih ada waktu memperbaiki.. malah ada yang extrim.. wayah mati ya mati..wayahe sehat yaa sehat…

ssttt namu beberapa bula yang lalu yang bilang terakhir itu kena serangan darah tinggi.. sampai nangis2 kalau ingat ucapannya itu. Karena benar2 menyerang dirinya, tidak mati dan tidak hidup alias tergelepar selama beberapa hari.

Bukan menakut-nakuti, tetapi demikianlah perjalanan hidup, dalam usia yang menengah seperti ini, zona nyaman didapat kebanyakan manusia akan lengah akan kesehatannya. Sakit didapat bukan karena serangan penyakit dari luar tetapi karena makanan yang di konsumsi berlebihan..

maka benarlah ajaran agama Islam kullu wasrobu wallaa tusrihuu.. makan dan minumlah kaliah tetapi jangan berlebih2an. Atau makan makanan yang halalun thoyiban.. makanan yang halal dan baik (sehat sesuai dengan kondisi).

Jika kita malas berolah raga jangan banyak2 makan.. maka akan kelebihan stok di  tubuh..

Demikian juga kalau kita rajin olahraga jangan juga mentang2.. kita makan sembarangan.. nanti akan terjadi ketidak seimbangan, karena semakan berumur (baca Tua) metabolisme tubuh sudah berubah. Tidak lagi sempurna seperti ketika masih remaja atau muda.

Saya sendiri merasakan.. dari segi raport kandungan kolesterol,asam urat, endapan dalam urin, hemoglobin, kadar gula dalam darah dsb.. dalam range normal. Tetapi untuk berat badan… duuh susahnya nurunin.

Sudah berusaha 2x seminggu sepak bola + tennis dengan mengaurangi makan hingga hanya sehari 2 kali, namun berat badan belum turun2.. dan Nilai raport masih tetap dari 10 tahun yang lalu..”OVERWEIGHT..” dengan index 29.3 dimana kondisi normal sekitar 25. (pikirku kalau beratku  sesuai indek aku kayak datuk maringgih..emm menghibur diri nii).

any way bagi yang belum terlanjur memasuki zona nyaman.. segera imbangi pmasukan makanan ke tubuh dengan aktivitas yang cukup baik jalan kaki ataupun olahraga yang menggunakan waktu >30Menit. Atau mengurangi makanan berlemak dan tidak sehat lainnya (jerohan, gorengan, vitsin, bakso, mie instan,…etc). Perbanyak sayur dan buah.

Perbaiki pola makan.. masukkan dalam memori kita “makanan enak adalah makanan sehat”

semoga kedepan kita bertambah sehat, gembira dan hemat uang karena tidak bersahabat dengan rumahsakit.

moga raport tahun depan bertambah baik

About 3setiyanto

Lahir di lereng lawu, Dekat kebun Teh dan Kopi tapi barubelajar cara menikmati Teh dan Kopi

Diskusi

3 thoughts on “Annually Medical Check up = Rapotan..

  1. Sinus Bradikardia, Berbahayakah?
    author : Agus Surono
    Thursday, 25 April 2013 – 12:00 pm

    More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter
    nacc.edu

    Ilustrasi.

    Intisari-Online.com – Seorang karyawan di sebuah media cetak sedikit bingung dengan catatan hasil cek medis yang dilakukan perusahaannya. Di salah satu catatan, ada istilah yang belum dipahaminya: sinus bradikardia. Ini adalah istilah kedua setelah pada cek medis sebelumnya ia diberi catatan sinus aritmia.

    Timbul pertanyaan dalam benak pria berusia 42 tahun itu. Mengapa bisa berbeda diagnosisnya dalam dua kali cek kesehatan? Apakah karena pemeriksanya berbeda? Yang penting bagi dia adalah, berbahayakan kedua sinus tadi?

    Dr. Janfrional dari meet doctor memberikan penjelasan berikut:

    Kondisi aritmia jantung merupakan sekelompok kondisi akibat aktivitas listrik jantung tidak teratur yang menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Kondisi aritmia jantung umumnya disebabkan oleh gangguan aktivasi normal dari otot jantung (miokardium). Kondisi aritmia ini bisa berasal dari berbagai macam faktor penyebab.

    Denyut jantung kita diatur secara alami oleh sekelompok kecil massa sel pada jantung yang disebut nodus sinoatrial (SA node). SA node bisa mengalami gangguan dan mengakibatkan gangguan irama jantung (sinus aritmia). Sinus bradikardia merupakan suatu jenis kondisi spesifik dari kelompok kondisi sinus aritmia.

    Bradikardia berarti denyut jantung yang kurang dari 60 denyut per menit. Hal ini biasanya tidak mengancam nyawa atau bahkan tidak menimbulkan gejala tertentu. Pada kondisi seperti ini bisa juga timbul gejala-gejala tertentu seperti: pingsan, rasa ingin pingsan, berkunang-kunang, nyeri dada, dan sesak napas (terutama apabila denyut jantungnya sudah kurang dari 50 denyut per menit). Ketika kondisi ini sudah menyebabkan gejala tertentu, maka tindakan medis atau pengobatan mungkin akan diperlukan.

    Pada kondisi seperti ini sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk memastikan penyebab kondisi sinus bradikardi-nya serta untuk menentukan apakah kondisi tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi penyakit yang lain atau tidak. Dengan demikian dapat ditentukan seberapa besar risiko atau bahaya kondisi ini pada diri Anda. Juga perlu atau tidaknya dilakukan pengobatan atau tindakan medis tertentu.

    Posted by trisetiyanto | September 19, 2013, 12:09 pm
  2. Sinus Bradikardia, Berbahayakah?
    author : Agus Surono
    Thursday, 25 April 2013 – 12:00 pm

    More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter
    nacc.edu

    Ilustrasi.

    Intisari-Online.com – Seorang karyawan di sebuah media cetak sedikit bingung dengan catatan hasil cek medis yang dilakukan perusahaannya. Di salah satu catatan, ada istilah yang belum dipahaminya: sinus bradikardia. Ini adalah istilah kedua setelah pada cek medis sebelumnya ia diberi catatan sinus aritmia.

    Timbul pertanyaan dalam benak pria berusia 42 tahun itu. Mengapa bisa berbeda diagnosisnya dalam dua kali cek kesehatan? Apakah karena pemeriksanya berbeda? Yang penting bagi dia adalah, berbahayakan kedua sinus tadi?

    Dr. Janfrional dari meet doctor memberikan penjelasan berikut:

    Kondisi aritmia jantung merupakan sekelompok kondisi akibat aktivitas listrik jantung tidak teratur yang menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Kondisi aritmia jantung umumnya disebabkan oleh gangguan aktivasi normal dari otot jantung (miokardium). Kondisi aritmia ini bisa berasal dari berbagai macam faktor penyebab.

    Denyut jantung kita diatur secara alami oleh sekelompok kecil massa sel pada jantung yang disebut nodus sinoatrial (SA node). SA node bisa mengalami gangguan dan mengakibatkan gangguan irama jantung (sinus aritmia). Sinus bradikardia merupakan suatu jenis kondisi spesifik dari kelompok kondisi sinus aritmia.

    Bradikardia berarti denyut jantung yang kurang dari 60 denyut per menit. Hal ini biasanya tidak mengancam nyawa atau bahkan tidak menimbulkan gejala tertentu. Pada kondisi seperti ini bisa juga timbul gejala-gejala tertentu seperti: pingsan, rasa ingin pingsan, berkunang-kunang, nyeri dada, dan sesak napas (terutama apabila denyut jantungnya sudah kurang dari 50 denyut per menit). Ketika kondisi ini sudah menyebabkan gejala tertentu, maka tindakan medis atau pengobatan mungkin akan diperlukan.

    Pada kondisi seperti ini sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk memastikan penyebab kondisi sinus bradikardi-nya serta untuk menentukan apakah kondisi tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi penyakit yang lain atau tidak. Dengan demikian dapat ditentukan seberapa besar risiko atau bahaya kondisi ini pada diri Anda. Juga perlu atau tidaknya dilakukan pengobatan atau tindakan medis tertentu.
    More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter
    Related Article
    Buku kesehatan – Mark Twain
    Warna Jingganya Bermanfaat Untuk Kesehatan
    5 Pertimbangan Memilih Asuransi Kesehatan
    10 Superfood Untuk Jantung
    Seri TOGA: Lawan Jantung Koroner dengan Mawar
    Batuk Bisa Pertanda Payah Jantung
    T&J Jantung: Trigliserida dan Sindrom X
    T&J Jantung: Mengenal LDL dan HDL
    Menimbang Kesehatan Bank
    T&J Jantung: Kerek HDL, Turunkan LDL

    Healthy Food
    Healthy Sex
    Psychology
    Fitness and Health

    Editor’s note

    Ilustrasi.
    Dul, Kambing, dan Hukum Kita
    Kalau bukan tanggung jawab orangtua, dan Dul masih di bawah umur menurut hukum, lalu pada akhirnya siapa yang dinilai bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan tersebut?

    Ask the Expert

    Inilah Rahasia Artis Korea Menjaga Kecantikan

    Apa Beda Creambath, Hair Mask, dan Hair Spa?

    Rambut Rusak akibat Rebonding

    Kapan Sebaiknya Minum Vitamin E?

    Obat Jerawat Yang Ampuh. Adakah?
    Pilihan Editor
    Paling Populer
    Infonesia

    Interior Astra Toyot Agya tipe TRD S Matic
    Apa Saja Keistimewaan Agya Si Mobil Murah?
    Meski harga murah, Astra Toyota Agya tetap menawarkan desain dan fitur yang mumpuni. Apa saja?

    Smart
    Science
    Techno
    Finance
    Green
    Career
    Mind Body and Soul
    Fitness and Health
    Psychology
    Healthy Sex
    Healthy Food
    Leisure
    Travel
    Book
    Culinary Trip
    Others
    Inspiration
    Figure
    Tell Your Story
    Community
    Community
    Community Profile
    Activity
    Ask the expert
    Psychology
    Skin & Beauty
    Law
    Fengshui
    Meet Doctor
    Quiz
    Detective
    Website : TabloidNova Hai-Online IDEA Online Dunia Soccer Sajian Sedap Apps Gramedia

    About Us
    Term of Service
    Privacy Policy

    home home

    our site our site

    how to send article how to send article
    site map site map

    Login, Not yet registered
    Kompas Gramedia Magazine copyright@2013

    Hello World
    Email

    Posted by trisetiyanto | September 19, 2013, 12:08 pm
  3. Sinus bradycardia
    From Wikipedia, the free encyclopedia
    Jump to: navigation, search
    Sinus bradycardia
    Sinusbradylead2.JPG

    Sinus bradycardia seen in lead II with a heart rate of about 50.
    ICD-9 427.81
    MeSH D001146
    Question book-new.svg
    This article does not cite any references or sources. Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed. (August 2009)

    Sinus bradycardia is a heart rhythm that originates from the sinus node and has a rate of under 60 beats per minute.
    Contents

    1 Signs and symptoms
    2 Causes
    2.1 Diagnosis
    2.2 See also

    Signs and symptoms

    The decreased heart rate can cause a decreased cardiac output resulting in symptoms such as lightheadedness, dizziness, hypotension, vertigo, and syncope. The slow heart rate may also lead to atrial, junctional, or ventricular ectopic rhythms.

    Bradycardia is not necessarily problematic. People who regularly practice sports may have sinus bradycardia, because their trained hearts can pump enough blood in each contraction to allow a low resting heart rate.

    Sinus Bradycardia can aid in the sport of Freediving, which includes any of various aquatic activities that share the practice of breath-hold underwater diving.[citation needed] Bradycardia aids in this process due to drop in blood rate pulse.[citation needed] These adaptations enable the human body to endure depth and lack of oxygen far beyond what would be possible without the mammalian diving reflex.[citation needed]

    Sinus bradycardia is a sinus rhythm of less than 60 bpm. It is a common condition found in both healthy individuals and those who are considered well conditioned athletes.
    Causes

    This rhythm may be caused by one of the following:
    Increased vagal tone.
    Sleep
    Hypothermia
    Hypothyroidism
    Intrinsic disease of the SA node (E.g. sick sinus syndrome).
    An effect of drugs, such as the use of digitalis, beta-blockers, quinidine, Adenosine, Calcium channel blocker.
    Seizure.
    It could also be a normal finding in a healthy, well-conditioned person.
    It may be secondary to infections like Diphtheria, acute rheumatic fever, viral myocarditis.
    Increased intracranial pressure.
    Rhodotoxin poisoning.

    Diagnosis

    ECG Characteristics

    Rate: Less than 60 beats per minute.
    Rhythm: Regular.
    P waves: Upright, consistent, and normal in morphology and duration.
    P-R Interval: Between 0.12-0.20 seconds in duration.
    QRS Complex: Less than 0.12 seconds in width, and consistent in morphology.

    See also

    Posted by trisetiyanto | September 19, 2013, 11:51 am

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 475,480 hits

my facebook

terbanyak dibaca

%d blogger menyukai ini: